
"Nathan Garcia ini bukankah aku pernah menemuinya tahun lalu?" Aku masih ingat aku diminta berkenalan dengannya.
"Iya kau diminta berkenalan dengannya, waktu itu casenya tak berlanjut, tim sebelumnya pikir mereka punya petunjuk lain tentang keberadaan Daniella, tapi ternyata mereka mendapatkan petunjuk salah."
"Ehm, Daniella ini benar-benar seperti hilang di telan bumi?"
"Terakhir dia terlihat di Italy. Setelah itu dia benar-benar raib. Kurasa dia memang berganti wajah, ganti indentitas, dan hidup dengan tenang di sebuah kota indah dan hangat dekat laut mediteranian."
"Jika dia telah berganti wajah dan berganti identitas, dia bisa berada di mana saja. Bahkan mungkin di US."
"US relatif lebih sulit, mungkin Canada, Mexico." Kelly menganalisa. "Tapi dia jarang berada di US, berdasarkan perkiraan kami dia masih berada di Eropa."
"Jika aku berhasil membuktikan dia punya cara untuk mencuci uang. Bagaimana kalian menghilangkan kecurigaannya padaku."
"Ohh itu sebenarnya mudah, kami hanya perlu kau untuk memvalidasi bahwa dia memang punya cara untuk menggelapkan uang, kami tinggal bilang kami mendengar dia bisa mengatur aliran dana gelap, tapi sama sekali tak melibatkanmu, tapi sekali lagi ini harus dilakukan dengan cukup hati-hati. Tak boleh terlihat dengan sengaja kau menembak tema itu, atau dia akan curiga." Aku memikirkan kalimat Kelly jikapun aku bisa memvalidasinya, bagaimana mungkin mereka bisa memaksanya dengan itu.
"Mendengar pembicaraan saja tidak cukup... bagaimana mungkin kau bisa memaksanya memberi informasi dengan itu. Bahkan jika kau punya foto pertemuan mereka misal." Aku heran.
"Kelemahannya ada di hal krusial, data Nathan dan Louis dilindungi pejabat tinggi, seperti kau kemungkinan besarnya dia adalah bagian dari sistem, tapi mungkin bagian yang dipakai oleh kubu tertentu. Kubu hanya ada 2 di Amerika, kau tahu berapa bagian yang diminta untuk mencuci uang 4 milliar dollar? Sangat besar! Bagaimana jika kami membuka informasinya ke kubu lain. Mereka akan tamat! Kubu ini tak akan mau kehilangan tambang emasnya dan bisa-bisa mereka menjadi target. Satu-satunya cara adalah memberi kami informasi tentang dimana Daniella Ignatova berada..."
"Ahh begitu. Aku mengerti sekarang. Sangat menarik." Jadi pria lulusan Harvard itu juga adalah semacam agen, sekarang aku menganggap dia penuh kejutan. Si tampan itu tak tertebak, dia juga seorang agen.
"Kau harus hati-hati memancingnya. Kami tidak ingin indentitasmu terbongkar. Ganti dia yang bisa memanfaatkanmu. Jika begitu kau akan berada dalam posisi sulit."
"Hmm... Aku hanya perlu mengkonfirmasi dia punya jalur itu bukan. Aku harus menawarkan uang?"
"Ya, tapi juga bisa dengan cara mengeluh, jika dibilang kau juga termasuk 1% orang di UK yang membayar pajak tertinggi, kau bisa mengeluh begini. Kadang aku berharap ada yang mengajariku menggelapkan pajak, kau tahu pajak di UK itu besar sekali, aku ingin pindah kewarganegaraan saja kadang. Mereka lebih baik pada uang warga asing dibanding uang warganya sendiri." Ya itu benar. Tapi berkat pekerjaanku aku dan keluargaku punya faselitas khusus soal itu.
__ADS_1
"Hmm... baiklah-baiklah, aku mengerti."
"Dia mungkin tak akan mengatakan dia punya akses ke situ, dia akan mengatakan padamu siapa yang bisa kau hubungi, tapi bagi kami itu cukup untuk menekannya. Jadwal pertemuan itu valid, ancaman indentitasnya terbuka kepada kubu lainnya itu cukup menakutkan bagi mereka."
Aku mengangguk paham. Baiklah, aku hanya perlu membuktikan bahwa dia bisa mengatur. Yang lain akan mengatur sisanya.
Aku menunggu dengan sabar, sambil mengurus pekerjaan. Kuputuskan untuk menerima tawaran satu film yang sudah kubaca skenarionya. Dan memberitahu Mama aku akan berada di NY lebih lama.
Berita soal Gary mantanku itu terlihat menyenangkan beberapa hari ini, pernikahannya dibatalkan tentu saja. Jika bisa berada di depannya aku akan memberinya senyum kemenangan, tapi tidak bisa. Jadi aku menulis begini pada status istagramku yang berpengikut 10juta itu sambil memamerkan fotoku sedang tersenyum lebar.
"I'm smilling because I know karma will slap you bit*ch-slap you eventually." (Aku tersenyum karena aku tahu karma akan menamparmu suatu saat)
Kolom komentarku ramai, sebagian fans yang tahu kisahku langsung menghubungkannya ke kisah Gary. Aku tak menanggapi, aku membiarkannya, walaupun wartawan gosip meneleponku untuk berita panas dan tanggapan, dengan ringan aku mengatakan aku tak menanggapi berita Gary. Dia sudah lama keluar dari duniaku. Beberapa permintaan wawancara singkat kusetujui dengan enteng, sekaligus aku akan memanfaatkannya untuk mengumumkan dan membocorkan keterlibatanku dalam sebuah produksi film superhero.
Aku menantikan Louis tapi orang lain yang menelepon. Tebak siapa? Gary Hopkins. Apa dia tersinggung dengan statusku.
"Ada apa? Kukira kita tak punya urusan lagi." Aku langsung ketus.
"Jika kau tak punya urusan, seharusnya kau tak perlu menyinggungku lagi."
"Aku menyinggungmu, jangan terlalu menyanjung dirimu sendiri Gary. Mendengar namamu saja aku malas, tapi beritamu sangat bagus. Selamat, setidaknya kau lajang masih lajang dan kaya." Aku tertawa dengan puas.
"Hidupku bukan urusanmu."
"Memang bukan, lalu kenapa kau meneleponku duluan? Kau gila atau kau sedang depresi karena ditinggalkan oleh tunangan kaya rayamu?!"
__ADS_1
"Jangan berlagak bodoh, kau yang menyeretmu ke statusmu sehingga orang membicarakannya!"
"Ohh kau keberatan? Itu statusku sendiri, aku lebih keberatan kau mempermainkan hatiku, sekarang aku hanya menertawakan karmamu." Aku tertawa lepas, kenapa rasanya menyenangkan sekali. Jika dia tahu aku yang mendapatkan foto itu mungkin dia akan membunuhku.
"Dasar ******."
"Makan karmamu Gary, aku hanya bisa bertepuk tangan dari sini, ternyata memang kau tak berharga. Byeeee loseer..." Aku memutuskan sambungan dengan puas. Aku akan dengan senang hati menyinggungnya di wawancara nanti.
Aku bisa mengatakan hal seperti. "Ohh walaupun statusku itu sekali lagi tidak menyinggung soal Gary Hopkins, dia sudah masa lalu yang kubuang ke tempat sampah, aku bersyukur putus dengannya, tidak ada yang berharga soal orang yang tidak setia, aku sangat bersyukur putus dengannya."
Harusnya kau menerima akibat tambahan. Aku berpikir apa yang harus kulakukan untuk menambah kerusakan. Aku menelepon Kelly.
"Kelly, apa kau bisa menghubungi wartawan yang menyebarkan gosip Gary Hopkins bahwa selain Kate Connery, dia juga berhubungan dengan model baru Elin Taylorsville, aku punya fotonya." Kelly terdiam sebentar.
"Nona, apa kau menyewa seorang detektif pribadi untuk menyelidiki ini."
"Tentu saja, kau pikir aku akan diam saja dia membuangku begitu rupa. Aku juga akan membalasnya sama kerasnya. Tenang saja Elin Taylorsville akan senang dengan berita ini. Publisitas gratis untuknya, siapa tahu aku bisa membuat keluarga McKellan membuat perhitungan khusus padanya karena mempermalukan putrinya." Aku juga akan memakai ini sebagai publisitas gratis tentu saja.
"Kau bad girl Nona." Kelly tertawa dan aku tersenyum lebar. "Baiklah, aku akan mengurusnya. Kau tunggu saja beritanya keluar."
Aku tersenyum, hari yang menyenangkan. Ada kalanya kau harus sedikit memakai luka lamamu untuk bangkit, karena menurutku, membalas dendam itu tak selamanya buruk.
Itu membuatmu darahmu tetap panas bergejolak dan kau punya semangatmu bangkit. Jangan bodoh hanya menangis, lakukan sesuatu juga untuk membuatnya menangis di kakimu.
As the quote from a song said, What doesn't ki*ll you will make you stronger, right?! ( Seperti kutipan dari sebuah lagu. Apa yang tidak membunuhmu akan membuatmu lebih kuat, benar bukan?!)
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1