TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA

TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA
Part 64. Mau Perang? Saya Layani Kamu! 2


__ADS_3

“Ohhh, mentang-mentang sekarang punya backing anak boss.”


“Saya peringatkan kamu Cherrie, jika kamu masih nyuruh orang mengikuti saya. Saya akan anggap kamu kriminal, saya bukan orang yang  menerima intimidasi, saya  akan bawa kamu ke polisi.”


“Direktur  retail kosmetik, mau main polisi. Buktiin jangan ngomong saja, kamu jualan lipstick sayang.” Aku tersenyum sinis padanya.


“Cherrie, lebih baik kamu cari info siapa saya sebelum kamu mulai perang sama saya.”


“Sok benar. Cewe kamu itu, jangan pikir dia juga aman.”


“Kamu berani nyentuh dia. Saya ngadu nyawa sama kamu. Hati-hati kamu.” Dengan ancaman itu aku meninggalkannya di luar restoran. Memang cewe bus*uk satu ini perlu dihajar, tak  bisa pakai kata-kata.


Aku kembali dan  duduk menenangkan diri. Jika dia sudah berani menyuruh orang mengikutiku, akan kuhadapi dia.


“Derrick, itu si Cherrie berantem sama kamu.”


“Sebenarnya berantem sama saya Tante,...” Tata menceritakan bagaimana asal mula kami bertengkar dan  akhirnya aku  yang  terakhir menceritakan  pembicaraan  kami di telepon. Dia jadi gantian memendam perasaan marah padaku juga.


“Jika dia tahu Tata anak Papa kamu, bisa-bisa dia tambah marah. Entah bagaimana tante merasa dia punya dendam sendiri sama Papamu, padahal Papamu sebenarnya ya lewat Liam selalu bilang kalau pas New Year datanglah ke rumah, Papa gak pernah benci dia. Tapi sejak dia tahu dia bukan anak Papamu, dia tak mau sama sekali menemui Papamu. Entah apa yang ditanamkan mamanya ke pikirannya. Sebenarnya Tante kasian juga sama dia, Liam bilang Cherrie jarang sekali bicara sama dia juga. Yah gimana, kakaknya aja yang ngajak dia gak mau ke rumah, ya sudah Tante juga terserah.”

__ADS_1


“Papa pernah ngusir dia mungkin apa dia sakit hati mungkin gara-gara itu.”


“Ehm waktu itu kejadiannya bukan Papa ngusir mereka dari rumah, tapi Papa bawa  pergi Liam saja. Saking marahnya Papamu saat itu. Cherrie ditinggal sama Mamanya, mungkin karena itu, padahal dulunya dia kan disayang Papa. Kasihan juga ya tapi itulah yang terjadi saat itu.”


“Dia aja yang psycho, Mama dan Papanya yang sekarang kan manjain dia seperti putri Raja. Tante Yun Kan  tidak tahu namanya terkenal di Hongkong, putri Wong Lee Man gila hormat.”


“Soal Wong Lee Man, sekarang ada kabar baru di kalangan teman-teman Tante. Dia punya dua istri simpanan yang punya  anak juga. Mamanya Tata sekarang nampaknya harus merelakan ada pembagian kekayaan lagi dengan istri barunya.  Jadi anak Wong Lee man itu ada enam orang sekarang.”


“Wow meriah.” Aku berdecak, Ko Derrick cuma geleng-geleng.


“Jadi kamu ngadepinnya gimana Derrick.”


“Kamu hati-hati Derrick, dia orang nekat.”


“Saya tahu Tante, tapi lebih baik dia menyasar saya daripada Tata.”


Akhirnya aku menelepon Philipbegitu aku kembali ke kantor, mengatakan aku akan menghadapi Cherrie karena masalah personal.


“Hmm, oke, lakukanlah sesukamu. Saranku buat saja dia tambah masalah secepatnya.Mumpung disana SCI sedang  ditimpa berbagai masalah. Kudengar di Hongkong sang Nyonya juga sedang meradang karena muncul ahli waris baru.”

__ADS_1


“Ternyata kau mendengarnya?” Aku tertawa.


“Ibuku yang mendengarnya. Nyonya  Wang Lee Man ini terkenal di lingkaran sosialita Hongkong, berita besar seperti ini pasti cepat menyebar.Plus simpanan suaminya itu artist yang lebih mulus darinya, beritanya bahkan muncul  di tabloid gosip, siapa yang tidak tahu.”


“Baiklah, aku memberitahu itu saja padamu. Psychopath ini perlu dipenjara sekali-sekali, dia bertemu lawannya kali ini.”


“Hajar saja. Lebih meriah lebih bagus.” Aku mendapat persetujuan Philip. Akan kuurus ini dengan baik.


Jariku dengan cepat menemukan nomor seseorang. Dalam dua nada sambung dia terhubung.


“Boss, tumben nelepon saya boss?


“Jonny, ada yang bikin masalah sama saya, ada orang disuruh ngikutin saya. Bisa kirim beberapa orang buat ngawasin sekitar saya dan kalo bisa tangkep.”


“Wah, berani juga boss nyari masalah sama lu boss. Beres, saya kirim tim boss.” Gantian kutelepon Herman, pengacara yang biasanya spesialist di pidana.


“Herman, apa bisa menjarain  WNA karena  pidana pengancaman dan penguntitan disini?” Aku langsung saja ke intinya.


“Waduh, tunggu  dulu Bro,  lu tawuran  sama siapa Bro Derrick?!”

__ADS_1


Cherrie Stoberi itu berani main-main, akan kulayani dia. Akan ramai setelah ini. Biar dia tahu saya bukan orang yang bakal nyembah-nyembah dia.


__ADS_2