TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA

TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA
Part 90. Cherrie Yang Ingin Lari...


__ADS_3

POV Derrick


"Cecil, Tante Tata menerima lamarannya." Aku menelepon Cecil melalui video call setelah aku bicara dengan Tata berdua, dia yang mendesakku melamar Tata secara pribadi secepatnya.


"Selamat Papa, Tante Tata selamat. Menikahlah secepatnya sehingga Papa tak merasa ku tinggalkan sendiri. Aku mungkin akan jarang bisa menemuinya setelah aku kuliah, tidak seperti sekarang setahun bisa 2-3 kali aku ke sana."


"Kau harus tetap menunaikan kewajipanmu minimal setahun sekali kembali ke Hongkong, jangan lupa itu."


"Iya aku tahu. Kalau itu pasti..."


Putriku itu memikirkanku begitu rupa, tapi mungkin waktunya tepat saat bertemu Tata, seperti yang ku bilang, aku sudah mungkin bisa dikatakan menetap di Jakarta, paling hanya bolak balik ke Hongkong, Singapore dan Malaysia diantaranya. Sudah merasa cukup mapan, dan seseorang datang.


"Kita akan menikah. Benarkah..." Dia menatap cincin di jarinya hampir tak percaya.


"Kita minta izin ke Ayahmu dan Bibi Yun Lan untuk mempersiapkan segalanya. Kurasa kurang lebih setengah tahun cukup buat kita..."


"Baiklah, kita menikah di sini bukan?"


"Iya, kolega Koko lebih banyak disini. Jadi memang lebih baik kita menikah disini. Yang dari Hongkong hanya Cecil, Papamu dan Tante Yun, anak-anaknya, mungkin beberapa saudara yang perlu kita undang, Mama Cecil dan suaminya jika dia bersedia meluangkan waktunya. Tapi mungkin Papamu juga mengundang Paman dan Bibimu dari sana, Cherrie mungkin. Tapi itu terserah padanya. Kita harus bertemu dengan seorang Wedding, ada istri teman bisnis Koko yang bisa kita percaya."


"Ya sudah siapa saja, yang penting dia bisa bantu secepatnya."


Dan pembicaraan mengalir begitu saja. Aku akan menikah mungkin kurang dari setengah tahun ke depan.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=


Cherrie meneleponku keesokan harinya, kurasa ini ada hubungannya dengan Simon.


"Cherrie?"


"Kau tahu sesuatu tentang resignnya Simon, kenapa aku mendengar itu berhubungan denganmu." Cherrie langsung ke inti persoalan.


"Dia memang berhubungan denganku, dia menyiram kakakmu saat bertemu tak sengaja di restoran, karena meyenggolnya pacarnya di restoran, padahal yang tersiram hanya tangan pacarnya, dan itu minuman Sprite, Tata berkali-kali minta maaf, dia menyiram begitu saja, lalu mengatainya ****** di depanku. Lalu aku menghajarnya sendiri 1x, beberapa hari yang lalu dia datang lagi ke Jakarta menyuruh orang menguntitku dan Tata, dan aku sekalian menjadikannya model telanjang. Kau mau dapat fotonya? Ada, nanti kukirimkan. Aku baru tahu dia orang Papamu setelah selesai menghajarnya, ya sudah, kuancam saja dia, jika tak mengundurkan diri dari perkerjaannya kukirim fotonya ke Papamu dan seluruh orang yang kukenal, rupanya dia takut juga Papamu akan membunuhnya sendiri . Ohh rupanya sekarang dia mengundurkan diri baguslah."


Cherrie diam, semoga dia percaya. Aku tak ingin berhadapan langsung dengannya sebenarnya. Belakangan dia benar-benar bersikap baik, tidak memusuhi Tata lagi. Menelepon Brother Lam dan ngobrol...


"Papa menyuruhku mencari tahu apa yang terjadi karena dia pulang dengan babak belur dari Jakarta, anak buahnya menyebut Derrick Tan. Dia mengira ini berkaitan dengan Orient karena kau juga satu group dengan mereka."


"Aku beritahu ke Papa nanti." Nampaknya dia percaya. Tapi jika dikonfirmasi dengan anak buahnya pun memang itu yang terjadi.


"Masalahmu di Papua di proyek yang Orient ambil, semua orang membicarakannya, kau tahu kau mendapat nama sangat jelek disini." Yang ini setengahnya adalah pekerjaanku. Tapi dia sendiri yang membuat masalah, aku hanya menyiramnya dengan bensin.


"Aku tahu, itu perintah Papa, aku hanya menjalankannya. Belakangan aku merasa hidupku hanya untuk menjalankan perintah. Harus ini, harus itu, semuanya orang lain yang mengatur. Aku bicara pun tak didengar..." Nampaknya dia kesulitan dengan pengaturan Ayahnya sendiri.


"Mungkin kau hanya harus menemukan win-win solution, kau tahu kalian memang salah dalam proyek itu. Kau tak bisa memaksakan menahan uang mereka semuanya. Kau harus membayar hak pekerjaan yang sudah mereka lakukan, jika kau minta keringanan kau harus bicara yang benar, bukan memaksakan kemauan kalian sendiri." Aku mencoba membantunya dengan memberi sudut pandangku.


"Kau tahu masalahnya?"

__ADS_1


"Semua orang di komunitas membicarakan dan menjelekkan kalian, jika kalian mengakali orang begitu tinggal masalah waktu saja semua orang juga akan mempersulit kalian, tidak ada yang mau bekerja dengan kalian lagi. Itu hanya saran, terserah kalian...Tapi aku tak suka perusahaanku di jadikan kambing hitam atas masalah kalian. Itu kesalahan kalian sendiri, tak ada hubungannya dengan kami walaupun kami saingan kalian." Dia tertawa di sana.


"Perusahaan kami dan Bossmu tak benar-benar bermusuhan. Mereka pernah bertemu, dan nampaknya aku akan dikenalkan ke seseorang di keluarga Leung. Omong kosong bisnis ini membuatku muak. Seakan aku hanya bibit unggul dengan darah emas yang dipersiapkan untuk menjadi pasangan bibit lainnya. Hanya untuk menjaga nama besar keluarga."


"Ohhh benarkah? Kau dijodohkan dengan keluarga Leung?" Ini berita baru yang tak pernah kudengar sama sekali.


"Ini perjodohan dari Kakek ke Kakek yang suka main mahyong bersama. Menggelikan, hidupku bahkan diatur oleh generasi ketiga di atasku. Kadangkala kupikir aku pergi saja ke satu tempat dimana tak ada orang yang mengenalku, lalu membuka toko retail kecil, bekerja seperti orang normal... Mungkin aku bisa punya teman hidup yang normal juga."


"Kau tak akan bisa begitu." Aku langsung menghempaskan idenya. Dia tertawa.


"Sorry Ko, aku hanya merasa dipojokkan belakangan. Aku hanya ingin seseorang mendengarnya, percuma saja bicara dengan Ayah dan Ibu, Ayah punya hidup bahagianya sendiri, Ibu juga mencari kebahagiaannya sendiri, aku yang disuruh ini dan itu. Hidup itu kadang aneh, orang lain mengatakan aku hidup seperti Cinderella, tapi malah aku iri dengan kehidupan orang biasa dan ingin meninggalkan kehidupanku."


"Kau punya keluarga yang lain yang bisa menyokongmu jika kau ingin pergi...."


"Papa Lam, Cece Anita maksudmu, jika aku meminta bantuan mereka, hidup mereka akan sama menjadi neraka karena Papa. Aku masih punya hati tidak menyusahkan orang lain..."


"Mungkin secara diam-diam." Dia terdiam dengan perkataanku.


"Entahlah, aku tak tahu Ko, mungkin aku hanya sedang tertekan saja belakangan, mungkin aku hanya rindu jalan-jalan di Hongkong. Rindu rumah, mungkin nanti aku akan menyerah dan menerima perjodohan ini, mungkin nanti dia tidak begitu menyebalkan..." Dia tertawa sendiri.


"Jika kau ingin bantuan katakan saja, mungkin Papa Lan-mu bisa mengusahakannya, walaupun kau benar, kau tidak bisa membuat Ayahmu tahu. Jika tidak akan ada perang lagi."


"Akan kupertimbangkan sarànmu. Itu saja, terima kasih untuk waktu dan semua saranmu. Kau kadang memang baik. Andai aku bisa merebutmu dari Cece Anita. " Dia tertawa sendiri dengan ide gilanya itu. "Ya sudah, itu saja bye Ko Derrick."

__ADS_1


Aku melihat teleponku yang sudah terputus. Cherrie yang malang, semoga dia bisa menemukan kebahagiaannya. Mungkin perjodohannya berhasil siapa tahu, perjodohan bukan hal yang buruk sepenuhnya nampaknya.


__ADS_2