TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA

TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA
SEASON 2 Part 1. Island of Gods


__ADS_3


Island of Gods,....


Nama itu tidak berlebihan untuk pulau wisata ini. Aku telah lama mengidamkan resort di Uluwatu Bali ini dari melihatnya di internet. Memang mahal tapi plafon bonus liburan ini dibayar oleh Derrick sehingga aku tidak merasa bersalah stay disini selama 3 hari terakhir liburanku, pemandangan luar biasa, hotel bintang lima diatas tebing ini memang sesuai dengan jumlah bintangnya.



Tapi di hari kedua sesuatu terjadi, mengusik ketenanganku, ini memang peak season tapi tetap tamu tidak sedikit.


Dan bastard penyewa di sebelahku membuatku ingin memasukkan tubuh mereka dalam plastik sampah dan melempar mereka ke tebing di bawah sana.



...Photo Courtesy : Six Sense Uluwatu ...


Jam 1 malam aku dibangunkan oleh suara aneh, di share swimming pool depan kamarku, suara wanita yang sangat berisik di puncak musim kaw*in*nya.


"Honey, you're sooo big, fuc*k... Yess f*uck me ba*by! More! Please!" WTF is going in there! Apa perlu kau mengumumkan ke dunia kalau kau sedang dibuahi oleh spesies bersize XXXL.


"Sh*it! Ba**by! So dam*n Se**xy!" Aku menutup kupingku dengan bantal. Apa kamar mereka sudah tak ada tempat lagi sehingga mereka perlu melakukannya di kolam renang. Aku bergidik mendapatkan ampas perbuatan mereka di airnya.


"Ohh I love you do that Honey, ...You're *****! Ohh F*uck! " Suara tamparan berkali-kali terdengar kemudian. Dua orang itu adalah psyc*ho ma*niak s*ex bastar*d!


Mereka begitu berisik mengumumkan perbuatan mereka sehingga aku naik darah! Aku berjalan keluar dengan kimono kamar.


"Kalian berdua! Kalian sedang show telan*jang?! Berisik sekali! Tak punya kamar! Ke semak diatas tebing sana, menganggu istirahat orang saja!"


Mereka kaget, tak menyangka aku terbangun dan berani menghampiri mereka. Posisi mereka begitu memalukan disamping kolam itu.

__ADS_1



"Kau tak punya partner sendiri Nona?! Lakukan sendiri, jangan menggangu kami." ******* tak tahu malu itu berambut blonde yang sudah kusut menjawabku.


"Oh Babe, kurasa dia tipe pertapa, dia kemari untuk bermeditasi, Nona kau mau bergabung, Daisy tak keberatan kau bergabung nampaknya. Aku menerima pekerjaan tambahan dengan senang hati." Dia berkata begitu dengan tetap bergerak dengan tak tahu malu, sementara wanitanya mengeluarkan suara yang luar biasa.


"Kalian berdua memang gila!"



"Nona tak bisa kau lihat betapa dibawahku ini sedang menikmati, kau mau bergabung... anggap aja hadiah, daripada kau kedinginan disitu." Pria itu bangsat dengan wajah angkuh penuh tato di sekujur tubuhnya tersenyum padaku membuatku meradang.


"Oliver, I love how she stare at you baby... Shi*t! Faster..." Wanita tak tahu malu itu malah semankin menjadi seakan mengejekku.


"Wanna come more baby..." Dan pria itu menggerakkan dirinya lebih menggila, sambil melihatku yang masih berdiri di depan mereka. Ingin menyiram mereka dengan air mendidih supaya mereka kembali ke kamar mereka. Dia menatapku terang-terangan, menyangka aku akan tertarik padanya.


"Kalian memang gila! Jika aku masuk kalian masih berisik, ku laporkan kalian ke keamanan hotel!" Sementara wanita itu membuat suara leng*uhan yang membuatku merinding.


"Kau orang me*sum gila." Aku menunjuk padanya. Dan berbalik pergi dari pinggir kolam itu dengan badan panas dingin, tak pernah kulihat orang seberani itu menunjukkan dirinya.


Untungnya nampaknya dia tahu diri juga. Sialnya aku terbangun dan jadi susah tidur kemudian. Kesal, aku sangat kesal....


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Karena semalam aku lama baru tertidur aku bangun dengan mata masih setengah mengantuk tapi perut lapar. Berjalan ke restoran hotel mencari makanan, aku melihat pria itu ikut keluar duluan di depanku bersama kekasihnya yang punya bentuk tubuh luar biasa.


Lihatlah dada itu, bagaimana lengan sekurus itu punya dad*a begitu tinggi, rambut blonde hampir bersinar ditimpa matahari, pinggang kecil lekukan gitar spanyol yang sempurna ada padanya dipadukan dengan hotpant yang sangat pendek dan baju rajut musim panas feminin, pria manapun yang melihatnya akan menatapnya lebih lama, dan berharap bisa bersarang pada tubuhnya yang luar biasa itu.


Tapi mereka gila, mereka mengajakku bergabung?! Apa ada kekasih gila seperti itu, wanita itu kencan bayaran, aku bertaruh dia adalah kencan bayarannya.

__ADS_1


Don Juan playboy yang punya banyak uang, membayar wanita, untuk liburan dengannya. Apa yang kau harapkan dari laki-laki seperti itu, tidak mau komitmen, tak mau terikat. Tak ada wanita yang bisa mengharapkan apapun darinya kecuali dia membagi uang jajannya yang luar biasa itu padamu.


Dia menoleh ke belakang, melihatku ikut berjalan dibelakangnya untuk tapi dengan menjaga jarak. Dia tersenyum kecil padaku, yang langsung membuatku sebal.


"Kau benar-benar sendiri rupanya. Kau kesini untuk bertapa?" Dia malah berhenti dan mengajakku bicara sambil tersenyim lebar. Wanita yang bersamanya ikut melihatku dan tersenyum. Tentu saja aku bukan ancaman baginya. Penampilanku dengan hanya baju tshirt dan celana kargo nyaman selututku adalah baju gadis biasa yang tidak gemerlap.


Sekarang aku berjalan cepat mendahului mereka.


"Bukan urusanmu as*shol*e!" Kuacungkan jadi tengahku untuknya. Dia meringis dan tertawa.


"Hei aku berusaha baik hati, apa masalahmu?" Dia masih berusaha mencari masalah denganku. Kuacuhkan saja dia, tak ada gunanya perang mulut dengan pria tak tahu malu seperti dia.


"Fuc*k you." Dengan kata-kata itu kutinggalkan dia.


Aku mendapatkan spot sarapanku, dengan pemandangan luar biasa sekarang. Tempat aku bisa menikmati makanan enak dengan panorama luar biasa, liburan sendiri tak apa, aku senang liburan sendiri.


Setelah sarapan ada rombongan tour menunggu kami akan rafting di Ayung River dan menikmati sunset, dalam dua hari kedepan ada trecking ke Gunung Batur, besok aku memperdalam Yogaku, aku sudah tak sabar lagi, liburan impian ini benar-benar luar biasa.


"Miss, ini dari Tuan yang disebelah sana." Tiba-tiba seorang pelayan mengantarkanku sebuah dessert, kue coklat yang nampaknya enak." Aku melihat siapa yang ditunjukkannya. Ternyata pria gila itu. Mau apa dia sebenarnya, berusaha mendapatkanku untuk partner thre*esom*enya?!


"Terima kasih." Aku tak menyentuhnya sama sekali sampai akhir. Sekarang aku merasa dia benar-benar psychopath yang perlu dijauhi. Apa egonya terluka karena aku tak tertarik padanya.


Dia melihatku tak menyentuh hadiahnya. Aku pergi dari restaurant tanpa melihatnya. Bersiap untuk petualanganku hari ini, aku jelas mencoret petualangan cinta dengan orang asing dari listku.


Tak tertarik dengan asmar*a satu malam yang ditawarkannya, mungkin dia senang mencoba berbagai macam species wanita, dia pikir yang nampaknya kesepian sepertiku tak akan pikir panjang untuk menerima ajakan gilanya itu.


Siap untuk rafting aku sudah dihubungi panitia untuk berkumpul di lobby jam 11. Dia melewatiku di lobby ternyata ada temannya ikut, dengan wanita-wanita mereka juga.


"Hei, kami mau sewa private yacth, dan snorkeling ke Nusa Penida, mau ikut?" Dia mendatangiku. Aku melihat dengan jelas sosok dengan bola mata biru itu sekarang, rambut gelapnya memang menawan, kulitnya agak gelap terbakar mataharip. Memang tampan, entah kenapa dia suka mengajakku, masih penasaran rupanya dengan species pertapa.

__ADS_1


"Tidak, but thanks, tak usah bertanya lagi padaku, aku tak akan pernah bergabung denganmu Sir. Aku pertapa bukan pencari cinta. Jelas bagimu?" Aku tersenyum padanya dan melenggang pergi. Menggelengkan kepalaku sendiri atas usaha kekeras kepalanya masih mencoba mengajakku.


Done. Sekarang kuharap aku tak pernah melihatnya lagi. Karena kita akan bertapa di sungai sekarang!


__ADS_2