
"Kenapa kau disini?"
"Kenapa aku tak boleh disini?"
"Jadi kau membuang anak laki-lakimu untuk anak perempuan dari kekasihmu itu?!" Ayah Cheng Xin langsung menaikkan suaranya sekarang. Nampaknya semua orang sudah di ujung kesabarannya.
"Aku membuangnya anak laki-lakiku, justru kau yang membuat dia menjadi tukang minta-minta dan menuruti semua keinginannya. Berapa banyak yang perlu kau minta dariku Cheng Xin. Dan memangnya Sandra bukan anakku?!" Mama mulai mengeluarkan semua uneg-unegnya sekarang.
"Mama, memangnya hartamu bukan untukku? Apa salahnya aku meminta sedikit."
"Kau benalu yang meminta hidup, lebih buruk lagi kau memanfaatkan Mama untuk hidup bergelimang harta. Kurang banyak apa Mama memberikan untukmu yang terbaik tapi kau memanfaatkannya seperti mesin ATM-mu sungguh kau hanya cuma menyusahkan Mama." Aku membalas perkataan Cheng Xin tanpa ragu
"Tak usah ikut campur urusanku anak buangan."
"Aku anak buangan lebih tahu membahagiakan orang tua daripada kau tukang minta minta!" Kurasa sampai kapanpun hubungan kami tak akan pernah baik.
__ADS_1
"Anak buangan ini sekarang sangat berani, kau nampaknya sudah lupa diri karena sekarang sudah kaya Zhao Lu Xi. Lupa dirimu hanya wanita rusak dari keluarga Zhao!" Suami Mama langsung menunjukku dan mengucapkan kata-kata permusuhan tanpa tedeng aling-aling lagi.
"Ohhh suamiku Hu Yi Tian, jangan terlalu meninggikan dirimu, kau juga cuma anak terlemah keluarga Hu yang tak dianggap, sampai sekarangpun masih tetap begitu. Jika tidak ada namaku kau masihlah Yi Tian si bungsu tak berguna." Mama membalas suaminya dengan cepat.
"Kau..."
"Ohh aku tahu aku benar. Tak usah terkejut begitu." Mama tersenyum sinis, nampaknya sekali dia bicara kebenaran itu menusuk suaminya dengan tepat ke jantungnya. "Keluargamu memandangku di Shanghai, bukan melihatmu, kau tetaplah Yi Tian bungsu tak berguna, dan aku sudah memberimu keleluasaan, punya keluarga lain, punya istri kedua. Tapi lihatlah apa itu membuatmu terlihat lebih hebat sekarang? Kau pikir aku yang butuh kau, sebenarnya dari awal yang kubutuhkan hanya kakak kakakku. Aku berusaha sendiri sampai namaku diakui di seantero China dan kau ... kaulah yang akhirnya memanfaatkan namaku. Tapi sedikitpun sikapmu tak pernah berubah." Mama tertawa menghina suaminya.
"Mulutmu memang berbisa perempuan tua." Suami Mama menunjuknya dengan geram, tapi Mama tak menunjukkan rasa takut sama sekali.
"Kita sudah tua suamiku, anggap saja aku mengatakan kebenaran. Terimalah saja, selama ini aku memdengar saja perkataan tak bergunamh itu, tapi sekarang kau yang harus menerima keadaan."
"Ohhh kau sudah menerima semuanya Cheng Xin, tebak apa yang diterima Sandra bahkan tidak ada 1/20nya kau, tapi nampaknya itu selalu tidak cukup bagimu. Kau benar Mama sudah tua. Tapi kau juga sudah 34 tahun, Mama tak akan memberi apapun lagi padamu sepeserpun, warisan mama sudah berubah kau hanya menerima 30% saham Mama di Ping An, 20%nya untuk cucu Mama karena jika Mama berikan padamu mungkin kau dan istrimu hanya akan menyisakan barang antik untuk cucu Mama saat mereka berusia 18 tahun, sementara 50%nya akan jatuh ke Sandra, 40 tahun Mama tak pernah memberi apapun ke dia, jadi kau tak bisa mengubah apapun lagi keputusan Mama. Apa itu jelas bagimu. Kau sendirian sekarang. Sudah cukup sepuluh tahun Mama menyokongmu sampai kau punya anak, sekarang hidupi anakmu sendiri!"
"Jika tak punya uang jual saja tas istrimu, seperti kata Sandra, bukankah dia juga harus sadar diri, mertuanya saja tak berani menghabiskan uang ratusan ribu dollar hanya untuk tas dan perhiasan, tapi kau membuang ratusan ribu dollar seperti uang receh, jika beli 1 aku masih mentolelir, dia berganti tas setiap tahun baru, atau mungkin setiap enam bulan sekali, dia membuatku muak, begitu juga kau! Jelas!"
__ADS_1
Cheng Xin terdiam mendengar Mama berkata panjang lebar. Dia ganti memandangku dengan penuh rasa benci.
"Rupanya anak kekasih gelapmu ini sangat berharga untukmu Mama."
"Kau sudah menerima semuanya Cheng Xin, sudah cukup. Dan semuanya sudah Mama berikan. Mulai sekarang berusahalah sendiri. Kau 35 tahun sebulan lagi, Mama kira 35 tahun sudah cukup untuk Mama berusaha menopangmu, tapi nasehat Mama tak satupun yang kau dengarkan, jadi terserah, sihlakan jalan sendiri..."
"Kalian berdua perempuan sialan, kau akan mendapat balasan kalian nanti." Giliran Ayah Cheng Xin menyumpahi kami. "Cheng Xin ayo kita pergi saja, tak ada gunanya kita disini."
Derap langkah marah mereka dan bantingan pintu terdengar kemudian. Membuat tiga orang perempuan menghela napas mereka di saat yang bersamaan.
"Kita sudah mengusik harimau dan membuatnya marah, sekarang kau harus berhati-hati Sandra. Jangan sampai kita malah terjebak sendiri,..." Mama duduk diam,
"Aku tahu Mama. Tidak akan terjadi apapun yang berbahaya, semua resiko sudah kita antisipasi. Kita tak akan kalah kali ini."
"Tuan Anthony, kami sudah menebar umpan." Mama menelepon kepala tim pengawalku.
__ADS_1
"Dimegerti Nyonya. Serahkan pada kami." Samar aku mendengar suara Anthony.
Umpan sudah ditebar. Taruhan sudah dimulai, kali ini kami tak boleh kalah. Karena taruhannya kali ini mungkin nyawaku.