TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA

TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA
SEASON 3 part 37. HAPPILY EVER AFTER- ENDING SEASON 3


__ADS_3

Aku senang semuanya hadir, Mama, Papa, Papa Lam, semua adik dan keluarga baik Mama dan Papa. Untuk kali mereka melupakan semua masalah dan hadir di pertunangan kami.


"Arnold Lam?" Papa awalnya terlihat kaget melihat Papa Lam di daftar undangan.


"Aku mengundangnya karena beberapa tahun belakangan dia banyak membantuku. Adikku juga bulan kemarin juga baru menikah, kuharap Papa tidak marah." Dia memandangku dan menghela napas.



"Tidak apa, semua yang kau anggap keluarga, kau anggap baik pasti harus berada di sini." Papa menepuk bahuku dan bersedia mengalah, aku lega dia tidak protes aku mengundang musuhnya.


Dia bahkan menyambutnya sendiri sebagai perwakilan utama keluarga. Mama kelihatan juga cukup suprise dia bersedia mengobrol singkat dengan Papa Lam.


"Semuanya terlihat seperti baik-baik saja, keluargamu datang semua." Koko yang tahu keseluruhan ceritanya juga mengomentari Papa yang bersedia mengobrol dengan Papa Lam, adikku dan keluarga besarnya. Aku mengangguk senang, seperti tidak ada pertikaian, mereka membuat perdamaian untuk hari istimewa ini. Walaupun keluarga kami punya cerita cukup kacau, hari ini semuanya nampak baik.


"Iya, nampaknya tidak ada keributan, padahal 3 keluarga ini pernah bertengkar hebat satu sama lain. Sekarang nampaknya mereka keluarga yang normal."


"Itu bagus. Sesuatu yang bagus." Koko tersenyum.


Aku tersenyum. Sekarang Papa yang mewakili yang berterima kasih kepada semua keluarga yang sudah datang. Acara siang hari itu dipenuhi rasa haru. Pernikahan kami akan digelar dalam waktu dua bulan dari acara ini.


"Putri kesayangan kami akan segera menikah, sungguh sebuah kebahagiaan. Dan dia menikah dengan kolega dan sahabat keluarga, Tuan dan Nyonya Cheng. Kami berdua Ayah dan Ibunya sungguh merasa bahagia untuk mereka untuk keluarga mereka di masa depan." Bahkan Mama bersedia berdiri di samping Papa hari ini karena dia juga menghargai Mama di moment ini tidak membawa wanita lain.


Aku senang hari ini semuanya berjalan dengan baik.


"Terima kasih Mama dan Papa sudah disini." Diakhir acara tinggal kedua orang tua kami dan adik-adikku.


"Apa yang kau katakan, mana mungkin kami tak menemanimu. Kau kebanggaan kami." Ibu tersenyum padaku.


"Urus pernikahan kalian dengan tenang. Ayah mungkin tak terlalu banyak hadir membantu, tapi nanti Ayah transfer biayanya, Mamamu yang akan disini membantumu." Aku tertawa. Seperti biasa Papa murah hati jika dia gembira.


"Iya, terima kasih Papa."


"Kalian akan tinggal dimana?" Papa bertanya pada Koko sekarang.

__ADS_1


"Ehm di apartment Koko, itu lebih luas dari apartmentku, dan lebih dekat ke tempat Mama. Kami tak mencari apartment baru."


"Baiklah, terserah kalian mengaturnya bagaimana asal kalian sepakat."


Kami bergabung mengobrol dengan orang tua kami sebelum kembali ke rumah. Siang dan sore yang menyenangkan semua orang merasa bahagia.


"Kau terlihat sangat senang hari ini." Kami sudah berada di rumah di penghujung sore ini.


"Semua orang berkumpul hari ini. Mama dan Papa, mereka berdamai untukku. Bahkan Papa tak marah saat melihat Papa Lam dan tidak menyinggungnya. Itu sebuah usaha yang cukup besar baginya."


"Kau tidak bahagia untuk kita?"


"Apa maksudmu? Bagaimana mungkin aku tak bahagia untuk kita. Aku sudah terbiasa berada di sampingmu kurasa. Rasanya menyenangkan dan tenang setiap hari bisa pulang ke sini."


"Rasanya sudah seperti keluarga?"


"Iya rasanya seperti keluarga." Aku tersenyum padanya. Seseorang yang menemani hari-harimu dan bersamamu, semoga keluarga ini tetap utuh sampai nanti.


"Iya, aku tahu. Aku juga ingin menikmati masa hamilku dengan sedikit santai. Saat ini aku tak ingin terlalu tertekan dengan pekerjaan, mungkin nanti jika anak-anak kita sudah sibuk sekolah, aku punya lebih banyak waktu."


"Kau sudah memikirkannya nampaknya."


"Aku tumbuh dengan Mama yang agak sibuk kemana-mana. Rasanya sedikit kesepian kadang, mungkin aku mencoba cara lain dengan anak-anakku. Tapi kau, hmm... kau memang harus bekerja. Kecuali satu hari ada seorang anak yang tiba-tiba mengaku jadi anakmu dan minta warisan, kau akan lihat apa yang bisa kulakukan padamu."



"Tukang ancam, kau selalu mengancam orang dengan mode evil?"


"Aku baik pada yang baik padaku. Tapi sekarang kau yang terbaik."


"Kenapa kau jatuh cinta padaku."


"Aku tak tahu. Aku menyukai ke terus teranganmu begitu saja, bagaimana kau membela Ibumu. Denganmu tak ada drama minta perhatian, itu bertolak belakang dengan hubunganku yang dulu. Semuanya berjalan menyenangkan, ada masalahpun bukan sesuatu yang menakutkan untuk di hadapi... lalu tiba-tiba aku merindukanmu jika kau berada jauh dariku, kurasa aku terbiasa bersamamu, kita terbiasa mengandalkan satu sama lain, dan kita bersama. Tak ada cinta pada pandangan pertama, hanya merasa nyaman dan akhirnya membutuhkan satu sama lain." Aku tersenyum mendengar jawabannya.

__ADS_1


"Kenapa kau menyukaiku."


"Karena kau lebih menguntungkan untuk disukai." Dia tertawa ngakak.


"Putri Wong Lee Man, kau menjadikanku semacam pilihan di opsi di purchase order list."


"Awalnya iya. Tapi aku tak salah pilih. Aku benar-benar menyukai apa yang aku pilih, walau kau hanya melamar dengan satu kata, tapi sudahlah kuterima saja."


"Nampaknya kata sakti itu akan terus kau bahas seumur hidupmu."


"Kau benar. Cincinmu. Kau benar-benar tega. Praktis sekali."


"Yang penting sekarang kita bersama. Dan akan berusaha bersama selamanya."


"Berusaha bersama selamanya. Jauh lebih penting dari sebuah cincin."


"Setuju."


Cincin hanya benda.


Yang terpenting adalah bagaimana kau menjalaninya. Jalan kami masih panjang, tapi semoga kami menjalaninya bisa menjalaninya seperti Papa Lam dan Bibi Yun Lan.


Tak semua cerita berakhir sedih bukan.


Ada juga yang benar-benar happily ever after, tapi tentu saja ada usaha untuk itu.


...๐Ÿ’›๐Ÿ’›๐Ÿ’›\=\=\=โคโคโค\=\=\=\=๐Ÿ’›๐Ÿ’›๐Ÿ’›...


...HAPPY ENDING CHERRIE โคANTHONY ...


...๐Ÿ’›\=\=โคโค\=\=๐Ÿ’›...


See You Tomorrow di cerita baru, tetep di book ini

__ADS_1


__ADS_2