
POV Cherrie
Nathan Chow, muncul dengan muka ketakutan sekarang. Dia muncul dengan dua orang temannya. Tukang pukul, alias ini markas group keamanan Philip melihat tamu mereka dengan pandangan meremehkan, nampaknya aura kejam orang-orang disana saja cukup membuat Nathan Chow pucat.
Sementara aku, Koko dan Philip yang ada disana melihatnya dengan tak perduli saat dia datang, kami terus mengobrol sampai beberapa saat.
Aku belum pernah melihat Koko berkelahi, tapi nampaknya punya teman gangster seperti Philip di masa muda adalah jaminan kau punya keahlian berkelahi yang mendekati mereka. Dia nampak tak kuatir sama sekali.
"Samsakmu sudah datang." Philip bahkan menghina Nathan sebagai samsak, nampaknya memang tak ada yang perlu ku kuatirkan soal ini. Dia akan menang telak dan Nathan menjadi samsak latihan malam ini.
"Kesini kalian!" Ketiga orang itu maju karena Koko memanggil mereka. Nathan memakai kaus hitam dan celana jeans gelap itu sudah tahu dia akan di hajar.
"Anak manja, kau berani berbuat harus berani bertanggung jawab. Sekali lagi kau berani membuat masalah denganku, akan kukirim kau ke penjara polisi tanpa bisa damai lagi. Kau sudah punya tabungan dua kasus denganku." Koko langsung menunjuk mukanya. Anak manja itu tak bisa bicara.
__ADS_1
"Beraninya menyuruh orang lain memukul orang, jika kau tak puas hadapi langsung, sayangnya fisikmu payah dan otakmu hanya bisa memikirkan cara ini, percuma Ayahmu mendidik anak bodoh begini." Philip nampaknya menjadikan moment ini sebagai hiburan.
"Kuberi kau 10 menit menghadapiku, tenang saja, aku pakai sarung tinju diatas ring, jika kau tak berani menyerang atau mempertahankan dirimu sendiri kau akan habis. Taruhannya, jika kau menang, kau bebas pergi, aku tak akan menyentuhmu, kalau kau kalah, bayar biaya penggantian mobilku dan bayar biaya doktermu sendiri. Mengerti. Tanda tangan ini, tidak ada masalah hukum karena ini pertandingan ring yang kau setujui."
"Bisakan aku bayar sekarang, aku mengaku kalah." Semua orang tertawa.
"Bangsat ini memang banci murahan banyak uang." Philip memukul kepalanya. Sudah banci ditambah murahan, orang-orang disekeliling kami tambah tertawa.
"Kau pikir uangmu itu senjata pamungkas yang bisa digunakan terus menerus hah!?" Koko yang membentaknya.
"Sayangnya mau kau bayar berapa kali lipatpun, itu tak sebanding dengan menjadikanmu samsak." Dan lingkaran yang menonton kami bersorak senang.
Muka Nathan sudah pucat tak berdarah sekarang. Koko melempar sarung tangan tinj*u padanya.
__ADS_1
"Pakai itu! Naik ke ring, dalam lima menit!" Kurasa sehabis ini dia akan pura-pura pingsan, dia tak akan bisa menahan dihajar dengan gaya banc*inya itu.
"Koko jangan membuatnya gegar otak, pukul sampai memar setengah mati saja. Nantu Ayahnya mengamuk kau menambah masalah tak perlu." Kini aku tak punya keraguan Nathan Chow memang akan segera jadi samsak.
"Baikah memar sampai setengah mati. Tidak, tidak akan ada gegar otak. Dia memakai pelindung kepala, itu sudah diskon." Mau tak mau aku tertawa sekarang.
"Hajar sampai memar setengah mati !" Kuteriakkan itu untuk membuat Nathan ketakutan. Dia melihatku seperti tukang jagal yang akan mengambil nyawanya sekarang.
"Hei banci, kau tak bisa memakai itu?! Mica bantu dia." Philip yang memerintahkan orangnya sementara Koko sudah naik ke ring. Akhirnya dia berhasil memakai helm dan sarung tinjunya.
Semua orang berkumpul melihat pertarungan samsak hidup ini sekarang. Ini akan menyenangkan tapi mungkin aku harus merasa tega sedikit.
Bel tanda 10 menit dimulau!
__ADS_1
bersambung besok ya
ehhh bagi hadiah dan votenya dong🤗😁