TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA

TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA
SEASON 5 Part 21. Time for Real Revenge 2


__ADS_3

Kamis malam, Louis memilih kantornya sendiri sebagai tempat pertemuan, Kimberly melapor dia sudah berhasil membekukan empat rekening lagi. Sangat bagus, muka Alberto sangat terganggu ketika mendaratkan kakinya di kantor Louis.


Tapi demi menjaga apapun pemeriksaan ketat diberlakukan sebelum mereka memasuki ruangan. Empat pengawalnya memeriksa ketiga orang yang datang itu dengan cermat.


"Louis Allen, aku meninggalkan pengawalku di luar apa kau tak percaya padaku. Kita di bisnis yang sama."


"Tuan Alberto, selamat malam. Bagaimana kabar Anda, nampaknya tidak begitu begitu baik. Anda salah, kita tidak di bisnis yang sama dan saya tidak percaya siapapun." Jika bisa dia ingin menertawakan Alberto Tosar sambil menunjuknya sebagai pec*undang.


Alberto Tosar datang bersama Daniel tangan kanannya yang pertama kali di dekati Louis, satu orang lagi dia kurang kenal siapa, tapi melihat wajahnya yang agak mirip nampaknya orang ini punya hubungan keluarga dengan Alberto.


"Anda benar saya memang sedang kacau sekarang, ruang gerak kami sangat dibatasi. Baiklah kita tidak berada di level yang sama, itu yang Anda ingin katakan pada saya nampaknya..." Alberto menghempaskan dirinya ke sofa empuk di kantor Louis.


"Jangan tersinggung Tuan Alberto. Melihat kondisi Anda kemungkinan besar Anda sudah diincar sejak lama?" Ohh jangan salah Louis tidak bersimpati dia hanya sedang menyiram air cuka pada luka.


"Sangat mungkin, mereka bergerak sangat cepat membekukan rekening kami, walaupun keterlibatan saya tidak akan bisa dibuktikan, tapi kehilangan banyak uang membuat saya sakit kepala." Alberto menghela napas panjang.


"Tampaknya Anda membuat banyak membuat orang marah."


"Itu tidak bisa dielakkan. Anggap saja bunga yang harus saya bayar. Yang penting saya tidak berurusan dengan penjara." Louis tertawa dalam hati, bangsat ini tidak tahu apa yang menantinya di depan sana.


"Anda tidak takut Anda tidak akan masuk penjara karena ini, nampaknya Anda lebih takut kehilangan uang Anda." Ini adalah pertanyaan jebakan penting yang akan ditampilkan ke hakim.


"Yang tahu hubungan dengan saya hanya sedikit, jika mereka berani buka mulut keluarga mereka akan jadi korban. Saya sudah membayar mereka mahal."


"Ohh maksud Anda bawahan Anda. Saya akui mereka sangat setia pada Anda."


Sebenarnya ini adalah kekuatan utama Alberto Tosar. Tak ada yang berani membuka mulut. Uang dari bisnis gelap ini dicuci di bisnis legal. Metode pencucian uangnya adalah cara tradisional dengan membuka beberapa restoran, groceries, laundry, atau kadang perusahaan taxi. Intinya bisnis yang bisa menerima uang cash. Bisnis-bisnis ini mencatatkan transaksi yang fantastis, terlihat sepi tapi uang terus masuk dari bisnis lain. Dan kemudian mereka mencuci lagi uangnya di bisnis lain, entah saham, properti ataupun yang sekarang sedang trend adalah bisnis bitcoin.

__ADS_1


"Jadi mereka sudah sampai membongkar bisnis legal tempat Anda memasukkan uang?"


"Sudah, beberapa sudah dibekukan rekeningnya, saya menarik sejumlah besar yang bisa saya selamatkan. Mereka tidak akan buka mulut kemana uang itu saya serahkan."


"Saya mengerti. Anda sangat pintar menyembunyikan jejak Anda. Saya harus belajar dari Anda." Louis masih sempat memuji pria tua itu menyanjungnya sebelum dia membantingnya ke lubang neraka. Nikmati hari-hari terakhirmu bebas Alberto, karena sebentar lagi kau akan tersisa hanya nomor tahanan sampai kau mati.


"Anda jelas lebih brilliant daripada saya Louis, tak usah memuji saya. Saya hanya menggunakan cambuk besi untuk mengendalikan bawahan dengan pendidikan rendah. Mereka membayar nyawa untuk ganti kenyamanan hidup. Mereka hanya bisa menawarkan nyawa untuk uang saya." Louis mengangguk, Iblis tetaplah Iblis. Bawahannya adalah orang lemah yang mudah tergoda kemewahan dunia.


"Jadi sekarang saya akan langsung saja, sudah banyak kerugian yang saya derita. Bagaimana sekarang apakah Anda bisa membantu saya." Alberto Tosar ingin memperkecil kerugian yang dia derita tentu saja. Tapi sayangnya dengan masukkan uangnya ke Louis. Sama saja dia menghanguskan uangnya sendiri dalam jumlah besar.


"Dengan Anda yang sudah dikepung begini, saya harus katakan, banyak yang harus saya proteksi. Saya sendiri tidak mau mengambil resiko. Terutama boss saya tidak mau mengambil resiko dibidik oleh pemerintah. Dia jelas-jelas mengatakan itu pada saya."


"Yang tahu hanya saya dan Anda bagaimana mungkin Anda akan dibidik."


"Dengan kesini Anda sudah menyebabkan saya dibidik, walaupun saya memang bisa mengatakan saya hanya bicara bisnis dengan Anda. Baiklah kita akan langsung saja. Berpa jumlah yang Anda ingin amankan?"


"900juta dollar dan 700 juta poundsterling." Sungguh kekayaan yang luar biasa. Orang ini cukup berhasil. Kimberly bilang, mereka berhasil membekukan rekening total 300 juta dollar. Rupanya masih banyak yang bisa dia selamatkan. Belum lagi yang sudah masuk ke investasi lain. Tapi selama transaksinya lewat bank itu akan ketahuan. Mereka akan bisa melacak sisanya. Bisa di bilang jumlah ini adalah yang bisa di selamatkan.


"Cukup pujiannya. Harga Anda?"


"35%." Louis langsung menyebutkannya dengan jelas.


"35%?! Kau bercanda?! Kau mau memerasku?! Kau penghisap darah! Kau meminta 1/3 uangku, kau pikir siapa kau?!" Pria itu langsung mendidih dengan jawaban Louis dan langsung berdiri menudingnya.


"Tenang Tuan Alberto, Anda lebih baik tenang. Ini sudah ditetapkan boss saya, bukan saya yang memberikan harganya, Anda pikir dia mau menerima uang Anda dengan resiko yang dia tanggung? Sebelum Anda datang ke sayapun saya sudah tahu Anda sedang kesulitan, Anda baru datang ke saya sebulan setelahnya. Saya menyimpulkan Anda sudah kehabisan pilihan bukan. Diluar sana tak ada yang mau mengambil resiko berhadapan dengan Anda lagi."


"Kalian benar-benar Iblis bedeba*h!" Alberto Tosar menuningnya dan Louis tertawa, dia benar-benar tak bisa menerima harga yang diberikan oleh Louis.

__ADS_1


"Kita sama-sama Iblis bed*ebah, Tuan Alberto. Bedanya Anda adalah Anda kurang pintar sehingga Anda bisa terperangkap begini. Ini akibatnya jika Anda hanya mengandalkan cambuk besi."


Louis sangat menikmati siksaan yang dimainkannya, melihat Alberto perlahan kehilangan semuanya. Tentu saja bisnis legalnya tidak tersentuh setidaknya, tapi jangan harap dia berhenti sampai semua bisnisnya terpengaruh dan tidak ada satupun yang mau terlibat dengannya lagi.


Bangsat ini mengambil nyawa istrinya, dia akan membuat seluruh keluarganya menanggungnya.


Wajah Alberto Tosar memerah. Dia menyangka dia akan bisa menemukan solusi datang kesini. Tapi sama saja dari kandang harimau dia pindah ke kandang buaya.


"Orang ini yang kau bilang bisa menyelesaikan semuanya Daniel?! Dia penghisap darah! Pemakan bangkai! Kau membawa Iblis ke depanku." Bawahan di sampingnya mengkerut melihat Alberto Tosar di ubun-ubun kemarahannya.


Orang yang menghadapi Iblis harusnya Iblis juga. Jika dulu saat Louis di IRS karena mereka terbatas peraturan legal, dia tak bisa menjatuhkannya, sekarang dia punya banyak cara untuk menghabisi orang seperti Alberto Tosar.


"Pikirkan saja apa yang akan kau lakukan Tuan Alberto, harga kami tak bisa ditawar lagi."


"Kita pergi!" Alberto Tosar meninggalkannya dengan marah-marah.


Apa Louis kalah jika tidak mendapatkan uangnya?


Jawabannya pasti. Louis sudah menang begitu Alberto Tosar menginjakkan kakinya di kantornya. Dia sama sekali tidak perlu uangnya, karena uang itu sudah tercatat di tarik tunai di rekening yang telah dibekukan dan akan dibekukan, IRS dan MI6 bisa mengejar uang itu kapan saja, yang dia perlukan hanya pengakuan bawahannya siapa yang adalah otak di balik pekerjaan mereka.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Kimberly, kau sudah mendapatkan video yang kukirimkan padamu."


"Sudah, ini sangat cukup untuk mengancam orang. Sangat menyenangkan melihatnya tak berdaya."


Kimberly yang juga sahabat Chelsea tahu betapa sakitnya tiba-tiba dari melihat pernikahan sahabatnya dan dalam beberapa hari itu berubah menjadi upacara pemakaman. Dia dan Louis menempuh banyak cara buntu selama bertahun-tahun dalam menjatuhkan Alberto Tosar. Tapi sekarang mereka tak akan berhenti sampai keluarga itu sampai di titik nol lagi.

__ADS_1


"Kuserahkan padamu, dan katakan pada Thomas Jefferson, dia tak akan membuka namaku seperti janjinya."


"Kau tenang saja, aku akan pastikan itu."


__ADS_2