TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA

TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA
SEASON 5 Part 20. Time for Real Revenge


__ADS_3

POV Author


"Tadi Julie meneleponku." Kimberly menelepon dan langsung mengumumkan sebuah pemberitahuan kepada Louis.


"Kenapa dia meneleponmu, tadi juga dia berteriak padaku? Apa dia protes padamu juga? Bagaimana dia bisa mendapatkan teleponmu juga?" Julie mungkin sudah terlalu benci padanya. Dia tak akan kaget jika gadis itu kemudian masih tak puas saat dia memutuskan teleponnya.


"Dia mendapatkannya dari Thomas. Apa yang kau katakan padanya, kenapa dia bisa bertanya padaku apa orang yang terbunuh itu kekasihmu."


"Ohhh dia menyimpulkan begitu?"


"Iya." Louis berpikir mungkin dia menyimpulkan dari potongan-potongan percakapan mereka yang tidak lengkap. Dia tidak menyangka dia bisa menyimpulkan begitu cepat.


"Aku hanya bilang coba pikirkan jika seseorang menangisi jasadnya. Memang apa yang dikatakannya."


"Hmm dia bertanya padaku hubunganmu dengan Chelsea. Kukatakan saja yang sebenarnya dia istrimu. Jadi dia mengatakan padaku dia minta maafmu, dia tak akan menganggumu lagi."


"Hmm bagus jika begitu." Bagus jika dia tahu tak ada gunanya merasa marah denganku pikir Louis. Louis merasa dia bisa bekerja dengan lancar tanpa intervensi sekarang.


"Dia sebenarnya baik bukan."


"Apa maksud pertanyaanmu?"


"Kurasa dia akan menemuimu lagi nanti."


"Kenapa kau menyangka begitu?"


"Dia minta aku mengabari jika kasusnya sudah selesai, walaupun dia tidak akan menganggumu. sekarang. Dia nampaknya benar-benar menyukaimu."


Louis diam mendengar jawaban Kimberly, dia sendiri tak tahu apakah dia harus senang mendengarnya? Hubungan mereka nampaknya sangat tak mungkin.

__ADS_1


"Entahlah biarkan saja, aku merasa itu tetap tak mungkin. Lagipula kami berbeda kota dan tempat tinggal." Dia akan tahu itu tak mungkin. "Apa Thomas sudah mengkonfirmasi kapan mereka akan mulai membuat masalah?" Lebih baik fokus kembali ke


"Mereka masih membuat persiapan, pengintaian mereka sudah selesai, mendapatkan bukti-bukti yang mereka perlukan, tapi dia berjanji tidak akan lebih dari seminggu lagi. IRS juga bilang mereka sudah siap, mereka menunggu dari kita. Apa kau sudah siap?"


"Tentu saja, sudah lama kita mempersiapkan ini, mereka akan kehabisan cara, kecuali lari padaku. Tapi mereka akan bertahan dulu. Kita lihat sampai kapan mereka bisa bertahan. Kita menyerang 60% bisnis gelapnya di dua negara utama , dimana lagi dia akan melarikan diri." Louis percaya diri dengan jebakan ini. Banyak orang yang bekerja sama menumbangkannya. Sebaik apapun dia melawan dua negara pasti dia kewalahan juga.


"Kita tunggu saja jika begitu. Pastikan kau tidak melakukan gerakan mencurigakan."


"Tidak akan, kita sudah lama menunggu ini."


Saatnya membalas apa yang harus dibalas.


...----------------...


Saat yang kami tunggu - tunggu akhirnya datang. Gangguan besar di dua benua di mulai, dua negara bekerja sama menargetkan bisnis-bisnis gelap Alberto Tosar, berdasarkan apa yang sudah kami ketahui selama lima tahun terakhir, aku akan pura-pura tak tahu. Tunggu sampai tangan kanannya meminta bantuan sendiri padaku.


Setelah satu bulan mereka mengacak-ngacak, menuntut, menyeret bawahan Alberto Tosar, memotong semua cara dan jalan keluar yang bisa mereka lakukan. Akhirnya salah seorang tangan kanan Alberto Tosar meneleponnya.


"Boss-mu Daniel? Ada apa rupanya."


"Entah ada apa, tiba-tiba banyak orang pemerintah yang menyerang bisnis kami. Dan bersamaan. Boss sedang kebingungan melarikan uangnya. Dia mau bicara denganmu."


"Orang pemerintah menyerang bisnis kalian? Maksudnya kalian seperti di targetkan? Sepertinya situasi kalian sangat kacau."


"Sebulan ini kami sakit kepala. Di UK dan USA bisnis-bisnis boss di audit besar-besaran, rekening kami di beberapa perusahaan dibekukan. Boss sering marah-marah belakangan, semua dari kami juga sudah kehabisan akal karena tiba-tiba." Louis tersenyum kecil, teruslah sakit kepala mungkin terkena stroke juga lebih baik.


"Aku tidak bisa berjanji cepat, aku sedang di LA sekarang, ke Chicago juga. Sekitar seminggu jadwalku mungkin baru kembali ke New York." Sebenarnya dia di NY sekarang, hanya menyiratkan dia malas menolong mereka walaupun dia sudah membual dia bisa melewati birokrasi apapun asal bossnya disuap mahal untuk mengerjakannya.


"Kalau begitu kami akan ke LA, kau di LA sampai kapan, kami benar-benar perlu bantuan sekarang. Ini agak mendesak Louis, jika lebih lama lagi bisa-bisa mereka membekukan semua rekening kami." Nampaknya mereka benar-benar tersudut.

__ADS_1


"Begini saja, kupangkas jadwalku ke Chicago, 3 hari lagi kita bertemu. Kamis malam bagaimana?"


"Baiklah, Kamis malam oke. Kabarkan dimana kau ingin bertemu. Kami perlu bantuanmu menyelamatkan yang tersisa sekarang."


"Iya, baiklah. Kamis malam kita bicarakan semuanya." Terlepon diputus dengan Louis yang mengembangkan senyum lebar. Dia langsung menelepon Kimberly lagi.


"Kim, bilang pada mereka untuk membekukan beberapa rekening lagi dalam dua hari ini. Beri mereka sakit kepala yang membuat mereka lebih menderita lagi, aku sudah menerima telepon dari mereka untuk permintaan bantuan. Kamis aku akan bertemu mereka."


"Baiklah, aku akan memberi tahu pada mereka. Kau bisa mengatur perekaman pertemuan atau kau perlu bantuan kami?" Kimberly masih di IRS, sementara dia sudah pindah.


"Tidak, peralatanku lebih canggih darimu Kim, tenang saja. Kau pasti dapat apa yang kau inginkan."


"Iya nampaknya ini akan berjalan sesuai dengan rencana kita." Rencananya mereka akan memaksa para bawahan setia Alberto Tosar mendakwa bossnya sendiri dengan rekaman pertemuan dengan Louis.


Sehingga Louis sendiri hanya akan berpura-pura menolongnya. Tapi nyatanya pertemuan itu sebenarnya hanya untuk meminta uang dan sisanya akan digunakan untuk mengancam bawahan Alberto untuk melawan Alberto sendiri. Dijamin di umurnya ke 55 ini dia tidak pernah keluar dari penjara lagi, karena di dakwa di dua negara.


"Jangan lupa berhati-hati. Jangan terlalu ceroboh walaupun kau ingin membalaskan dendammu padanya."


"Aku tahu. Jangan mengkhawatirkanku." Tidak, dia tidak akan mati sebelum melihat Alberto Tosar membusuk di penjara.


...****************...


Kamis malam, Louis memilih kantornya sendiri sebagai tempat pertemuan, Kimberly melapor dia sudah berhasil membekukan empat rekening lagi. Sangat bagus, muka Alberto sangat terganggu ketika mendaratkan kakinya di kantor Louis.


"Tuan Alberto, selamat malam. Bagaimana kabar Anda, nampaknya tidak begitu begitu baik." Jika bisa dia ingin menertawakan Alberto Tosar sambil menunjuknya sebagai pec*undang.


Alberto Tosar datang bersama Daniel tangan kanannya yang pertama kali di dekati Louis, satu orang lagi dia kurang kenal siapa, tapi melihat wajahnya yang agak mirip nampaknya orang ini punya hubungan keluarga dengan Alberto.


"Anda benar saya memang sedang kacau sekarang, ruang gerak kami sangat dibatasi."

__ADS_1


"Kemungkinan Anda sudah diincar jika begitu?"


"Sangat mungkin, mereka bergerak sangat cepat membekukan rekening kami, walaupun keterlibatan saya tidak akan bisa dibuktikan, tapi kehilangan banyak uang membuat saya sakit kepala." Alberto menghela napas panjang.


__ADS_2