TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA

TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA
SEASON 4 Part 49. Disastrous Lesson That You Never Forget 2


__ADS_3

Dengan matanya Shiori mengawasi gadis itu.


"Richard apa yang akan kau lakukan?" Sementara Richard sibuk dengan ponselnya.


"Minum." Dan tetap tenang tidak melakukan apapun. "Kau tak usah melihatnya terus, aku tak akan melakukan apapun disini. Jika kau melihatmu dia akan menemukanmu dan rencanaku kacau. Jadi berusahalah tak terlibat sayang." Richard tersenyum padanya, sementara Shiori merasa dirinya terlibat suatu tindakan kejahatan yang menegangkan.


Sebuah laporan dari ponselnya.


'Ada Julie di sini. Kau mengundangnya boss? Arah jam 3 dari tempatmu baru saja masuk, sudut baju hitam. Tapi nampaknya dia bertemu orang lain. Tapi bukan orang Jepang, Kaukasian sekitar 40 tahun.'


'Julie?'


Kenapa dia bisa di sini. Dia mengikutiku ke Tokyo?!


'Kuserahkan wanita itu padamu. Aku akan pergi dari sini. Aku akan memancingnya kau lihat apa dia mengikutiku. Kalau tidak gantian aku yang mengikutinya. Coba ambil foto siapa yang ditemuinya. Kita akan mencari tahu siapa itu.'


'Mengerti boss.'


"Shiori, kau harus pulang. Ada yang harus kukerjakan. Nanti tunggu saja kabar dariku oke."


"Baiklah."


"Kuantar kau keluar."


Richard mengantarkan gadis itu pergi. Dia menunggu laporan apa Julie mengikutinya.


'Sir dia tidak mengikutimu, berarti dia memang tertangkap di sini. Entah itu dia ingin kau melihatnya atau itu kebetulan.'


'Kurasa tidak ada yang kebetulan. Kita akan mengurusnya nanti, yang satu ini dulu."

__ADS_1


Sementara Richard menelepon Nathan.


"Kau bilang Julie itu salah satu orang yang harus kita waspadai?"


"Iya."


"Kenapa?"


"Entahlah, kurasa dia sengaja muncul di depanku belakangan, kau sudah mengecek latar belakangnya? Sekarang dia muncul di Tokyo."


"Latar belakangnya sayangnya bersih. Lucy sudah mengeceknya dengan teliti. Dia seperti yang di ceritakannya, anak pemilik jaringan hotel BlueSky. Tapi aku tak tahu kenapa dia sering muncul di depanmu. Mungkin kau terlalu menarik."


"Jangan mengarang cerita."


"Mungkin ini saatnya bagimu memancingnya. Mungkin kau menemukan sesuatu yang menarik. Ingat kau diluar itu citranya bersih. Citra kita bersih... Kecuali aku memang dari keluarga bermasalah.."


"Aku sedang perlu menghajar putri Yakuza dulu, nanti kupertimbangkan."


"Orang Jepang, tenang saja, Hisao juga tahu, dia bukan siapa-siapa. Dia menghajar temanku, aku perlu bantuannya juga sebagai informan sedikit."


"Baiklah, terserah padamu. Yang penting kau berhati-hatilah terhadap Julie."


Saat gadis itu menuju bagian belakang, Ben dan Antonio dan timnya berhasil menyergapnya . Suasana pub yang penuh dan remang-remang berhasil menutupi aksi mereka saat membius gadis itu. Mereka memakaikannya wig pendek, topi, menganti bajunya dan membawanya keluar tanpa ada orang yang mengenalinya.


Dalam sejam kemudian mereka sampai di sebuah rumah yang merupakan markas operasi mereka.


"Tutupi wajah kalian. Aku tak mau kita dikenali. Berikan aku pistol."


"Sir, kau mengunakan pistol?"

__ADS_1


"Hanya mengancamnya sedikit." Ben menyerahkan senjata yang ada di rumah itu.


Mereka mengikat wanita itu di kursi. Sebelum Ben menepuk wajahnya. Tidak bangun, dia setengahnya dalam pengaruh obat.


"Siapkan reverse pengaruh anestesinya." Sebuah obat bernama Ritalin di suntikkan, obat itu mempunyai efek seperti menyuntikkan adrenalin ke otakmu dalam sekejab.


Membuat Yuna Aize tersadar dalam hanya hitungan menit dan bisa berpikir dengan jernih.


"Kau sudah bangun. Kau tahu dimana ini Tuan Putri."


"Siapa kalian?! Lepas! Ban*gsat" Hal pertama yang dilakukannya adalah berteriak dan menyumpah kepada semua pemakai topeng yang mengelilinginya. Richard tidak mengerti penerjemah mereka mengatakan apa yang dikatakannya.


Tapi sebuah tamparan keras langsung dari Richard membuat pipinya pedas. Selanjutnya Richard mengambil kursi duduk di depannya.


"Aturan dari pembicaraan ini adalah aku bertanya dan kau menjawab. Kau bisa dengar itu bit*ch!" Langsung diterjemahkan oleh orang Hisao yang dibawanya.


"Kalian tak tahu siapa aku, kalian akan ..." Belum selesai dia bicara, Richard memberi tanda, sebuah tamparan menyasarnya lagi. Kali ini Ben dengan senang hati mengambil alih.


"Bangsat! Kalian..." Dan satu tamparan lagi oleh Ben.


Yuna Aize terdiam sekarang. Nampaknya dia baru mengerti sekarang, aturan di sini ditentukan oleh penyanderanya. Dia tak berani membuka mulut lagi sekarang. Dan bagi Richard semangkin banyak dia menamparnya semangkin dia bisa membalaskan kelakuan barbarnya pada Shiori.


"Nampaknya kau sudah belajar. Bagus, kita bisa mulai ke langkah selanjutnya, sekarang jawab pertanyaanku dengan jujur atau kau akan kuhajar jika berani berbohong.


"Apa kau yang memukul Shiori kekasih Ryohei Matsumoto tiga bulan lalu." Diterjemahkan dan langsung dijawab dengan lantang oleh Yuna Aize.


"Tidak!" Sebuah tanda diberikan dan Ben bergerak menamparnya lagi.


"Aturan kali ini adalah jawablah pertanyaanku dengan jujur bit*ch." Richard berhenti, Yuna Aize yang sudah empat kali ditampar bolak balik itu sudah akan menangis. Tapi tebak air mata buaya tidak akan berpengaruh pada Richard.

__ADS_1


"Kita ulangi sekali lagi. Apa kau memukul Shiori Takada tiga bulan yang lalu."


"Aku akan membunuh kalian! Lepas!" Ben dengan otomatis menghajarnya lagi tanpa disuruh. Kali ini pistol itu keluar.


__ADS_2