TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA

TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA
SEASON 4 part 34. Yakuza Territory 1


__ADS_3

POV Ryohei



"Kau sudah sangat berani Yuna."


"Ohhh Tuan Ryohei Matsumoto yang terhormat. Kebetulan sekali kau meneleponku. Kalimat pertama kau langsung mengancamku. Tak bisakah kau bersikap lembut sedikit." Di seberang sana dia tertawa cekikikan, dasar wanita gila. Dia tak pernah kehabisan akal membuat orang lain marah. Aku menyesal pernah mengenalnya.


"Kau menyangka kau akan bisa lolos dari ini. Kau berani menyentuh putriku, kau akan tahu apa yang bisa kulakukan padamu."


"Putrimu, pacarmu si kacamata itu aku tak perduli. Dan aku tak tahu apa yang kau bicarakan Ryohei. Kau sudah menghancurkan karierku, apa lagi yang kau mau."


"Kau tunggu saja bagaimana aku membuatmu tahu. Kau pikir dengan latar belakang keluargamu kau bisa meneror orang seenaknya. Sampai kau bisa menyuruh orang menabrak mobil putriku, memukul Shiori, atau merusak propertiku. Akui perbuatanmu ke polisi atau seluruh keluargamu akan membayarnya."

__ADS_1


"Ryohei-san, kukira kau menuduh orang yang salah. Aku benar-benar tak tahu apa yang kau bicarakan." Dia tertawa ngakak, yariman (pel*acu*r) ini akan membayar tingkahnya.


"Peringatan terakhir buatmu. Pilihanmu." Kututup telepon yang membuatku ingin datang kesana dan menudingnya sendiri.


Polisi menerima laporan. Aku dan pengacaraku telah memasukkan tuduhan seterang-terangnya soal ini dan menuding langsung siapa yang terlibat, walau polisi telah mengatakan akan mencari bukti terang, aku merasa belum cukup.


"Miyano-san, aku ingin bertemu dengammu." Miyano adalah seorang okabun geng yang cukup besar, sering kujadikan backup di proyek-proyek konstruksi di seluruh Jepang.


Proyek konstruksi sering di jadikan sebagai sasaran mendapatkan keuntungan oleh kelompok Yakuza sejak dulu, mereka akan mengeluhkan suara bising, debu, kerusakan yang terjadi, menggangu proyek, dan meminta kontraktor menyewa pengatur jalan dari mereka dengan gaji yang tidak masuk akal.


"Aku ada di Shinjuku Ryohei-san, datanglah ke sini. Kutraktir kau minum."


"Ahh iya, kirimkan alamatmu Miyano-san, ada sedikit yang ingin kubicarakan denganmu."

__ADS_1


Aku menuju Shinjuku khususnya Kabukicho, pusat bisnis Yakuza di Jepang. Ini tempat pesta mereka, pusat industru hiburan malam, prostit*usi dan semua orang menganggap mereka penguasa di sini. Jika kau punya bisnis disini kau harus membayar.



"Ryohei-san, senang kau mengunjungiku." Aku sampai di salah satu bar di sana. Dua orang nampak menyertainya, aku tak mengenalnya, mungkin temannya.


"Miyano-san, kita memang sudah lama tak bertemu. Kau terlihat penuh semangat." Aku menyalaminya duluan karena dia yang ku kenal baik.


"Begitu juga kau. Ini temanku, Ikuta Toma, Ken Yamashi. Saudara-saudara ini Ryohei Matsumoto, pemilik Matsumoto Construction, boss besar."


"Kakak Ryohei senang bertemu denganmu." Mereka membungkuk padaku duluan.


"Senang bertemy Toma-san, Yamashi-san."Aku membalas bungkukan mereka.

__ADS_1


"Bagaimana perkembangan kasus di Osaka. Polisi sudah mendapatkan petunjuk?" Miyano bertanya padaku.


"Mereka sudah mendapatkan wajahnya. Tapi walaupun mereka mendapatkannya aku tak yakin mereka akan mengaku atau tahu siapa yang menyuruhnya." Cecunguk-cecunguk kecil di bagian pelaksana seringkali tak tahu siapa kakak yang menyuruh mereka, untuk memutuskan lingkaran kontak ke posisi lebih tinggi. Tapi mereka dibayar dengan pantas sebagai kompensasinya.


__ADS_2