TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA

TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA
Part 49. Kencan Yang Terganggu


__ADS_3

Buat yang belum tahu, visual cowo-cowo kemarin itu ceritanya ada di I HATE MY BOSS ya, Daniel- Playboy 4 Musim, Nicholas-Brewok, Kevin-Kuya Batok, sama Oscar-Papa Bear. ERWIN pengacara yang selalu disebut itu ada di LAW FIRM SERIES. Itu saja selamat membaca



\=====****=======


POV Derrick.


Tata itu cantik tentu saja, tak ada yang mengatakan sebaliknya. Rambutnya yang lurus sekarang ditata agak bergelombang, agak messy, dia tambah cantik. Dengan casual dress  melambai warna dominan pink muda itu dia terlihat mempesona. Aku harus mengingatkan diriku tak melihatnya terlalu lama.


“Kenapa? Ada yang salah?” Dia memergokiku menatapnya sekarang, setelah  masuk ke mobil dan membereskan seat beltnya.

__ADS_1


“Ga.”


“Cakepan  siapa? Aku atau si stoberi.” Aku tertawa ketika dia tanpa takut-takut memegang lenganku, menyisipkannya seperti dia sudah memilikiku. Belum apa-apa dia sudah memanggil Cherrie dengan stroberi , itupun diilangin ‘r’ nya jadi stoberi. Jika mereka bertemu Tata akan mencakar Tuan Putri Wong itu. Bisa-bisa  perang keluarga yang sudah lama padam itu berkobar lagi.


“Cakepan adek Koko lah, stoberri buat jus aja.” Sekarang dia memonyongkan bibirnya.


“Stoberri itu sepertinya sangat nyebelin, pokoknya Koko jangan ketemu dia lagi.”


“Hmm...”


“Tata, Koko serius. Bilang dulu jangan sebut nama keluarga kamu kalau entah gimana kalian ketemu.”

__ADS_1


“Oke aku gak nyebut nama Papa. Tapi kalo dia berani pegang-pegang Koko aku gak akan tinggal diam.” Sialnya si Cherrie bukan orang yang sesopan itu. Dia terbiasa hugging, touching terang-terangan orang yang dia suka. Dia masih penasaran padaku sampai sekarang. Tadi dia bertanya lagi padaku kapan kami bisa bertemu, mengajakku makan siang yang kutolak dengan alasan aku masih di luar kota, minggu depan somasi  ganti rugi  akan di layangkan ke SCI, bersamaan dengan itu beberapa kreditur bermasalah sudah bersepakat tidak akan memberikan opsi re-scheduling lagi, akan ada sakit kepala menimpanya di minggu depan walau dia punya uang.


“Gak mungkin ketemu lah, kita sebenarnya berseberangan kepentingan.” Aku menganti topik  pembicaraan. “Kamu gak jalan sama Andreas?” Dia melihatku,  mungkin kesal karena aku masih bawa-bawa si Andreas. Aku sebenarnya menunggu apa dia serius dengan perasaannya padaku, mungkin dia saat ini hanya ingin  seseorang menemaninya bagaimanapun dia baru kehilangan Ibunya, aku tetap ada disampingnya, akan tetap pada status Koko, tidak mengatakan apapun padanya walaupun dia kadang terang-terangan menganggapku miliknya, sebisa mungkin tidak terlalu sering beredar di sekelilingnya, tidak terpengaruh dan membuatnya berpikir aku menyukainya, banyak lagi yang akan datang padanya, mungkin dia nanti bertemu sesorang yang lebih menarik lalu beralih . Tidak apa, itu akan jadi haknya...


“Gak, besok  mau meeting sama dia. Paling diajak makan siang. Mau nonton apa Ko.” Kali ini dia yang langsung menganti topik pembicaraan.


“Terserah, coba liat.”


“Ohh ini aja, aku belum liat film action yang ini.” Dia memperlihatkan sebuah poster film.


“Oke, yang itu boleh.” Kami sampai dengan  cepat ke mall yang  kami  tuju kemudian. Kami berjalan bersisian masuk, sebelum kurasa seseorang mengamit lenganku. Seperti biasa dia berpura-pura itu bukan hal yang perlu diributkan, dan kali ini dia tak minta izin lagi. Aku meliriknya.

__ADS_1


“Aku boleh gandeng kan, apa stoberi aja yang boleh gandeng for fun.” Dan dia membalasku dengan sarkasme berlebihan tanpa takut-takut.


__ADS_2