TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA

TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA
SEASON 4 Part 25. Sayuri Tought


__ADS_3

POV Ryohei


"Papa, menurut Ayah kak Shiori cantik?" Aku menoleh dengan heran ketika putriku menanyakan pertanyaan yang tidak biasa itu.


"Tentu, dia cantik." Aku menjawabnya namun mataku tetap ke jalan.


"Kenapa Papa tak mengajaknya kencan. Papa bilang dia cantik." Sekarang aku tertawa, apa yang ada di pikiran putriku ini. "Dia juga mengatakan Papa tampan."


"Apa lagi yang kau tanyakan kepada Kak Shiori?" Aku jadi tertarik pada pembicaraan mereka.


"Ya tidak banyak, hanya menanyakan apa menurut Kak Shiori Papa tampan. Apa dia menyukai Papa, dia mengatakan kalian hanya teman, tidak ada yang lain. Ya tapi itu wajar karena Papa memang memperlakukannya sebagai teman. Kurasa jawabannya tak salah. Kenapa Papa tak mengajaknya kencan." Dia memasang wajah berharap seakan semua itu hal semudah membalikkan telapak tangan.



"Kak Shiorimu itu punya limit tinggi, Papa rasa dia tidak menyukai pria Jepang." Aku teringat pembicaraannya dengan kencan butanya itu. Kurasa dia meyukai pria Kaukasian karena dia lebih terbiasa bergaul dan punya standar seperti mereka sepanjang hidupnya.


"Apa Papa menyukai Kakak Shiori? Aku setuju kalau Papa menyukainya. Kenapa Papa tidak berusaha dulu."

__ADS_1


"Apa yang sebenarnya sedang kau usahan, menjodohkan Ayah dengan Kakak Shiorimu itu."


"Daripada Papa terlibat dengan wanita gila, artis seperti Yuna. Aku membaca lagi berita tentang Yuna, video perselingkuhan itu di sebuah resort Hanoi, Papa kunjungan kerja pernah ke Hanoi bukan, lalu Kak Shiori dipukul oleh Yuna sampai masuk rumah sakit. Kesimpulannya entah bagaimana mungkin saat kunjungan ke Hanoi itu Kakak Shiori memergoki masalah itu bukan?!"


Aku diam. Aku tak tahu dia bisa menyimpulkannya dari potongan kejadian yang di dengar dan dilihatnya.


"Papa, aku benar bukan?" Sekarang Sayuri mengejarku.


"Ya kurang lebih begitu." Aku harus mengakuinya akhirnya.


"Jika Yuna itu berani menganggu Kakak Shiori lagi, akan kucari dia dan kulempar telur ke wajahnya. Kak Shiori sampai masuk rumah sakit Papa? Apa lukanya parah."


"Jahat sekali, kenapa Papa bisa punya pacar sejahat itu?!"


"Iya Papa salah. Itu Papa akui, tapi yang kemudian menyebarkan berita itu juga Papa untuk membalaskan sakit hati Kakak Shiorimu. Tenang saja masih ada usaha yang dilakukan untuk menemukan orang orang yang menjadi pemukul Shiori."


"Begitu." Dia diam tapi kemudian bertanya lagi. "Jadi apa Papa menyukai Kakak Shiori, sepertinyq Papa baik padanya?" Dia mulai mendesakku lagi.

__ADS_1


"Kau ini, Papa tak tahu. Tidak semudah itu..." Apa aku menyukainya. Entahlah, mungkin. Tapi selama ini kupikir dia gadis yang sulit didekati.


"Papa, daripada kau terlibat dengan wanita-wanita cantik yang mengejarmu karena uangmu, Kakak Shiori jauh lebih baik. Dia sopan, punya karier cemerlang, pintar, dan dari keluarga yang baik Papa. Dia teman bicara yang menyenangkan." Putriku memujinya setinggi langit.


"Ya tapi terserah Papa, ... yang menjalaninya Papa. Bukan aku. Jika Papa memang menyukainya jenapa Papa tak berusaha dulu. Gadis-gadis itu kalau diperhatikan pasti merasa tersanjung, orang-orang Kaukasian itu memang romantis, apalagi Italia. Tapi Papa juga baik hati, itu saja inti menjadi romantis. Jika Papa bersikap manis, menunjukkannya dan memperhatikannya."


"Dia tak menyukai orang Jepang."


"Benarkah, memang Papa pernah bertanya padanya? Semua Mama teman-temanku mengatakan Papa tampan, tidak ada yang tidak menyukai Papa. Kenapa Papa tak mencobanya dulu."


"Papa tak tahu, beri Papa waktu untuk memikirkan perkataanmu."


Akhirnya dia tidak memaksaku lagi.


"Semoga kalian berjodoh Papa. Aku pendukung terbesar kalian."


Putriku kali ini maju sendiri mengajukan seseorang untukku, walaupun Shiori sendiri tidak pernah menunjukkan tanda dia tertarik padaku.

__ADS_1


\=\=\=\=\=


__ADS_2