TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA

TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA
SEASON 4 part 43. Seeking Companion 2


__ADS_3

POV Ryohei


"Ryohei-san, aku dan Hisao akan makan malam hari ini, aku sudah bicara padanya kau ingin minta tolong. Dia bilang kau bisa datang." Akhirnya aku bisa bertemu dengan seseorang yang nampaknya bisa menolongku menangani gangguan ini.


"Saya mengerti, apa dia menyinggung persoalan kami sebelumnya."


"Tidak, tapi mungkin dia ada kerjasama yang dia ingin rundingkan denganmu. Bagaimanapun bisnis kalian ada dì bidang yang sama."


Dan akhirnya sore ini aku bertemu dengan Hisao Yamada lagi.


"Hisao-san, terima kasih sudah bersedia menemui saya."


"Brother Philip bilang kau punya masalah dengan beberapa pihak di sini. Duduklah, kita sambil makan malam santai saja."


Nampaknya dia sudah menganggap masalah kami hanya masa lalu. Karena kau akupun setelah itu tidak menggangu mereka lagi.


"Aku mendengar soal Mikako Tabe, ternyata dia berselingkuh dengan pacarmu di Hanoi, menghajar orang yang melihatnya, sekarang berani mencederai putrimu, sungguh berani, memang wanita itu gangster."


"Dia sampai berani mengusik putriku, ku tak akan tinggal diam. Aku minta bantuanmu, Derrick-san memberikan aku nomor penanggung jawab bisnis keamananmu, aku meminta mereka untuk melindungi putriku dan kekasihku untuk sementara. Tapi gangguan mereka tidak akan berenti, orang-orang mereka membuat kerusakan di workshopku di Osaka dan Tokyo. Aku bersedia membayar biayamu daripada harus membayar mereka."


"Hmm jika sudah jelas begitu. Kita tak perlu memakai kekuatan sendiri, cukup memakai peraturan pemerintah saja. Aku akan menghubungi seseorang di kepolisian agar mereka lebih serius mengumpulkan bukti soal ini, soal Wakai dan Nagashira, orangku yang akan mengancamnya tidak ikut campur. Tapi soal Wakashira kau bereskan sendiri dengan orang yang bisa kau andalkan. Kau punya group tukang pukul bukan, jika tidak bagaimana kau mengatur proyekmu."

__ADS_1


"Aku punya, tapi mereka tak berani karena menghadapi Wakai dan Nagashira juga. Bagaimanapun Yuna Aize sekarang jadi pacar anaknya oyabun Wakai."


"Oyabun Wakai tak akan berani membantahku."


"Saya mengerti, terima kasih atas bantuan Yamada-san."


"Sekarang kita ke bisnis." Ternyata dia meminta bantuanku untuk beberapa armada untuk pelayaran trans benua. Nampaknya dia sedang mengalami ledakan pengiriman, butuh armada cepat dalam bulan ini. Demi keselamatan putriku aku harus mengusahakannya walaupun mungkin aku harus membatalkan dan mengatur ulang beberapa jadwal dengan klien.


"Saya akan mengaturnya, entah dari saya atau saya mengusahakan dari orang lain saya akan memastikan ketersediaannya. Kirimkan jadwalnya saja Hisao-san." Aku sangat lega dia bersedia melupakan perselisihan kami di masa lalu.


"Jadi akhirnya yang di aniaya mantanmu itu sekarang jadi kekasihmu?"


"Saya sebenarnya merasa sangat bersalah pasa Shiori, tapi ternyata putriku sangat cocok dengannya, kemudian barulah kami berkenalan lebih jauh. Jadilah kami menjalin hubungan sampai sekarang. Bagi saya pertimbangan putri saya sangat penting."


"Mungkin kau benar soal itu."


Pembicaraan itu lebih santai kemudian. Nampaknya jalan untuk mengatasi ini lebih terbuka sekarang.


Dalam beberapa hari kemudian aku dikonformasi sudah ada pembicaraan bahwa Wakai dan Nagashira tidak akan berani membantu Yuna Aize, jadi sekarang aku menelepon Yuna.


"Apa maumu?" Dia langsung memulai dengan memojokkanku.

__ADS_1


"Wakai dan Gashira tak akan membantumu lagi memprovokasiku. Aku sudah punya kunci mengatur mereka, kuperingatkan padamu, jika kau berani menambah masalah lagi. Akan kukirim seseorang untuk membalasmu langsung. Kau tak akan mendapatkan apa-apa dariku, aku lebih baik membayar orang untuk menghancurkan bisnis Ayahmu."


"Kau pikir kau bisa mengatur Oyabun? Kau membuatku tertawa."


"Aku memang tak bisa. Tapi ada yang bisa, mereka hanya oyabun kecil dibanding dengan orang yang menjadi temanku. Kalau kau ak percaya sihlakan coba ajak mereka membuat kerusuhan lagi. Tak akan mungkin mereka mau."


"Omonganmu besar sekali."


"Serahkan dirimu ke polisi dan mengakulah kau memukul Shiori, aku anggap kita impas karena aku juga membuatmu malu. Jika tidak aku akan menyeret semuanya termasuk Ayahmu. Lagipula kau akan mendapat hukuman jauh lebih ringan."


"Ohh aku tak terlibat apapun. Tak usah menjebakku mengakuinya."


"Kau memilih jalan yang sulit ternyata. Tunggu saja aku menyeretmu dan Ayahmu." Ini ancaman terakhir, setelah ini aku akan membuatnya menjadi musuh abadi dan membawanya ke penjara.


"Kau pikir uangmu bisa mengatur segalanya Ryohei-san."


"Aku melepasmu baik-baik tanpa insiden, tapi kau sendiri yang mencari masalah dengan membuat cedera Shiori. Kau yang berpikir kau bisa melakukan segalanya dengan bantuan Ayahmu."


"Laki-laki arogan." Ini adalah debat kusir tak berkesudahan. Percuma saja melanjutkan ini. Aku menutup teleponnya.


"Kuberi kau seminggu Yuna. Ingat itu."

__ADS_1


Sebenarnya jika dia mau dia bisa minta maaf dengan sungguh-sungguh ke Shiori, dan mengatakan dia menyesal tapi tebak, membayar semua biayanya. Tapi tebak, itu tak akan mungkin terjadi.


__ADS_2