TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA

TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA
Part 48. Jangan Marah


__ADS_3

“Oke, lanjutkan ya. Inget jangan spill out nama saya. Pokoknya saya mau bersih.” Sekarang aku penasaran .


“Ko  tadi kayanya Koko ngomong Cherrie, Cherrie anak selingkuhan Papa? Ada berantem sama dia?”


“Boss  Koko ama Groupnya Cherrie memang ada saingan. Terutama di proyek tambang dan energy.”


“Lagi mau ngejatuhin perusahaan dia?”


“Ya gitulah.”


“Cherrienya masih ngejar Koko ya.” Yang ini pertanyaan penasaran karena aku pernah mendengar Tante Yun Lan mengatakannya.


“For fun.” For fun? Apa artinya. Aku takut nanya, tapi penasaran, pikiranku macem-macem soal kata for fun ini, maksudnya for fun adalah...


“Maksudnya for fun apa Ko?” Dia diem, ini personal, jangan-jangan dia dan Cherrie pernah...


“Sudahlah apa gunanya dibahas, ...”Sudah kuduga dia gak mau ngebahas masalah pribadinya. “Tapi dia di Jakarta sekarang, megang perusahaan sini, kalau kamu satu saat ketemu dia  jangan sampai dia tahu kamu anak Arnord Lam.”


“Kenapa dia tak boleh tahu aku anak Arnold Lam?”


“Karena dia gila kalau cari masalah ke orang, dulu dia anak manja Mama Papanya, bakal cemburu buta kalo orang menang dari dia, nyentuh barang yang diinginkannya...”


“Eww... Tuan Putri  banget.”


“Pokoknya  kalau satu saat kamu ketemu sama dia jangan bilang kamu anaknya Arnold Lam.” Wah semankin dilarang aku semankin penasaran. Lagipula dia ngejar Koko, gak ada aturan aku harus ngalah sama dia. Lagipula dia bukan anak Papa. “Tata, denger gak. Jangan sampai dia tahu kamu anak Arnold.”

__ADS_1


“Iya.” Aku iya di mulut, tapi gak mungkin aku ngalah sama Cheerie stoberi itu nanti, coba aja dia berani pegang Koko didepanku. Kulayani dia. “Kok Koko bela dia sih,mentang-mentang pernah jadi pacar ya...”


“Bela gimana. Aku gak pernah pacaran sama dia.”


“Kenapa aku mesti takut sama dia.”


“Bukan takut Tata, gak ada gunanya berantem sama orang nekat begitu.”


“Iyakah.”


“Iyalah,...”


“Tapi Koko kan tadi ngomong sama dia di telepon, yang bahasa Canton, itu Cherrie, dia nyari Koko kan. Kenapa gak di blok aja nomor dia.”


“Lain kali bilang kalau Koko sudah punya pacar beres! Ngapain terima-terima telepon dia.” Ko Derrick senyum-senyum,... “Apa senyum-senyum. Makan cepetan, udah tahu cewe gila masih diterima aja teleponnya, laen kali sini gue yang terima.” Aku merepet tanpa titik koma.


“Judesnya.” Aku  diam sekarang, sadar aku kelewatan tadi karena sebal membayangkan Cherrie stoberi pengen ketemu sama Koko ‘for fun’. Padahal aku bukan siapa-siapa dia.


“Ayo makanlah.” Aku mengajaknya makan kemudian. Tidak mau berkata keras lagi padanya, berusaha bicara hal lain diluar  masalah stoberi itu. Walau  masih saja kesel membayangkan cherrie stoberi pernah pegang-pegang Koko.


“Mau nonton gak?” Setelah makan, dia tiba-tiba dia ngomong sesuatu yang bikin aku senyum lagi.


“Koko mau ngajak nonton?” Pertama kali aku diajak nonton. Surprise. Langsung sumringah.


“Gak, nanya doang.” Dan kulayakan bogem sekuat tenaga ke lengannya padanya. “Sakit...barbar you ya.” Dia mengelus lengannya, aku balik badan mau naik ke kamar. “Hei..hei...mau kemana.” Dia memegang tanganku.

__ADS_1


“Mau tidur siang! Lepas!”


“Ini jam 11 siang.”


“Bodo isshh!”


“Jadi gak nontonnya.”


“Gak!” Dia tertawa dengan jawabanku, aku berusaha menarik tanganku, tapi tenagaku bukan tandingannya.


“Ayo nonton, gak usah marah-marah lagi. Koko baru free akhir minggu ini. Ke mall ayo, nonton, jalan-jalan, beli kue, makan, beli es-krim. Sekarang serius.” Aku mengulum senyumku. Kenapa dia tiba-tiba ngajak nonton, apa ini berarti kencan? Atau cuma jalan-jalan biasa. Apapun itu aku boleh berdandan bukan.


“Ya  udah mau mandi dulu, tadi abis beres-beres, panas, jam setengah satu ke sini lagi.”


“Ya udah setengah satu Koko klakson di pager.”


“Oke.”


Cherrie stoberi, Koko Derrick ngajak gue nonton. Lu, kelaut aja....!


💜💜💜


Jangan lupa vote komen gift dan jempolnya yaaa


Makasih banyak

__ADS_1


__ADS_2