TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA

TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA
SEASON 4 Part 11. Hanoi 6


__ADS_3

POV Shiori



Namaku Shiooo-ri , 😘😘


bukan Sao- ri ya 🤣🤣


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Aku bangun dengan perasaaan lebih baik dari semalam. Nampaknya aku bisa makan lebih banyak hari ini setelah seharian hanya bisa makan bubur saja dan menyia-nyiakan makanan enak yang ada.


Dan masalah dengan Yuna seharusnya sudah selesai seperti kata Tuan Derrick.


Aku sudah bersiap untuk keluar. Seseorang mengetuk pintuku. Aku mengintip sedikit, ternyata Tuan Ryohei.


"Ryohei-san?" Aku membuka pintu melihatnya.


"Saya hanya ingin minta maaf pada Anda."

__ADS_1


"Oh tak apa. Saya hanya binggung bagaimana mengatakannya. Derrick-san sudah mengatakannya pada Anda."


"Saya melihatnya sendiri di rekaman kamera keamanan. Maaf Yuna sudah mengancam Anda, jika dia berani mengatakan satu kata lagi pada Anda, saya yang akan menghadapinya sendiri." Ohh ternyata Tuan Derrick bisa membuat akses ke kamera keamanan , aku tak memikirkan itu.


"Iya, nampaknya semalam tenang-tenang saja. Tak ada yang mengamuk di kamar saya. Tak apa Tuan Ryohei. Saya juga tak akan mengatakannya pada yang lain, tenang saja tak ada skor kredit yang berkurang." Aku mengajaknya bercanda. Dia tertawa kecil.


"Anda nampaknya sedang bersiap-siap, kalau begitu nanti kita bertemu di restoran saja. Shiori-san sudah baikan?"


"Jauh lebih baik hari ini." Aku tersenyum untuk perhatiannya.


"Saya tinggalkan Anda kalau begitu." Dia berbalik dan aku menutup pintu.


Pertemuan berjalan lancar hari itu, kami mencapai poin-poin yang ingin kami rundingkan. Tuan Derrick ternyata sudah pernah bertemu sang menteri, ini jadi lebih mudah di bicarakan dengan bantuannya.


Keberadaannya sungguh sebuah bantuan.


Sore hari kami sudah di tahap free meeting. Hanya kurang dari 24 jam kami pulang dari resort indah ini. Aku memanfaatkannya untuk menyusuri pantainya.


Nampaknya wanita itu sudah pergi dari sini. Aku tak melihatnya di sini. Semalam pasti ada pertengkaran dan pemutusan hubungan terjadi.

__ADS_1


Aku menyusuri garis pantai sampai ujung, nampaknya ini bukan puncak musim liburan, cukup ramai namun masih bisa menemukan bagian sepi di ujung garis pantai.


Aku membiarkan diriku berjalan jauh, menikmati pasir dan air laut yang menggelitik kakiku sambil mengumpulkan sheel kerang berwarna unik yang kutemukan dalan sebuah kantong kecil yang kubawa dari kamar hotel. Aku mengumpulkannya satu persatu, membersihkannya dengan air laut dan memasukkannya dalam bekas kantong amenities hotel.


"Apa yang akan Anda lakukan pada kerang itu?" Aku mendongak, ternyata Ryohei-san memperhatikan kegiatanku. Dia sudah dengan celana pendek dan kemeja pantainya.


"Ini, aku akan memasukkannya dalam botol kecil untuk kenang-kenangan." Aku meringis lebar. "Hobbyku memang aneh, Ryohei-san jangan menertawakanku." Dia tersenyum melihatku memamerkan hasil buruanku.


"Tak ada yang aneh, sebagian orang kadang membawa pulang pasirnya."


"Ada pasir sedikit dibawah sini, untuk alasnya,tapi aku lebih tertarik dengan kerangnya."


"Ternyata kau mengumpulkannya untuk dekorasi."


"Iya. Ini sudah cukup. Kau tidak bergabung dengan yang lain."


"Mereka di kolam renang diatas sana." Ada infinity pool besar di atas tebing hotel. Tapi aku lebih suka air laut daripada kolam.


"Kau mau duduk Shiori-san, ku traktir minum? kau sudah selesai mengumpulkan kerang?" Dia memperhatikan kantongku yang sudah terisi hasil buruanku sampai ke ujung pantai.

__ADS_1


"Ini sudah, boleh." Aku menerima tawaran baik hatinya.


__ADS_2