
POV Louis
Aku harus melakukan apapun agar dia tak muncul lagi di depan Alberto Tosar. Ini tak akan terjadi, aku tak akan membiarkan dia membahayakan dirinya lagi.
"Kimberly, kau punya data semua perusahaan yang terhubung dengan Alberto Tosar?" Dia meminta bantuan Kimberly sekarang, dia perlu melakukan kerjasama dengan Thomas Jefferson itu, sekaligus memaksanya agar tidak memasukkan Julie ke kasus lagi.
"Punya. Itu cuma link dari catatan Chelsea, dan kita sudah mengumpulkan datanya selama bertahun tahun, tapi kau harus ingat, kita tak punya bukti hubungannya." Mendengar nama Chelsea disebutkan lagi seperti merasakan pukulan di tempat yang sama berulang kali.
"Aku tahu, aku ingin catatan itu. Kirimkan padaku untuk sementara."
"Baiklah, apa yang akan kau lakukan selanjutnya. Dia bukan Chelsea, Louis. Kau tidak boleh fokus ke tempat lain, biarkan mereka jalan sendiri. Kurasa keberadaan mereka disana untuk menyadap data, kita tahu itu tak akan berhasil."
"Sudah kukatakan pada mereka. Mereka masih tetap mau mencobanya. Bagaimana jika seseorang melihat Julie dan tiba-tiba sadar wajahnya Mirip Chelsea, bisa saja dia berpikir Julie adalah saudara Chelsea dan menyelidikinya lebih jauh... Aku sangat khawatir kemungkinan itu. Aku akan melihat apa dengam data itu aku bisa membuat kesepakatan dengan Thomas Jefferson."
"Aku mengerti. Kau sudah berhasil mendekati Alberto, tetaplah fokus dengan hubungan yang sudah kau buat. Nathan sudah bilang, tarik dana mereka, boss besar akan senang jika kau bisa menarik dana mereka, dan membiarkan kau melakukan apapun. Sebenarnya dengan terlibatnya James Bond itu, kita bisa mengambil keuntungan, kita bisa memukul dan menghancurkan organisasinya dengan tangan orang lain. Sekaligus kita akan pura-pura jadi penolongnya."
Sekarang Kimberly berpikir lebih jernih dariku. Ide yang diberikannya sangat bagus.
"Kau benar juga. Kenapa aku tak memikirkan itu."
"Karena kau menganggap Julie sebagai Chelsea, hapus itu dari pikiranmu, kau harus ingat dia bukan Chelsea, latar belakangnya sempurna. Hanya 0.01% orang mungkin yang bisa berpikir dia akan dipakai sebagai spy. Mana mungkin anak orang kaya mau menempuh bahaya seperti itu dan lagi dia punya back-up sendiri. Walaupun memang ada orang bisa melihat dia mirip dengan Chelsea, kemungkinannya cukup kecil." Aku menghela napas panjang. Kimberly benar, aku terlalu terpengaruh dengan kehadiran gadis itu sehingga tidak bisa berpikir jernih sama sekali.
"Kau benar Kim. Terima kasih sudah mengingatkanku. Aku memang kacau jika melihat Julie."
__ADS_1
"Apa dia tidak membencimu setelah apa yang kau lakukan padanya?" Pertanyaan Kim membuatku meringis lebar di telepon.
"Ohh jika itu bukan tempat umum kurasa dia akan menyumpahiku habis-habisan. Sangat bisa dilihat dia ingin membunuhku jika ada kesempatan. " Kimberly tertawa ngakak.
Aku agak sedih, tapi jika dia tidak menyumpahiku aku akan lemah hati padanya. Hal yang masih bisa kutanggung, tapi jika dia memohon padaku dengan baik-baik aku tak yakin di mana aku akan berdiri.
"Begini saja, bagaimana jika kau biarkan aku yang mengurus deal dengan James Bond itu, seperti yang kubilang kita bisa menggunakan orang lain untuk memukul. Akan kupastikan dengan syarat Julie tak dilibatkan. Kau hanya perlu fokus ke pekerjaanmu. Aku akan melapor ke Nathan soal kesepakatan kita." Kimberly menawarkan alternatif daripada aku yang turun langsung mengkhawatirkan Julie.
"Mungkin itu memang lebih baik. Thanks Kim."
Mungkin, di satu sisi itu adalah sebuah kelegaan. Tapi kemudian setelah melihatnya lagi, aku jadi ingin menemuinya lagi, walaupun sadar bahwa itu akan membuat Julie dalam bahaya.
Aku harus menghindarinya. Dia bukan Chelsea, sekali lagi dia bukan Chelsea.
...----------------...
Sekarang setelah mendapat persetujuan dari Nathan dan Louis. Kimberly yang jadi penghubung dengan pihak MI6. Dia menelepon Thomas setelah mendapatkan nomor teleponnya dari Louis.
"Tuan Thomas. Saya Kimberly, saya mendapat nomor ini dari Louis Allen."
"Louis Allen? Kalian terlibat kasus Alberto Tosar juga? Baiklah aku mendengarkan, apa yang bisa kubantu. Boleh saya tanya ke Anda dari mana Anda?"
"Pihak pemerintah, saya tidak akan menyebutkan agensi karena agensi kami agak tersembunyi, anggaplah berbeda dengan organisasi resmi, walaupun kami semua berasal dari organisasi resmi." Kimberly berhenti untuk memastikan Thomas Jefferson mengerti apa yang dia katakan.
"Baiklah, Anda tidak bisa menyebutkan agensi Anda saya mengerti. Jadi apa yang Anda tawarkan. Anda menelepon saya untuk kerjasama bukan." Thomas tahu mereka berada di pihak yang sama sekarang. Jadi dia akan mendengarkan apa yang bisa di tawarkan oleh oleh gadis bernama Kimberly ini.
__ADS_1
"Saya akan mulai dengan memberitahu Anda bahwa kami sudah membidik Alberto Tosar dari lima tahun lalu. Jauh sebelum Anda mulai menyelidiki bajingan ini. Dan kami sudah di tahap kehilangan agen terbaik hanya untuk menarik satu perusahaannya jatuh, tapi tetap saja yang kami jatuhkan itu hanya antek-anteknya, dia terlatih tidak meninggalkan jejak, walaupun kami bisa menarik bawahannya pun, prinsip hukum yang dapat menariknya sebagai orang yang terlibat sangat kecil. Singkatnya jika orang ingin mendapatkan kekayaan bersamanya dia akan membuatmu mendapatkannya tapi kau harus bekerja sebagai budaknya dan menaruh nyawamu di tangannya. Tidak ada perjanjian satupun yang tertera, jika kau mengkhianatinya maka nyawamu atau keluargamu yang akan diambil. Itu cara dia bekerja. Kau tidak akan mendapatkan apapun dari penyadapan data yang kau lakukan, percayalah. Kami punya semua datanya, tapi aku tak bisa membuktikan apapun kecuali menyeret jatuh perusahaannya."
"Jadi bagaimana kalian mendapatkan data."
"Masuk ke ringnya, mencari orang kepercayaannya. Melihat kemana dia pergi, jadwal pertemuan orang kepercayaan dan mengaitkannya langsung. Karena dia tidak pernah terlihat dengan satupun yang memegang perusahaan itu. Mungkin ada, tapi pertemuan itu sendiri sangat rahasia. Dia lebih suka jadi saint, terlihat membagikan charity, hanya muncul namanya di perusahaan legalnya."
"Hmmm..."
"Kau tidak percaya, sihlakan buktikan sendiri. Tapi aku bisa memberitahumu siapa saja bawahannya yang ada di UK, kau bisa mengawasi mereka dan menarik bagian-bagiannya jatuh. Dia akan terpancing dan menjadi tidak logis, panik, marah jika kita bersama-sama menyerang, untuk menangkap ular seperti ini serangan satu arah tidak cukup. Kita perlu menyergapnya untuk memasukkannya ke kurungan."
"Lalu kenapa Louis ada di sana?"
"Kami punya cara membidik Alberto, kepala ularnya, jika dia fake saint, kami adalah fake devil. Perlu penjahat untuk berteman dengan penjahat dan membuka semua kartunya. Tapi kurasa kami tak bisa berbagi detail soal itu." Kimberly menjelaskan dengan hati-hati tapi juga mengambarkan dengan sempurna apa yang mereka lakukan.
"Aku harus bicara dulu dengan tim, lagi pula kami baru di tahap awal menganalisa data." Thomas berpikir jika benar mereka tak bisa mendapatkan apapun dari analisa data mereka, memang lebih baik melihat data apa yang mereka bisa dapatkan dari Kimberly ini.
"Baik, aku akan menunggu saja dari kalian." Tiba-tiba Kimberly ingat dia harus memastikan Julie tak muncul lagi bersama dengan Louis. "Satu lagi. Kuharap kalian tak melibatkan Julie Harris lagi disini."
"Ahh iya, kenapa kami tak boleh melibatkan Julie Harris. Aku penasaran sebenarnya."
"Agen kami yang meninggal itu mirip dengan Julie Harris dan walaupun tidak satu tim tapi Louis dekat dengannya. Kami semua khawatir pada kemungkinan Julie disangka saudara agen yang meninggal itu, jika ada yang mengenalinya, walau mungkin Alberto Tosar tidak mengenalinya, ada kemungkinan itu terjadi."
"Ternyata begitu. Aku mengerti sekarang."
"Baiklah kita anggap saja aku tak akan pernah menugaskan Julie lagi di kasus ini kau bisa tenang. Nanti aku akan meneleponmu lagi."
__ADS_1
"Baik, kutunggu kabar baik darimu." Kimberly mengakhiri teleponnya.
Setidaknya satu perundingan menemukan titik terang, Kimberly benar-benar berharap sang James Bond bisa membantu mereka memegang ekor ular, samentara mereka meremukkan kepalanya. Pekerjaan akan jauh lebih mudah jika mereka bekerja sama.