
'Help, Lantai 4, Ruangan 2.'
Sebuah pesan yang masuk ke ponselku membuatku langsung tancap gas. Aku hampir sampai ke klub yang di di datanginya. Ada apa?! Bukannya dia bilang bersama teman? Tapi dia juga bilang sebelumnya temannya itu adalah pendukung Nathan Chow.
Sial! Sesuatu terjadi karena kemudian saat aku mencoba meneleponnya dia tak mengangkat teleponku sama sekali. Bayangan terburuk langsung masuk ke pikiranku. Jika Nathan Chow terlibat, pasti dia akan melakukan sesuatu yang buruk. Ponselnya sama sekali tak diangkat!
Aku berlari cepat, bergegas menerobos pintu dan menuju ruangan yang disebutkannya, tiga orang pria terlihat mengelilingi seseorang. Mereka langsung menoleh melihatku yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan.
Salah satunya adalah Nathan Chow. Darahku mengelegak panas ketika melihat mereka mengelilingi seorang gadis, Cherrie!
"Ba*ngsat! Jadi kau! Menjauh darinya!" Aku merangsek ke depan mencengkramnya, menyingkirkan mereka dari seorang gadis yang mereka taruh di sofa panjang. Kancing blousenya sudah terbuka!
Tanpa berpikir lebih panjang lagi kulayang bogem mentah ke wajahnya, membuatnya terpental ke lantai, gadis-gadis berteriak, tapi ada dua orang yang lainnya yang harus kuhajar sekarang juga.
"Kalian berani menyentuhnya?! Kau memang ba*ngsat!" Tinjuku yang diisi kemarahanku dengan tenaga penuh itu menemui sasaran empuk rahang seseorang yang tak tahu siapa diantara ketiga orang lainnya, sehingga dia knock out dan terkapar langsung tak bangun lagi.
"Bro...sabar, aku tak terlibat, aku hanya melihat."
"Kau hanya melihat? Dan kau diam saja?!" Tak ada ampun kali ini aku menghajar matanya. Ban*gsat ini cuma melihat!
Sebuah suara membuatku awas. Nathan sedang melayangkan sebuah botol untuk mengincar kepalaku. Kutangkap pergelangan tangannya dengan tepat, dan kupuntir tangannya sehingga berbunyi. Belum cukup membuatnya terkilir, kutendang dia sehingga mukanya duluan yang membentur lantai. Kuharap hidungnya patah sekalian.
Aku menhampiri Cherrie, menutup kancing blousenya lagi dan menyelimutinya dengan jaketku.
Keamanan datang setelah ketiganya tak bisa bangun lagi. Semua orang sudah keluar ruangan dan lari. Dua orang itu berusaha bangkit. Satu KO ditempat.
"Tuan..." Langsung kupotong saja perkataannya.
"Kalian tahan mereka, kalau sampai mereka lolos. Aku akan menelepon Kent akan mengobrak abrik tempat ini!" Mereka berhenti bergerak. Tak ada yang tak tahu nama Kent di Kowloon.
Langsung ku telepon Philip, memberitahunya dan membiarkan orangnya mengurus masalah ini adalah jalan tercepat menyelesaikan masalah.
"Brother Philip!" Aku melihat Cherrie, dia tertidur, lebih tepatnya terbius tak sadarkan diri. Mereka membiusnya, dia tak akan sadar sampai besok tapi sementara ini dia akan aman disini sebentar.
"Anthony ada apa? Kau terdengar sangat gusar."
"Brother, boleh aku minta bantuanmu. Cherrie di jebak oleh teman teman Nathan Chow di sebuah klub malam di Kowloon. Belum terjadi apa-apa, tapi aku ingin bukti kejahatan mereka. Bisa kau kirim orang ke sini untuk membantuku."
"Berani sekali mereka bermain kotor! Dalam setengah jam akan ada yang membantumu, kirim alamatnya padaku." Cherry sudah aman di sofa panjang itu, sementara beberapa orang bedebah itu di tahan di pojok ruangan. Aku mendatangi mereka menyeret dua orang itu ke satu tempat. Satu orang masih pingsan.
"Nathan Chow, aku akan membiarkan kalian lolos dari ini sekarang. Kalian akan segera masuk ke kantor polisi dan Ayah kalian akan sangat bangga dengan apa yang kalian lakukan. Putra keluarga Chow, dan kau .. siapa kau?! Yang mana teman Cherrie? Aku tak perduli! Yang pasti semua yang terlibat akan kuseret sekaligus, masuk penjara karena ingin memperkosa seorang wanita. Itu akan jadi berita yang hebat besok pagi. Bagaimana pendapat kalian hah!"
"Kita bisa membuat kesepakatan Brother, aku tak menyentuhnya hanya ingin membuat dia melakukan kesepakatan dengan mengambil fotonya ... tak perlu melibatkan polisi. Brother Anthony, tolonglah kita sudah kenal lama."
"Bang*sat seperti kau itu tak bisa dipercaya, kau pikir aku percaya katamu."
"Brother Anthony, aku tak mau ini sampai ke polisi, tolonglah aku, akan kuberikan apapun yang kau mau."
"Memberikan apa yang ku mau?!" Aku tersenyum sinis. Banyak yang kumau. Tapi untuk menyelesaikan ini ada satu hal yang pasti. "Panggil Ayahmu kesini. Kita rundingkan apa yang ku mau."
__ADS_1
"Baik-baik, akan ku panggil."
Aku menelepon Paman Cherry, yang setelah kujelaskan situasinya, langsung akan datang ke Kowloon. Sementara Nathan nampak mau tak mau menelepon Ayahnya karena nasibnya masuk penjara hari ini atau menuruti permintaanku.
Kent datang tak lama kemudian. Tukang pukul kepercayaan Philip itu bisa diandalkan untuk menguasai situasi.
"Tuan Anthony apa yang bisa kubantu."
"Aku ingin kau mengamankan semua orang yang terlibat membius gadis ini, Cherrie Wong, aku akan membawa mereka semua sebagai saksi ke polisi, kumpulkan mereka disini." Ruangan karaoke besar ini cukup untuk membuat mereka membuat kesepakatan.
"Akan aku kerjakan." Kent memberi perintah ringkas dan efektif kepada 4 orang bawahannya. "Sementara itu aku membawa seseorang yang adalah junior lawyer, orang hukum, kau ingin dia mem draft kesepatakan dan menandatangani disini dia bisa mengerjakannya. Simon, kesinilah, bantu Tuan Anthony nanti."
"Ahh kebetulan sekali." Aku mengatakan apa yang kuinginkan pada junior lawyer ini.
Tak lama Manager tempat itu datang, Kent bicara padanya, sementara keamanan klub mengamankan tempat ini, lima orang wanita yang tadi ada di tempat ini kembali sebagai saksi.
"Apa yang akan kau lakukan padanya hah!" Kutepuk muka Nathan Chow. Sekaligus ingin kupatahkan giginya jika bisa. Ba*ngsat ini akan membayar mahal untuk percobaan kotor ini.
"Aku hanya ingin mengancamnya agar mundur ke Shanghai tak ikut campur urusan ini dengan mendapatkan fotonya."
"Ohhh benarkah? Tapi aku tak percaya pada ceritamu, akan kita mainkan skenario terburuk disini. Walau tak bisa memenjarakanmu lama, aku bisa membuat keluargamu tak mengakuimu lagi jadi anak. Tenang saja, Ayahmu tak akan membiarkannya pasti."
Paman Cherrie yang datang duluan melihat keponakannya terbaring tak sadarkan diri.
"Dia tak apa? Haruskan kita bawa ke RS? Apa mereka melakukan sesuatu pada keponakanku?" Cherrie masih terbius tak sadarkan diri.
"Dia terkena obat bius, mereka memasukkannya ke minumannya, dia tertidur sekarang dan akan bangun sendiri besok. Dia aman sekarang. Kita cuma menunggu efek obat biusnya hilang. Mereka tadi baru membuka kancing bajunya, dia mengaku dia akan mengambil fotonya dan memaksa Cherrie mundur ke Shanghai."
Dia berjalan kesana dan pergi mencengkram kerah Nathan Chow.
"Kau, laki-laki pengecut, menghadapi perempuan dengan cara kotor?! Otakmu itu memang kerdil! Kalah langkah lalu memakai cara kotor! Kupastikan kau akan membayar ini!" Dia mendorong dan membenturkan Nathan ke pojok tembok. "Jangan anggap dirimu laki-laki! Beraninya memasukkan obat! Ayahmu akan membayar kelakuanmu."
"Kita punya Simon , dia akan mendraft perjanjian yang bisa memaksa binatang bernama Nathan Chow dan teman-temannya itu perlu dihajar sampai kapok. Aku sudah meminta Ayahnya datang, kita harus memanfaatkan kesempatan ini untuk membuat mereka abstain atau beralih pihak di pemungutan suara. Ada beberapa orang yang punya hak suara disini. Disini ada Simon, dia akan membantu kita mendraft perjanjian yang kita inginkan agar orang-orang ini tak bisa kabur."
"Bagus, mereka memang harus membayar mahal. Cherrie sudah bekerja keras mengatur semua ini, mereka harus memindahkan dukungan, supaya malam ini juga semuanya selesai."
Ayah Nathan Chow datang kemudian. Sofa di geser ke pojok ruangan supaya tidak ada yang menggangunya dengan dua orang wanita yang tadi terlibat di ruangan ini menjaganya.
"Kau tahu konsekuensinya, aku ingin kau memindahkan dukunganmu atau aku akan melanjutkan kasus ini dan mempermalukan keluargamu sampai seluruh Hongkong tahu." Paman Chan tidak basa-basi melayani kedatangan Ayah Nathan Chow.
"Anak bodoh! Kau membawaku ke situasi ini!" Semua sudah terjadi, pihak yang kalah harus membayar. "Brother Chan kita bicarakan dulu, duduklah dulu."
"Bicarakan apa! Kau tahu pilihanmu, aku hanya akan memberikan kau pilihan itu. Keponakanku bekerja keras untuk mendukung kemenanganku dengan cara pintar, bermartabat, semua orang tahu dia jadi juru bicaraku, meluangkan waktunya bertemu semua kolega, tapi anakmu nampaknya memang tak pernah menggunakan otaknya berpikir dengan benar. Sungguh memalukan! Aku tak ada negosiasi untukmu atau malam ini juga aku ke kantor polisi dengan semua bukti ini!"
Paman Chow nampaknya emosinya sudah sampai diubun-ubun melihat keponakan yang berjuang untuknya diculasi seperti itu.
"Baiklah, aku minta maaf Brother Chow, ini membuatku malu. Anak ini membuatku malu. Aku tidak akan memberikan suaraku. Jika kau bisa memberi aku kelonggaran."
"Tidak ada kelonggaran! Hadir dan berikan suaramu padaku, atau kita semua ke kantor polisi sekarang juga! Ba*ngsat kalian! Jika tidak ada Anthony disini, entah apa yang akan terjadi... Kau tanda tangan atau tidak!? Sudah cukup! Kita ke kantor polisi saja Anthony! Orang-orang ini tak bisa diberi hati sedikitpun! Bawa Cherrie pergi dari tempat terkutuk ini. Tahan mereka semua!"
__ADS_1
Paman Chow langsung berdiri menuju pintu. Nampaknya dia sudah habis kesabarannya. Siapa yang akan tinggal diam menyaksikan keluarganya akan di culasi begitu rupa. Dia langsung memerintahkan 5 orang keamanan yang dibawa orang Philip membantu.
"Baik-baik sabar Tuan Chan, saya tanda tandatangan sekarang. Saya tanda tangan, maafkan saya. Saya akan tanda tangan dan Tuan Chan dapat suara saya....Tenang. Anda perlu tenang dulu..." Ayah Nathan Chow langsung memohon kepada Paman Chan yang sudah di batas kesabarannya, baginya tidak ada lagi negosiasi.
Akhirnya dokumen yang dibuat dalam jangka waktu hanya satu jam itu yang berisi pengakuan kesalahan, orang-orang yang terlibat, dokumentasi semua kejadian secara tertulis, ditanda tangani semua orang. Beserta dengan rekaman video pertemuan ini yang tidak memungkinkan siapapun mengelak lagii.
"Aku menunggu kau tiga bulan lagi, atau aku akan menyeret semua orang yang ada disini. Dan kau! Nathan Chow! Jangan kau berani menginjakkan kaki di kantor Shing Heng atau aku sendiri yang akan melemparmu keluar! Jelas buatmu! Kau urus anakmu itu!"
"Saya akan memastikan dia tidak akan ke Shing Heng lagi Brother. Saya pastikan."
Nathan Chow di bawa pergi oleh Ayahnya, entah dia tahu atau tidak kelakuan dan rencana anaknya itu kami tidak perduli. Sekarang bisa dipastikan dengan suara keluarga Chow, Paman Chan pasti menang.
"Anthony tolong bawa Cherrie pulang ke rumah Ibunya. Aku akan menunjukkan jalannya. Adikku sudah menunggu dengan khawatir di rumah. Terima kasih. Kami semua berhutang padamu... Tapi bagaimana kau bisa tahu dia disini?"
Kuceritakan Cherrie mengatakan padaku dia akan bertemu temannya di klub ini, aku memang berniat menjemputnya karena khawatir dia tidak menyetir karena minum dan pesan yang kemudian untungnya bisa dia kirim.
"Syukurlah anak ini memberitahumu. Nampaknya dia percaya padamu. Terima kasih. Paman dan keluarga kami berhutang padamu."
"Paman apa yang kau bicarakan, kita sudah seperti keluarga selama ini, kenapa harus ada hutang." Paman Chan menepuk bahuku.
"Aku senang kau berkata begitu. Cherrie beruntung bertemu denganmu, hidupnya dari dulu penuh dengan kebinggungan, masalah keluarga selalu menyertai jalannya. Kadang aku kasihan melihatnya, melihat dia bertengkar dengan Ayahnya sekarang, ..."Paman Chen berhenti nampaknya miris membicarakannya. "Sudahlah, ayo kita bawa dia kembali sudah malam."
"Iya Paman."
Aku membopong Cherrie yang masih tak sadarkan diri itu ke mobil Paman Chan. Dia tak terbangun sama sekali karena sudah terbius begitu rupa.
Bangsat itu berapa banyak dosis yang sudah di masukkannya. Lain kali aku akan mengurusnya rasanya bogem tadi belum cukup untuk meluruskan otak bejatnya itu.
Sesampainya di apartment Ibunya sudah menunggunya dengan khawatir di Lobby. Aku membopongnya lagi naik ke unit Ibunya.
"Astaga Cherrie,...."
"Tak apa Janice, dia hanya tertidur terkena obat bius, Anthony datang tepat waktu, dokter sudah datang?" Paman Chan menenangkan kekhawatiran Ibunya Cherrie.
"Sudah, baru saja, dia menunggu diatas. Ayo...ayo." Kami segera naik, aku menaruh Cherrie di kamarnya sementara dokter memeriksa kondisinya secara umum. Kuberi tahu apa yang di masukkan ke minumannya dari hasil menginterogasi si bangsat Nathan Chow itu.
"Anthony, Bibi sangat berterima kasih padamu, jika tidak ada kau entah apa yang terjadi."
"Untung saja Cherrie bisa mengirim pesan tepat waktu Bibi. Dia gadis yang tahu bagaimana melindungi dirinya sendiri Bibi. Tadinya kupikir itu hanya pertemuan biasa, apalagi dia bilang ada temannya yang ikut." Aku menceritakan soal apa yang kulihat, yang penting para pria b*angsat itu sudah merasakan bogem mentahku.
"Bibi juga tak menyangka akan berakhir begini."
Dokter yang memeriksanya kemudian mengatakan semuanya tak ada yang perlu di khawatirkan, lebih baik membiarkan beristirahat.
"Kalau begitu saya pulang Bibi. Bibi dan Paman juga perlu beristirahat, urusannya harusnya bisa di bereskan sampai disini. Orang Philip, Simon sudah mengumpulkan bukti pengakuan semua pihak yang terlibat tadi. Tak ada yang akan lolos."
"Terima kasih Anthony. Bibi akan cerita ke Cherrie kau datang tepat pada waktunya untuk menyelamatkannya. Jika kau punya waktu besok datanglah, dia pasti akan senang."
Perjanjian di tandatangani. Keluarga Nathan Chow harus memindahkan dukungannya ke sisi keluarga Chan atau semua orang yang terlibat dengan mereka akan tahu kelakuan anaknya yang punya pikiran pendek itu.
__ADS_1
Malam ini kacau, tapi akhirnya berakhir dengan kemenangan kami.
ππππππ