
Jadi kemudian keesokan harinya sesudah jam makan siang aku pertama kali menghubungi nomor yang diberikan Sandra padaku.
"Halo?" Dia tak yakin siapa yang menghubunginya, untung saja dia bersedia mengangkat teleponku.
"Brother Derrick terima kasih sudah mengangkat telepon saya."
"Siapa ini?"
"Saya Russel, Oliver Russel." Dia binggung sesaat mendengar namaku, Oliver mungkin banyak, dia tak yakin Oliver yang mana nampaknya. "Klien yang sedang dalam penugasan Sandra."
"Ahhh, saya ingat Oliver Russel, Anda arsitek yang sedang membangun hotel di Vietnam. saya pikir Oliver yang mana yang bisa punya nomor saya. Aku tak menyangka Anda menelepon saya, apa ada masalah dengan Sandra." Dia langsung to the point, nampaknya dia sudah tahu Sandra ada masalah denganku? Sekarang aku merasa langsung di interogasi tanpa permisi.
"Ahhh tidak-tidak, sebenarnya saya yang ingin meminta Brother Derrick meluangkan waktu untuk mengobrol dengan saya, saya dengar Brother akan datang ke Hongkong untuk menyelesaikan masalah dengan Kent Liu..."
"Soal itu saya berterima kasih Sir Russel sudah membela Sandra saat bertemu Kent di Hongkong, saya minta maaf urusan ini sudah membuat Sir Russel terganggu." Kali ini nadanya sopan.
"Tidak sebenarnya saya tidak keberatan sama sekali, jika saya harus membantu Sandra menyelesaikan sampai berhadapan pun saya tidak keberatan."
"Maaf soal itu saya potong, lebih baik jangan mencoba Sir Russel, Kent bukan orang yang bisa dihadapi langsung konfrontasi begitu, dia hanya menurut pada perintah orang yang dianggapnya, Anda jangan mencelakai diri Anda sendiri. Soal ini saya serius, jika dia mau dia sangat bisa mengirim Anda ke rumah sakit dalam 30 detik." Sandra juga mengatakan hal yang sama padaku.
"Saya percaya perkataan Anda, tapi sebenarnya Sandra sekarang mungkin... sedang membenci saya...."
"Oh? Kau melakukan sesuatu padanya? Kau tahu dia punya trauma mental tentang Kent, kau memaksanya, kudengar kelakuanmu di Bali?! Apa yang sebenarnya kau lakukan!" Nada suaranya sekarang langsung naik. Derrick ini memang perduli dengan Sandra sebagai adiknya. Dia bahkan tahu kelakukuan bejatku, Sandra sudah menceritakan borokku padanya.
"Bukan-bukan, biar saya ceritakan apa yang terjadi..." Kuceritakan dari sudut pandangku yang kupikir bisa di kompromikan, tapi tidak menyinggung soal ketertarikan Sandra padanya. Hanya mengatakan aku merasa tidak dianggap karena dia tetap meminta bantuan ke Derrick, akhirnya Sandra marah, sudah berusaha minta maaf tapi tak ditanggapi sama sekali.
Dia diam mencerna ceritaku. Nampaknya dia tak bisa mempercayaiku 100% tanpa mendengar dari Sandra langsung. Dia tidak mudah percaya perkataan seseorang, memang pantas di jabatannya di Group Hong Lung.
__ADS_1
"Nanti saya tanya ke Sandra. Lalu alasan Anda menelepon saya adalah?"
"Mungkin kita bisa bertemu jika Brother Derrick ke Hongkong, jika Brother Derrick mengizinkan saya, saya juga bisa bicara ke Philip soal dia mengancam Sandra, bagaimana pun saya sangat perduli ke Sandra, ingin melindunginya juga, saya tahu saya egois karena memintanya percaya pada saya, kami bahkan belum lama bertemu..." Dia diam sesaat sebelum berbicara lagi.
"Baik, mungkin memang dengan adanya pengaduan langsung Sir Oliver, boss akan lebih percaya. Nanti saya akan berikan jadwal saya ke Hongkong, kapan kita bisa bertemu akan saya beritahukan kemudian. Tapi sekali lagi saya perlu mendengar dari Sandra dulu...." Kupikir yang penting aku bisa bertemu dengannya dulu, karena tanpa bantuannya aku tak punya harapan untuk meraih Sandra lagi.
"Saya mengerti, saya akan menunggu kabar dari Brother Derrick."
"Pertanyaan terakhir untumu Sir Oliver." Sebuah perkataan membuatku tak jadi menutup telepon.
"Jika kau hanya ingin hubungan sementara dengan Sandra sebaiknya kau tak usah menemuiku, tapi jika kau benar ingin menjaga Sandra kau bisa datang ke pertemuan itu. Aku bisa mengurus masalah Kent sendiri. Aku peringatkan padamu, aku sendiri yang akan menghajarmu jika kau menyakiti adikku. Dan aku serius akan menghajarmu sendiri, reputasimu memang sudah jelek, kudengar kau suka main wanita, aku sebenarnya tak punya kepercayaan padamu sama sekali...tak usah kau jawab sekarang, tapi jika kau berani datang ke depanku, aku akan mencoba mendengarmu dulu, pikirkan benar-benar niatmu dan kata-katamu di depanku nanti. Itu saja, pikirkan saja perkataanku dengan baik. Selamat malam." Ini malah seperti seorang Bapak yang mengancam pacar putrinya, tak salah Sandra mempercayainya.
Dia menutup telepon kami.
Kakak yang levelnya setara dengan komando kedua Boss Triad. Kudengar calon istrinya juga adalah anak orang kenamaan di Hongkong. Orang yang Sandra anggap Kakak ini tak main-main dengan ancamannya.
Aku harus melewati Derrick dulu baru bisa dia membantuku.
Aku berhasil menangkapnya tengah bersembunyi di sebuah sudut ruangan di beranda terbuka di bagian paling atas rumah besar itu, yang dimanfaatkan para housekeepers untuk menjemur baju. Dan dia duduk disana dengan kursi malas, melihat bintang-bintang yang ada disana.
"Kau disini, ..." Cahaya pudar berbaur di sekeliling kami, aku tadi menemukannya dengan melihat cahaya dari ponselnya.
"Oliver, kenapa kau disini." Dia langsung bangun dan duduk di dipan kursi malas itu.
"Tidak, hanya berpikir tadi siapa yang gelap-gelapan disini. Rupanya kau punya tempat bersembunyi disini setelah taman tak aman lagi." Aku bicara dengannya yang tak pernah lagi duduk di taman, padahal aku tahu dia menyukainya.
"Aku hanya senang melihat bintang." Hanya cahaya yang terpantul dari ruangan dalam menciptakan cahaya samar disini.
__ADS_1
Aku teringat tuduhan Derrick tadi siang, 'Apa kau memaksanya, kau tahu dia punya trauma!'. Aku memang tak memaksanya secara fisik, tapi aku berusaha membatasi dunianya, karena itu dia merasa aku dan Kent sama saja. Ternyata Kakaknya itu memang lebih baik jauh dariku.
Aku tak berniat menganggunya sekarang. Hanya ingin mengatakan sesuatu padanya. Dia merasa lebih baik tanpa kehadiranku di sekelilingnya maka aku akan memberikannya ruang yang diperlukannya.
"Aku akan menemui Kakakmu." Sekarang dia menoleh padaku. Aku mendapat perhatiannya sekarang.
"Kenapa kau menemui Kakakku. Maksudnya Ko Derrick?"
"Untuk membantunya menyelesaikan masalah Kent, bagaimanapun Philip memerlukan aku untuk menyelesaikan proyek ini, lagipula aku juga mendapat pukulannya. Jika dia bisa membantuku meminta maaf." Dia diam menatapku dalam cahaya temaran itu. Nampaknya tak tahu harus bagaimana dia menanggapi berita ini.
"Lalu apa kata Koko?" Nampaknya Ko Derrick-nya belum memberitahu soal pembicaraan telepon kami.
"Hmm...ya dia mengancamku supaya tak usah menemuinya jika hanya ingin hubungan sementara denganmu. Namaku memang sudah jelek di depan kakakmu. Aku mengerti dia ingin memastikan kau aman, seperti yang seharusnya dilakukan seorang kakak tapi bedanya kali ini Kakakmu adalah seorang Ketua Triad yang bisa membuktikan ancamannya." Aku tertawa kecil, rasanya aku memang menempuh jalan yang seharusnya. Orang Asia menghargai keluarga mereka, sebagian berkata menikahi seseorang juga harus menerima keluarganya juga.
Saran yang diberikan Nguyen padaku nampaknya akan bisa berhasil. Tapi aku harus menganggap dia benar, siapa aku berani melarangnya meminta tolong ke Derrick. Aku dibutakan cemburu sehingga tidak melihat sisi logisnya.
"Oh ya, kau punya cuti 4 hari jika akumulasi minggu, jika kau ingin pergi ambil cuti ambillah. Kau bisa tetap tinggal di rumah tentu saja, anggap saja aku tak ada." Sekarang pun dia menganggapku tak ada. Jadi percuma saja aku mengejarnya kemana-mana jika dia tak ingin melihatku ada.
Akhirnya aku harus berada lebih jauh agar tak menggangunya, tapi jika dia ingin dia bisa datang padaku.
Sandra tak memberikan tanggapan apapun. Mungkin berpikir kenapa aku bisa memutuskan bertemu Kakaknya.
"Ya sudah, aku turun dulu, aku hanya ingin bilang itu padamu, jika ada apapun kau tahu dimana mencariku... Selamat malam."
Kutinggalkan dia yang tak mengatakan apapun padaku setelahnya.
Bintang-bintang,... katakan padanya aku minta maaf padanya. Aku tahu apa kesalahanku.
__ADS_1
Aku hanya ingin terlihat hebat bisa membuat dunia yang sempurna untuknya, aku membuatkannya sangkar emas yang hangat dan terlindung, tapi yang aku lupakan adalah dia membenci sangkar.
Aku tahu kesalahanku.