TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA

TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA
Part 68. Aku Tak Pernah Membuangmu 1


__ADS_3

POV Author


Arnold Lam sampai ke kantor megah SCI, sudah mungkin lewat belasan tahun sejak dia terakhir melihat anak perempuan yang pernah disebut putrinya tersebut. Dia tahu perceraian dia dengan  istrinya meninggalkan luka di batin kedua anaknya. Dia berusaha tetap menemui putrinya itu awalnya, sampai pertikaian mereka menyebabkan Wang Lee Wang sendiri mengancamnya agar tidak mendekati Cherrie lagi.


Sekarang entah bagaimana kabarnya.


“Saya ingin menemui Cherrie Wong, jika bisa katakan yang mau menemuinya Arnold Lam.” Sebuah pemberitahuan dia sampaikan ke receptionist. Jika sampai Cherrie tidak memberi kesempatan untuknya sama sekali jalan damai perselisihan dengan Derrick nampaknya akan tertutup. Dia berharap Cherrie memberinya lima menit saja untuk bicara, jika mungkin. Terlalu lama waktu mereka tidak bertemu satu sama lain. Entah Cherrie mau menemuinya lagi atau tidak dia juga tak tahu.


“Ditunggu sebentar Pak, akan saya sampaikan ke sekertarisnya. Sihlakan duduk Pak” Receptionist membalasnya dengan cepat, dia membawa dirinya duduk menunggu di sofa kantor megah itu. Membayangkan apa yang akan terjadi, apa yang harus dikatakannya. Tak lama seorang sekertaris turun sendiri ke lobby.

__ADS_1


“Pak Lam, sihlakan ikut saya.” Sekarang nampaknya Cherrie bersedia menemuinya. Itu sedikit melegakan baginya, setidaknya gadis muda itu masih memberinya kesempatan untuk bicara, tidak membencinya sepenuhnya  sampai tak ingin menemuinya.


“Sihlakan Pak.” Dia masuk  ke ruangan direksi itu, Cherrie menatapnya dengan pandangan yang sulit


“Paman Lam, aku binggung bagaimana aku harus memanggilmu sekarang.” Cherrie tertawa, sesaat dia tahu putri kecilnya itu telah berubah begitu jauh belasan tahun ini.  Dulu walau dia tahu Arnold Lam bukanlah  Papanya, tapi dia masih menganggapnya orang yang menyayanginya tapi nampaknya sekarang semua sudah jauh berubah.


“Bagaimana kabarmu, kau baik?” Dia duduk di depannya, memandangi gadis cantik yang mungkin telah berubah jauh lebih dingin itu.


“Mamamu masih melarangmu bertemu Papa? Paman maksudnya- bagaimama,...” Belum selesai dia bicara Cherrie sudah tak sabar memotongnya.

__ADS_1


“Paman Lam, kurasa kau menghabiskan waktuku. Kau bukan Papaku, aku  bukan darahmu, mungkin kita pernah jadi Papa tiriku, tapi itu sudah selesai, kenapa kau kesini, aku hanya ingin tahu itu!?” Sebuah kata-kata yang ketus. Belasan tahun berlalu,  semuanya sudah berubah, tak mungkin mengharapkan keajaiban.


“Baiklah. Papa kesini karena istri Papa mengatakan kau bertengkar dengan keponakannya. Sebaiknya kalian berdamai, tidak saling menyentuh satu sama lain, bermasalah dengannya tidak akan bagus, dia punya...”


“Aku tahu siapa dia, Paman tak usah memperingatkanku. Jika aku ingin membuat masalah dengan orang, itu bukan urusanmu. Bilang sama dia dan pelacurnya itu minta maaf padaku, cium kakiku baru aku akan menyudahi masalahnya.” Putri manisnya itu sekarang berganti dengan putri arogan. Dia bahkan menyebut Tata dengan sebutan tak pantas.


“Cherrie, tak ada gunanya berkelahi dengan Derrick, kau duluan yang salah kali ini, dia tak ingin mencari masalah denganmu tapi kau terus mengusiknya, kenapa kau  membuat masalahmu tambah banyak, bukankan perusahaamu juga dalam masalah sekarang,lebih baik kau fokus ke masalah utama. Derrick bukan orang yang bisa kau perintah dan kau suruh seperti itu...”


“Cukup Paman Lam, aku mengurus masalahmu sendiri, kenapa kau harus mengurusku!Selama bertahun-tahun ini juga kau tak pernah mengurusku.” Sebuah bentakan lantang. Arnold Lam tahu Cherrie merasa ditinggalkan, dari putri kesayangannya, menjadi tak diperdulikan sama sekali olehnya.

__ADS_1


“Papa tidak pernah menolakmu, pintu rumah Papa terbuka untukmu, kau  tahu Ibumu dan Ayah kandungmu mengancam Papa untuk tidak menghubungimu, kau tahu bagaimana kondisi keluarga memisahkan kita, Wong Lee Man, Papamu itu sampai mendapatkan  perintah pengadilan untuk melarang Papa menemuimu, menyuruh orang mengawasi Papa selama bertahun-tahun jika kau mau tahu apa yang terjadi, tapi bertahun -tahun Papa selalu mencoba menititip pesan ke adikmu, mencoba  meneleponmu tapi kau tak pernah mengangkat.”


__ADS_2