
"Dia memasakkanmu makan malam." Sayuri tertawa ngakak. Aku tambah pusing. "Kalau Kak Shiori tahu kau bagaimana Papa? Tampaknya Papa pernah bertemu dengannya, dia menyebutkan pernah bertemu Papa di Kyoto, namanya ...ehm...Yumi Adachi. Kau kenal?"
"Yumi Adachi? Entahlah ...aku tak ingat."
"Dia bersikap manis sekali padaku? Astaga saking dia baiknya aku merasa dia menempel-nempel padaku. Sok akrab sekali Papa, pembicaraannya soal pakaian bagus, tas bagus, film, lagu, masakan, dandanan, astaga dia membuatku terlihat buruk Papa. Dia mengatakan akan membawaku ke salon, belanja dan sejenisnya. Kau harus menjauhkannya dariku seminggu ini Papa. Aku tak tahan begitu dia mulai bicara tentang shampoo yang bagus untukku, lotion yang bagus, sampai dia bisa menyebutkan satu persatu yang terbagus dari ujung kepala sampai ujung kaki. Astaga aku masih muda, belum berkerut." Sayuri mulai berceloteh panjang lebar sampai aku meringis mendengarnya.
"Jika kau melemparnya pada Papa lalu Papa harus minta bantuan siapa? Kita tidak boleh clash dengan tamu yang di bawa sobo setidaknya untuk kesopanan."
"Itu terserah padamu. Pokoknya dia sangat menggangu, aku baru saja lolos dengan mengatakan aku harus belajar. Kau akan jadi bulan-bulanannya seminggu ini."
"Seminggu?! Sobo berencana tinggal seminggu bersamanya? Apa gadis itu tidak bekerja?"
"Katanya gadis itu pemilik salon kecantikan di Kyoto... Tak heran dia bisa menguliahiku soal kecantikan, dia dermatologist." Aku menghela napas sekarang.
"Ya sudah, Papa tahu kondisinya, Papa akan banyak rapat dalam seminggu ini, jarang pulang tepat waktu dan kau punya banyak ujian minggu ini, akhir pekan ketika kita tidak bisa menghindar kita akan mengajaknya piknik ke tempat yang ramai kalau bisa ke Disneyland naik rollercoaster. Kumohon bekerja samalah dengan Papa. Kau tak bisa meninggalkan Papa sendiri." Sayuri ngakak dengan permohonanku.
"Baiklah, tapi sebentar lagi pasti Sobo mendesakmu agar cepat pulang kau lebih baik bersiap-siap." p
Dan benar, tak lama kemudian Okasan(Ibu) sudah meneleponku.
"Ryohei, jangan pulang terlalu malam, temani kami makan malam."
"Iya baiklah. Aku akan sampai rumah jam 7." Ini akan sedikit menyebalkan. Yang penting aku menolaknya mendekat sambil bersikap sopan.
Aku melangkahkan kaki ke rumah sambil mengucapkan salam, menghela napas semoga dia tahu sopan santun dan tidak mengejarku seperti Yuna. Ini baru Selasa, mulai besok seperti kataku aku akan pulang malam.
"Ryohei, kau sudah pulang. Kami semua menunggumu." kata-kata kami ini kata yang berat.
"Okasan, senang melihatmu begitu bersemangat." Aku memeluknya seperti biasa.
"Ada Bibi Haruka dan Yumi, kau pasti mengenalnya." Aku tak menyangka dia membawa seseorang.
__ADS_1
"Siapa? Aku tak tahu."
"Kau pasti ingat nanti, dia anak bungsu Bibi Haruka, ayo kita ke dalam dulu." Mau tak mau aku harus melewati perkenalan ini.
"Baiklah, dia tamu Ibu." Aku harus mencari cara bicara dengan Mama soal ini, tapi keadaan sekarang tak menguntungkan. Dengan masalah dengan Shiori dan geng Yuna. Aku masih belum bisa mengenalkannya. Apalagi Shiori juga akan ke Hongkong.
"Nah ini Bibi Haruka dan Yumi."
"Ryohei, terima kasih sudah mengizinkan kami merayakan Hanami di sini, semoga kami tidak menganggumu."
"Tidak, tentu tidak ... Aku yang berterima kasih Bibi menemani Ibu merayakan Hanami, acara di kantor undangan banyak sekali tahun ini aku takut tidak bisa menemani kalian banyak." Aku sudah membuat alasan untuk empat hari ke depan.
"Kau ini, temani anakmu merayakan Hanami, jangan kerja terus. Siapa yang menemaninya."
"Papa sudah menemaniku ke Osaka kemarin. Kami sudah merayakan Hanami sobo. Aku juga banyak sekali tugas dan les, aku minta maaf hanya bisa menemanimu di akhir pekan sobo." Untunglah aku masih punya "partner in crime" kompak di sini. Setidaknya dia akan mendukungku.
"Ohhh benarkah ... Osaka, sudah lama tak kesana." Sekarang gadis yang bernama Yumi ini mengambil pembicaraan. Aku tersenyum padanya.
"Kita sudah pernah bertemu di ulang tahun Bibi tahun lalu."
"Ohh benarkah, maaf aku tak bisa mengingatnya." Aku membungkukkan badan padanya demi kesopanan. 7 hari, besok berarti tinggal 6 hari, 3 harinya akan berisi pulang malam. Harusnya aku kabur ke Hongkong saja menyusul Shiori, tapi aku juga masih punya pekerjaan tentu saja dan Sayuri juga tak mau di tinggalkan sendiri.
"Dia hari ini menyempatkan memasak makan malam untuk kita semua. Ayo kita makan pasti enak."
"Benarkah, terima kasih Nona Yumi, lain kali biarkan di siapkan oleh Kasumi pelayan di sini, atau Sayuri bisa langsung memesan di restoran kami langganan. Tapi terima kasih." Aku mengatakan terima kasih tentu saja agar Ibu tak merepet padaku. "Sayuri, ucapkan terima kasih."
"Terima kasih Bibi." Dia sengaja memanggilnya Bibi kurasa. "Ahh maksudku kakak Yumi, terima kasih juga Sobo dan Bibi yang sudah menyiapkan makan malam ini." Ternyata bukan dia sendiri yang menyiapkannya tentu saja.
"Tak usah terima kasih. Ayo kita makan."
Aku duduk di meja makan. Sayuri di sampingku sementara, Bibi Haruka dan Yumi didepanku. Yumi melihatku sambil tersenyum kecil, sementara Sayuri melihatnya dengan muka datar.
__ADS_1
"Apa enak Ryohei-san, Sayuri-chan." Dia yang bertanya sekarang setelah kami mulai makan.
"Tentu , ini enak..." Aku menjawabnya. Yah sebenarnya biasa saja, cenderung hambar, Sayuri dan aku terbiasa dengan masakan Kasumi dan standar restoran. Kasumi masakannya kuakui enak, tapi ini yah agak kurang rasa.
"Ini agak kurang asin." Tapi Sayuri menyambarnya tanpa ragu. Aku menyenggolnya dengan sengaja, "Ini enak, tentu saja, terima kasih Kakak." Sayuri membenarkan kalimatnya.
"Ahh maaf, kami agak menghindari garam dan gula terlalu banyak untuk kesehatan. Mungkin sedikit hambar..."
"Iya, terlalu banyak garam dan gula tidak bagus untuk kesehatan. Lebih bagus begini, makan makanan sehat mengurangi garam dan gula." Ibu membela tamunya sekarang.
"Besok aku akan memasak untuk kalian lagi jika kalian suka." Aku dan Sayuri berpandang-pandangan, nampaknya Minggu ini nampaknya akan jadi Minggu yang berat jika setiap hari harus makan makanan hambar.
"Ahh Kakak, kami akan merepotkan Kakak, Bibi dan Kakak kesini untuk liburan. Jangan memasak untuk kami, Kasumi bisa melakukannya dan aku bisa memesan makanan seperti kata Ayah, kadang aku sudah kelaparan dan makan di luar. Ayah juga sering pulang malam, makan dengan koleganya. Benar kan Ayah?" Sayuri ingin meloloskan diri dari makanan hambar. Aku tentu saja akan mendukungnya.
"Benar, kami tak sopan membuat Anda memasak untuk kami, mulai besok biar Kasumi yang melayani makanan, dia terbiasa melakukannya, jika bosan sihlakan pesan. Jadwalku memang padat minggu ini, aku akan jarang makan malam di rumah, terlalu banyak acara yang tidak bisa kubatalkan, makanya saya senang ada Anda berdua menemani Ibu. Saya sangat berterima kasih, kami yang harusnya menjamu tamu malah merepotkan Anda berdua."
Semoga kami berhasil lolos dari makanan hambar ini.
...****************...
bersambung besok.....
Hai pembaca semuanya, mak bagi vote, hadiah dan komennya dong, jangan lupa di like juga yaaa
Ohh ya di versi baru kalian bisa nonton iklan yaa
Buat ngasih dukungan ke mak...gak tahu berapa nilainya tapi pasti lumayan banget buat nambah jajan ...kalo blm muncul di app kalian sihlakan update
🔻🔻🔻🔻 yang di pojok kiri ini TONTON IKLAN
__ADS_1