TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA

TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA
SEASON 4 Part 58. Run Away 1


__ADS_3


POV Shiori


Hari kedua aku di Hongkong, kemarin aku dikejutkan Richard yang mengabarkan pertemuannya dengan Ryohei yang berakhir baik.


"Pacarmu itu nampaknya orang baik. Dia serius sekarang mengancam Yuna. Dia membayar orang untuk menghancurkan usahanya, rupanya dia belajar juga bahwa jika hanya ancaman tak akan membawa hasil. Dia bertanya padaku apa yang kulakukan pada Yuna." Richard yang bicara padaku hasil pertemuannya.


"Tidakkah itu berbahaya. Bagaimana jika Sayuri atau dia diserang lagi."


"Tenang saja, pacarmu itu bukan orang tanpa perhitungan. Dia dilindungi oleh orang kuat di Tokyo. Kau tak usah khawatir lagipula dengan apa yang kulakukan terakhir aku yakin dia sudah jatuh mental. Ancaman lanjutan dari Ryohei akan membuat dia menyerah." Perkataan Richard membuatku lega.


"Kapan kau akan ke Tokyo lagi."


"Aku tak tahu, mungkin nanti, jika aku ke Tokyo aku akan megunjungi kalian. Tapi terima kasih kau sudah membantuku memperoleh data beberapa orang yang kuperlukan." Dia kemarin memintaku mencari jejak data keuangan beberapa orang, aku tak punya mendengar mereka tapi rekening mereka cukup impresisif, entah siapa orang-orang ini aku tak tahu.


"Kau juga banyak membantuku. Itu bukan apa-apa. Jaga dirimu nampaknya pekerjaanmu sekarang banyak resikonya."


"Aku tahu. Aku akan berhati-hati. Jika kau mau ngobrol teleponlah, sampai kapanpun kita tetap teman baik, walau sudah bukan satu benua."


"Jika aku ke NY aku akan mengunjungimu." Dengan itu kami berpisah, Sayuri akan ke USA, mungkin kami akan bisa bertemu dan mengobrol nanti.


Kuharap Ryohei dan Sayuri baik-baik saja di Tokyo, tidak diganggu oleh Yuna lagi. Baru memikirkannya Ryohei meneleponku.


"Bagaimana kabarmu disana. Kau tak sedang dalam jamuan bukan?"


"Tidak, aku sudah di hotel. Apa Yuna menggangu kalian lagi." Senang mendengar suaranya, sudah lebih dari seminggu kami tak bertemu.

__ADS_1


"Yuna tidak kurasa setidaknya sekarang, tapi aku tak tahu kapan dia akan mengibarkan bendera putih. Tapi memang ada gangguan. Ibuku membawa seorang gadis penggangu yang sangat menyebalkan dirumah."


"Maksudmu kau semacam di jodohkan." Membawa seorang gadis kerumah? Nampaknya itu persoalan serius.


"Tidak hanya semacam di kenalkan. Tapi dia membuat aku dan Sayuri merasa kesal dengan kelakuan yang sangat pengatur melebihi Ibu. Tapi Ibuku kelihatannya sadar sekarang Sayuri benar-benar terganggu dengan gadis itu." Jadi Ibunya mengenalkannya seorang gadis. Pasti gadis cantik, kaya dan dari keluarga berada.


"Dia pasti cantik, dia bahkan disuruh tinggal di rumahmu."


"Dia cantik, dokter, membanggakan keluarganya, tapi bukan siapa-siapa, kami mengangapnya penggangu. Kami lebih merindukanmu. Aku dan Sayuri berniat kabur ke apartmentku besok." Cantik, seorang dokter, dari keluarga berada, bagaimana aku bisa menang melawan gadis sempurna seperti itu. Tapi kenapa mereka malah harus kabur.


"Kabur?"


"Aku dan Sayuri sudah muak dengan kelakuannya. Dia mengatur kami harus menemaninya merayakan hanami, merencanakan memasak masakan tidak enak versi dia di Sabtu. Dia berencana menginap sampai Selasa. Dan kami akan kabur sampai Selasa karena tidak mau bertemu dengannya lagi." Aku tertawa.


"Astaga. Apa yang dilakukannya sehingga kalian harus kabur dari rumah sendiri?" Dengan bersemangat dia menceritakan kelakukan gadis itu. Aku mau tak mau tertawa mendengarnya. Tipe gadis yang benar-benar merepotkan nampaknya.


"Ohh kami sudah siap dengan alasan pelarian yang sempurna. Jika dia tersinggung lebih bagus sebenarnya." Aku meringis. Ryohei dan Sayuri tak takut menyinggungnya jadi nampaknya memang gadis itu jadi saingan malah dia mengeluarkan dirinya sendiri dari area pertarungan.


"Baik-baik. Aku percaya padamu. Nampaknya memakan makanan hambar akan membuat kalian sangat menderita." Seseorang yang tidak makan keju dan pasta di restoran Italia memang agak menakutkan.


"Nanti Sayuri akan lebih banyak lagi cerita padamu tentang betapa mengganggunya dia."


"Aku akan senang hari mendengar ceritanya yang bersemangat." Aku sudah membayangkan bagaimana hebohnya Sayuri bercerita. "Apa jika Ibumu mengenalku dia tidak akan menolakku, Ayahku hanya pensiunan pegawai pemerintah."


"Mamaku tidak akan melihat orang seperti itu, aku dan Sayuri akan mengenalkanmu dengan pantas. Kau tak usah khawatir di tolak siapapun. Masalah Yuna membuatku menunggu untuk ceeita, jika dia tahu aku khawatir dia akan khawatir, juka masalah Yuna selesai, aku dan Sayuri akan memberitahu kami sudah punya kau. Ibuku sayang kepada Sayuri, dia akan mendengarkan cucunya itu lebih dari siapapun. Tak akan lama." Aku merasa tersanjung sekarang. Mereka berdua yang akan mengenalkanku.


Nampaknya benar gadis itu sangat menganggu, keesokan harinya aku sudah di telepon Sayuri yang menceritakan dengan detail lebih jelas lagi.

__ADS_1


"Papa merindukanmu Kakak, Apa dia mengatakannya padamu." Sayuri mengatakan hal yang manis tentang Ayahnya padaku.


"Kakak rasa dia bukan orang seromantis itu. Kau ingat bagaimana dia mengatakan ingin bersama kakak. Tapi Papamu orang yang perduli dan terbuka. Itu sudah cukup."


"Padahal sudah kubilang perasaaan itu harus dikatakan." Aku tertawa sekarang.


"Tak apa Sayuri. Semuanya sudah cukup baik. Kau tak bisa mengharapkan pria Jepang memujamu seperti orang Italia. Mereka memang tercipta tak romantis." Sayuri tertawa dengan perkataanku.


"Nanti aku harus punya teman Italia atau Perancis, mereka adalah orang-orang paling romantis sedunia." Giliranku yang tertawa.


"Hati-hati, nanti bisa-bisa kau kehilangan selera dengan produk lokal. Ohh ya, Papamu bilang kalian akan kabur ke apartment, apa kau sudah kabur sekarang, kau harusnya sudah selesai juku bukan?" Harusnya sudah lewat jam setengah sepuluh sekarang di sana. Tokyo dan Hongkong lebih cepat Tokyo satu jam.


"Sudah, ini aku perjalanan pulang ke apartment Papa. Aku baru mengatakan pada Nenek aku tak ikut Hanami karena menginap di rumah teman."


"Nenekmu tak apa, itu tamunya?" Aku khawatir dia dimarahi.


"Sepertinya Nenek mengerti Kakak, sejak kemarin dia mendengar ceritaku dia sepertinya berubah pikiran tentang putri pemilih makanan itu. Bayangkan dia sangat cerewet soal makanan saja, dia bahkan berani melarang kami di depan nenek. Nenek harusnya mengerti alasanku, kenapa aku membencinya dan nampaknya dia jadi berubah pikiran jadi tak menyukainya juga, buktinya dia hanya bilang hati-hati padaku dan langsung memberiku izin tanpa bertanya apa-apa lagi, dia yang akan menghadapi wanita itu, kami baru akan pulang Senin malam, dan selasa mereka akan pergi." Ternyata sang Nenek lebih membela cucunya.


"Begitukah."


"Aku yakin Kakak, tenang saja, Yumi itu sudah keluar dari arena karena sikapnya sendiri, bahkan Nenekpun sudah setuju denganku."


"Baiklah anggap saja begitu. Kau lebih mengenal nenekmu sendiri."


Aku pulang ke Tokyo dengan tenang. Penggangu yang merintangi hubunganku dengan Ryohei mengeluarkan dirinya sendiri dari arena pertarungan.


\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2