
Tak begitu lama, bel pintu pagar berbunyi, pas jam makan siang. Aku menuju ke pagar,membuka sendiri pintunya.
“Aku yang buka saja, tenang saja dia akan jadi anak baik hari ini.”
“Hei Cherrie...” Aku tersenyum padanya, menyapanya singkat.
“Hai.” Dia tersenyum kecil padaku, aku sedikit lega, rupanya dia memutuskan berbaikan denganku, dia membawa bungkusan , pasti kue ulang tahun.
“Ayo masuklah Papa sudah menunggu.” Aku mengajaknya masuk.
“Cherrie. Senang kamu bisa ada disini. Papa di dalam, ayo-ayo, kamu bawa kue buat Papa ya...” Tante menunggu kami di pintu masuk.
“Ahh, iya ini. Papa suka lemon cake biasanya, isinya cream buah.” Cherrie memberi kuenya ke Tante Yun, ternyata dia tahu kue kesukaan Papanya. Kubiarkan mereka meniup kue ultah itu saja, kue coklatku akan kusimpan saja.
“Terima kasih ya. Ayo ke kanan, kita kumpul tempat makan Papamu juga disana.”
Aku membiarkan mereka di sana, mungkin mereka perlu waktu, sementara aku duduk di samping Ko Derrick di ujung meja dapur yang agak jauh, melihat mereka dari kejauhan.
__ADS_1
“Pa, selamat ulang tahun.” Aku mendengarnya mengatakannya dalam bahasa Canton, sedikit mengerti karena Tante yun mengajarkan bagaimana mengucapkannya tadi. Papa tak mengatakan apa-apa kemudian, hanya memeluknya, pasti sudah lama sekali, Cherrie terlihat terharu juga, dia pasti dulunya anak baik, sebelum menemukan kebohongan bahwa Papanya tidak mau menemuinya lagi. Aku terharu, mungkin rasanya seperti saat aku memaafkan Papa, melegakan. Mereka bicara dalam bahasa canton, aku tak mengerti, tapi melihat Papa wajahnya berbahagia itu sudah cukup mewakili.
“Anak baik, senang sekarang.” Koko menyenggolku yang duduk disampingnya, dia menemaniku, membiarkan mereka sendiri disana.
“Seneng, karena aku tahu rasanya memaafkan. Papa juga kelihatannya seneng, ya udah... aku juga seneng.” Dia melihatku dan tersenyum. “Apa? Ada yang salah.”
“Cecil gak salah suka sama kamu, kamu punya hati yang baik.” Aku tersenyum mendapat pujian begitu. “ I love you sweetheart...” Pertama kali dia mengatakan dia mencintaiku, dan mencuri kesempatan mencium pipiku. Rasanya aku melayang sekarang, Ko Derrick hadiah yang dikirimkan Mama dari atas sana karena aku memaafkan Papa kurasa, kurasa Mama memgatakan pada malaikat cinta untuk mengerakkan hatinya.
“Nih makan, Papamu lagi ngomong ke dedek, kamu jadi tukang coba makanan saja disini.” Aku tertawa sekarang.
Karma baik kembali sebagai kebahagiaan, karma buruk akan dibayar sebagai kesedihan. Itu hal yang berlaku pada apapun.
“Tata, Derrick ayo semua kita makan.Makanan sudah keburu dingin semua” Tante Yun sibuk menyuruh anak-anaknya makan. Dia bersikap baik pada Cherrie, merangkulnya begitu hangat, aku benar-benar melihatnya sebagai wanita yang luar biasa, bisa mengesampingkan egonya begitu jauh. “Cherrie, sudah banyak makanan disini. Ce-ce Tata, dan Koko Derrick yang masak, ini namanya tumpeng, lihat betapa meriahnya ini yang namanya tumpeng, ini semacam makanan ulang tahun disini?” Dia memperlihatkan tumpengku, sementara kami sudah terlebih dahulu membuat acara tiup lilin tadi.
“Iya itu makanan ulang tahun.”
“Wow, hebat Cece, ini tumpeng, hebat sekali bentuknya...”
__ADS_1
“Kamu belum pernah liat?”
“Belum, sama sekali belum, belum pernah diajak ulang tahun begini. Plus Ko Derrick ternyata bisa masak, hebat sekali, nih enak gak?”
“Enak lah, gimana mungkin gak enak.” Ko Derrick yang menanggapinya sekarang.
Entah bagaimana sekarang Cherrie bersedia memanggilku Cece, dia juga bersikap baik pada Derrick, mungkin Papa yang bicara padanya, ternyata dia bisa jadi anak manis juga menuruti Papa, dia bicara padaku dengan sopan, sikap sekarang menunjukkan jika dia sedang dalam mode malaikat, setidaknya dia tidak melihatmu memakai kacamata terburuknya, walaupun nampaknya blak-blakannya tetap pada tempatnya.
“Papa senang kita semua bisa berkumpul disini, bukan makannya, bukan pestanya, yang penting kalian berkumpul. Itu kado terbaik buat Papa. Anak perempuan Papa tahun ini dua-duanya merayakan ulang tahun Papa. Tahun sebelumnya tak ada satupun, tahun ini Papa dapat kado terindah. Tata makasih sudah bawa Cherrie kesini, ... kalian berdua, mungkin tidak sedarah, tapi Cherrie sudah berbesar hati memaafkan Papa, Papa gak pernah anggap kamu anak tiri selamanya, mungkin Papa dan Mama kandungmu benci Papa, tapi kamu tetap anak Papa.”
“Kami senang Papa bisa senyum lagi, iya kan Cherrie.”
“Iya, maaf kemarin...” Aku tahu dia orang yang mungkin tak terbiasa minta maaf, tapi dia sudah jauh mencoba hari ini.
“Gak, sudahlah. Papa Mamamu mungkin marah besar jika tahu ini, jangan mempersulit dirimu sendiri. Anggap kita semua keluarga, jangan ada dendam , jangan berantem, udah itu saja. Benar-benar sudah cukup...” Cherrie hanya tersenyum dan mengangguk.
“Sudah? Udah lapar ? Ayo doa dan makan.” Tante Tun menyuruh semua orang duduk dan makan.
__ADS_1
Makan siang yang meriah, semua orang senang, Papa terutama. Tak ada yang bertengkar dan membenci satu sama lain, itu sudah cukup, lebih dari cukup.