TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA

TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA
SEASON 4. Part 8. Hanoi 2


__ADS_3

"Resortnya benar-benar indah." Sore hari kami terdampar di restoran pantai diatas tebing yang menghadap laut lepas, Kenichi, Tuan Derrick, dua orang tim Tuan Ryohei duduk bersama dengan gelas minuman kami menikmati sore.


Sementara Tuan Ryohei dan kekasihnya tidak bergabung, mereka punya acara sendiri. Baru besok kekasihnya di tinggal dan dia ikut kami ke peninjauan proyek dan meeting.


Hari pertama tidak ada pertemuan, besok ada peninjauan proyek, lalu pertemuan beruntun dua hari dengan pihak pemerintah sampai Sabtu siang. Sampai akhir siang akhir pekan Sabtu dan Minggu kami bebas, Minggu sore kami pulang.


Sehabis makan malam aku mulai merasa perutku kembung. Padahal tadi aku makan siang dengan benar. Malah aku merasa kenyang seharian ini karena banyak sekali makanan. Aku meminta probiotics ke restoran hotel yang untungnya ada, berharap keesokan paginya rasa tidak enak ini akan membaik.


Tapi pagi-pagi aku terbangun dengan muntah-muntah, pusing dan lemas. Aku pasti keracunan bakteri lokal, local food poisoned.


"Shiori-san? Kau kenapa pucat begitu?" Aku tertatih membuka pintu yang diketuk. Kenichi melihatku masih dengan sweater tebal.


"Seperti aku baru berkenalan dengan makanan lokal. Kemarin malam aku sudah minum probiotic nampaknya tak mempan." Mereka sudah siap meninjau lapangan jam 9, kami sarapan jam 7.30.


"Muntah-muntah, lemas, pusing?" Tuan Derrick bertanya.

__ADS_1


"Iya."


"Istirahatlah, hari ini kunjungan lokasi, jam dua nanti baru meeting. Kita perlu kau di meeting menjelang sore nanti, biar Kenichi dan aku yang meninjau lokasi. Aku ada antibiotic yang selalu kubawa untuk ini sebentar aku ambil di kamarku." Ternyata dia punya obatnya. Dia sepertinya lebih sering berpergian dan punya lebih banyak persiapan.


"Shiori-san ayo masuklah ke kamarmu kau perlu istirahat mukamu pucat sekali." Kenichi memaksaku masuk ke kamar lagi.


Tak lama Tuan Derrick datang dengan kotak obatnya.


"Ini minum obatnya, minumlah banyak hari ini, kau hanya boleh makan bubur atau roti sedikit demi sedikit. Setelah makan ini biasanya kau perlu istirahat. Jika kau tak sanggup ikut meeting jangan dipaksa nanti sore."


"Coba istirahat dulu oke. Lagipula ini meeting awal." Perutku lemah, yang lain tak apa. Aku yang tumbang sendiri. Aku terpaksa memesan sarapan di kamar dan bergelung di selimut lagi dengan lemas setelah makan set obat. Nampaknya ada obat mual di 3 macam obat itu. Perutku terasa lebih baik walaupun masih lemas. Aku menset alarm jam 1 siang, meeting dengan penanggung jawab di pemerintag akan rolling sampai besok, aku harus ikut.


Jam 12 aku bangun sebelum alarm berbunyi, nampaknya mereka sebentar lagi sampai ke hotel. Setelah malan siang kami akan meeting.


Mencoba mempersiapkan diri dengan sedikit makan di restoran hotel. Aku lewat di kamar Tuan Ryohei di deretan kamar yang semuanya suite ini ketika tiba-tiba pintu kamar terbuka dan Yuna keluar sambil cekikan sambil berangkulan mesra dengan seorang laki-laki tampan dari wajahnya dia juga orang Jepang.

__ADS_1


"Pergilah mereka akan sampai jam 2."


"Itu masih dua jam lagi..." Pria itu membalasnya dengan mesra.


Aku kaget sampai aku mematung saja di samping mereka. Dia kekasih Tuan Ryohei tapi dia membawa laki-laki lain ke kamar?! WTF!


"Kau?! Kau tidak ikut rombongan?" Dia sama kagetnya denganku. Langsung mendorong laki-laki itu menjauh. Tapi bukankan tidakan itu tak berguna.


"Aku tidak melihat kalian, aku tidak melihat kalian."


Aku berlari ke lift. Seharusnya aku tak melihat ini, wanita itu gila, dia kekasih Tuan Ryohei tapi dia membawa laki-laki lain ke kamar. Gila!


Aku tiba di restoran hotel dengan jantung masih berdebar-debar. Mencoba menenangkan diri, aku tak ingin terlibat dengan masalah ini. Ini sama sekali tak sepadan. Bisa-bisa aku menimbulkan keributan tak perlu yang akan mempengaruhi proyek.


Tak lama mereka memberi tahuku sekitar jam 1 mereka sudah sampai di hotel. Aku memberitahu mereka aku sudah siap untuk meeting lanjutan.

__ADS_1


"Kau sudah baikan Shiori-san?" Aku sudah siap saat mengetuk pintu. Tuan Kenichi dan Derrick meneliti keadaanku


__ADS_2