TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA

TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA
SEASON 5 Part 47. Family 5


__ADS_3

Mama dan Papa ternyata menerima kabar itu tentang Louis dengan baik, terutama Mama.


"Sayang, ajaklah Louis ke London, kami mau bertemu dengannya. Semuanya sudah mendengar dari Adam, terutama Papa ingin bertemu dengan kekasihmu itu. Mama gembira kau menemukan seseorang sekarang. Setidaknya kami lega kau sudah melupakan laki-laki tak berguna itu."


"Iya nanti kuajak ke London Mama."


"Bersamaan kau harus menghadiri rapat penentuan CEO baru nanti. Rencana merger juga akan sekalian diumumkan di sana. Balas dendam untukmu setelah sekian lama." Merger yang dibicarakan oleh Adam sebelumnya. Sekarang Mama membicarakannya. Dia pasti sudah tak sabar lagi membuat malu keluarga Hopkins dengan tangannya sendiri.


"Iya Mama, aku menurut saja pada pengaturanmu. Terima kasih sudah melakukan ini untukku. Tapi kurasa ini untukmu juga."


"Tentu saja ini juga untukku. Kau pikir Mom tak terhina dipermalukan seperti itu, jika dia melakukannya diam-diam tanpa membuat keributan mungkin aku tak akan sedendam ini, tapi dia sengaja mengumumkan alasannya terang-terangan, sekarang wanita sombong itu akan melihat siapa yang tertawa paling akhir, aku hanya terpuruk dan ditolak, tapi sekarang dia terpuruk dan harus menyerahkan perusahaannya. Kau tahu laki-laki di rumah kita itu melakukan ini untuk kita. Mereka mengerti perasaan kita " Aku tertawa bersama Mama.

__ADS_1


"Iya Mama, aku punya Kakak-kakak terbaik yang mendukungku."


Akhirnya awal musim panas itu kami kembali ke London. Kota yang selalu kusebut rumah awalnya.


"Senang bisa kembali lagi kesini." Aku mengandeng tangannya begitu kami keluar dari gerbang Heathrow. Kami pergi dari NYC dengan penerbangan terakhir jam 9 malam, dan sampai ke Heathrow hampir jam 9 pagi juga waktu setempat.


"Kembalilah lebih sering jika kau ingin." Lebih sering jika jaraknya hanya dua jam aku akan kembali lebih sering, kembali berarti aku harus duduk delapan jam di pesawat.


"Tak ada paparazzi mengikutimu di sini?" Aku tertawa.


"Aku membuat berita dengan perhitungan, jarang membagi kehidupan pribadi dengan sengaja untuk diberitakan, kecuali seperti kemarin aku sengaja membuatnya untuk melawan Gary Hopkins. Aku tak suka sensasi, jadi tak ada yang dengan sengaja mengikutiku. Jika umurku mangkin bertambah, mungkin aku akan jarang di panggil ke fashion show lagi, banyak model baru, aku harus fokus di film. Itu jadwal pekerjaan yang bisa diprediksi."

__ADS_1


"Kau sudah punya perusahaan yang berkembang, kurasa kau tak perlu khawatir apapun. Pensiunlah lebih dini." Dia mengusulkan kata-kata pensiun, tapi kata pensiun tak akan masuk ke kamusku dengan begitu cepat


"Kau bercanda aku tak suka kata-kata pensiun. Aku hanya suka kata liburan lebih banyak." Louis tertawa.


"Baiklah. Terserah padamu."


Sorenya kami sudah tiba dirumah Ayah setelah beristirahat. Aku selalu merindukan rumah tempat kelahiranku ini. Rasa hangat dan suasana tenangnya tak pernah berubah. Mama menyambut kami di pintu dengan senyum lebarnya.


"Sayang kau akhirnya sampai, bagaimana perjalanan kalian." Aku memeluknya dengan erat.


"Aku merindukanmu Mom."

__ADS_1


__ADS_2