TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA

TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA
SEASON 4 Part 44. Louis Richard Allen


__ADS_3

POV Shiori


"Siapa yang mengantarmu Shiori? Kau sampai cepat?"


"Oh, faselitas mobil kantor." Aku sudah menyiapkan cara berbohong, walau itu cukup aneh tapi setidaknya bisa di terima.


"Mereka memberimu antar jemput."


"Iya, bossku cukup baik kurasa. Dia bahkan mengenalkanku kepada pemegang saham terbesar kemarin." Papa tidak bertanya lagi kemudian. Nanti kalau sudah tenang aku akan memberitahu semuanya.


Suara pintu diketuk cukup keras kemudian. Aku cukup kaget malam-malam ada yang mengetuk pintu.


"Siapa Papa?"


"Papa juga tak tahu."


Mama sedang makan malam dengan temannya, masih belum pulang, hanya aku dan Papa yang berada di rumah.

__ADS_1


Papa membuka pintu. Belum penuh dia membukanya salah satu orang terdepan mendorong pintu sampai terbuka dan Papa terdorong kebelakang. Dan dengan cepat mereka menutup pintu.


"Bayar hutangmu!" Papa yang terlalu terkejut dengan orang-orang yang datang itu tak bisa berkata-kata sesaat.


"Hutang apa?! Kami tak punya hutang, pergi kalian!" Aku yang menjawab, kurasa ini ada hubungannya dengan Yuka Aize.


"Busu (wanita jelek)! Kau hanya besar mulut! Tutup mulutmu!" Dia tak menunggu untuk menamparku. Wajahku pedas dan tersungkur ke bawah.


"Bangsat kalian apakan putriku!" Papa yang melihat itu tak bisa menahan dirinya. Dia menyerang pria itu dengan sekuat tenaga. Tapi tenaga ringkihnya bukan tandingan pria itu. Dia terlempar karena tendangan pria lainnya.


"Papa! Papa!" Kepalanya membentur rak kaca karena tendangan itu. Aku panik! Dahinya mengucurkan darah!


Tiba-tiba pintu terbuka dan seseorang datang, aku seperti melihat seseorang dari mimpi. Bahkan aku tak yakin dengan apa yang kulihat. Sementara dia melihat orang-orang yang sedang mengobrak abrik dan Papaku yang berdarah keningnya.


"Bastard kalian!" Semua perhatian tertuju padanya sekarang, dan dengan cepat dia bergerak ke arah mereka.


Dia bergerak sangat cepat, satu payung yang di sambarnya dari luar, dan dia bergerak memukul, menusuk, mengaitkan, aku dan Ayah terngangga melihatnya. Gengster itu sama sekali tak bisa melawannya, dia terlalu cepat. Sejak kapan Richard bisa berkelahi seperti ini.

__ADS_1


"Kabur!" Meraka terbirit-birit lari karena melihat satu orang itu bisa menghajar mereka habis-habisan. Mereka sama sekali tak punya kesempatan.


"Paman!?Apa kau baik-baik saja?!"


Aku masih tak percaya dia bisa muncul di pintu rumahku.


"Richard, bagaimana kau bisa disini?" Aku akhirnya bisa membuka bibirku untuk mengucapkan sesuatu, bertanya Louis Richard Allen, kenapa dia di Jepang, harusnya dia di New York.



...Si ganteng ini terlalu ganteng untuk gak di kasih peran hehehe, di Love Me and Kill Me namanya Louis Allen, anggap saja nama panjangnya Louis Richard Allen (ini edisi mak maksa pakai cocoklogi wkwkwk😜🤣)...


...****************...


"Kita ke klinik terdekat dulu, ini harus di obati, ambil handuk bersih sekarang." Aku melihat Ayah yang menekan lukanya dengan tangannya. Aku dengan cepat berjalan diantara kaca-kaca. "Hati-hati kaca!" Dia berteriak mengingatkan.


"Kau bisa tolong ambilkan sepatu itu." Dia langsung sigap mengambilkan sepatu sandalku di bagian area masuk rumah.

__ADS_1


"Sebentar." Aku masuk kamar dengan cepat.


__ADS_2