TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA

TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA
SEASON 2. Part 26. Day 6th - Jealousy And Love


__ADS_3

"Ko Derrick."


"Sandra, ada masalah dengan Oliver. Dimana kau sekarang?" Aku memutuskan untuk menelepon Ko Derrick malam ini juga setelah kami makan malam. Aku akan memberitahunya sekarang, memintanya menolongku.


"Aku sedang di Vietnam, proyek sudah berjalan dia memintaku ikut. Masalah dengan Oliver tidak, mungkin masalah dengan Kent?"


"Kent? Kent Chai yang di Hongkong maksudmu? Ada apa dengan Kent?"


"Iya, sebenaranya ada sesuatu yang belum kuceritakan ke Koko kenapa aku pindah dari Hongkong lima tahun lalu..." Kuceritakan semuanya sekarang tanpa ada yang aku tutupi lagi, sampai kejadian di Jakarta, dan akhirnya kejadian di bandara.


Sesaat dia terdiam. Aku tahu apa yang akan terjadi setelah kediamannya. Dia akan memarahiku sehabis ini.


"Sandra! Pikiran apa yang membuatmu tak menceritakan semuanya dari awal, kenapa kau seperti menganggap semua dari kami tak ada!"


"Aku tahu Koko akan marah... Aku hanya..."


"Kau berjalan dengan pikiran bodohmu sendiri! Bagaimana kau bisa..." Dia memotongku dengan cepat. Suara menghela napas di sana membuatku merasa bersalah.


"Tapi Koko sedang mengurus pernikahan Koko,... Aku mungkin hanya meminta Koko mengancamnya, supaya tidak menggangu aku lagi."


"Aku akan kesana sendiri mencarinya! Kapan kau pulang ke HK?!" Aku tak menyangka dia akan semarah itu kali ini.


"Koko..."


"Kapan kau pulang?"


"Aku disini 2 minggu, sekitar tanggal 20 aku kembali."


"Koko akan ke sana nanti, dia harus membayar ini. Kau baik-baik saja disana? Oliver membuatmu kesulitan untukmu?"


"Tidak, aku baik-baik saja disini. Dia bersikap manis sebenarnya."


"Manis?"


"Yaah, kau tahu pria, tapi dia tetep menghormati kontrak kami." Ko Derrick tertawa kecil sekarang.


"Kau menyukainya? Jangan terlalu cepat tersanjung."


"Tidak, aku tidak berniat memberinya jalan terlalu mudah. Tapi sampai sekarang nampaknya dia tidak macam-macam."


"Ohh ya aku kemarin bertemu Brother Shum, dia gendut sekali sekarang."


"Nanti aku akan mengumpulkan mereka, bangsat Kent itu perlu mempertanggung jawabkan perbuatannya."

__ADS_1


"Koko jangan sampai ini membuat masalah dengan boss besar, bagaimanapun Kent orangnya Philip."


"Tentu saja semua ini akan sepengetahuan Philip."


"Tapi apakah sepadan? Maksudku bertengkar dengan orang seperti dia akan nampak seperti akan menyulitkan."


"Koko akan mengurusnya. Kau tenang-tenang di Hanoi, Kent urusanku."


"Baiklah, yang penting Koko tidak membuat diri Koko sendiri dalam masalah, yang kuinginkam hanyalah dia tidak memgangguku lagi. Tak perlu yang lainnya."


"Iya aku tahu apa yang harus kulakukan."


Sebuah urusan selesai, kuharap Kent tak akan mengganguku di Vietnam dan tentu saja tak menggangu Oliver.


\=\=\=\=\=\=\=


Semua orang hari ini terlalu sibuk. Kantor baru di set aku membantu kantor, Nguyen di lapangan membantu kepala proyek. Aku dan Nguyen membantu sebisa kami, aku sudah belajar kosakata Vietnam di bantu dengan Nguyen, lumayan setidaknya untuk membeli makanan, bertanya arah jalan, jumlah uang, hanya memahami percakapan sehari-hari aku harusnya aku tak akan kesulitan lagi.


Detail baru datang untuk mereka yang ditugaskan mengerjakan cetak biru detail. Sementara di lapangan sana nampaknya semua orang sibuk dengan tugas masing-masing.


Kantor kontainer proyek yang mungkin terletak sekitar 300 meter dari area yang sudah dipatok menjadi lokasi proyek itu terdiri dari 4 kontainer bersambung, punya satu ruang khusus untuk kepala proyek, ruangan kerja staff yang luas, dan ruang meeting proyek, bahkan ruang pantry di belakang.


"Semuanya makan siang kalian sudah siap di ruangan pantry,..." Karena Nguyen sibuk membantu di lapangan maka urusan ini menjadi urusanku sekarang, Nguyen sudah memberiku beberapa data restoran yang bisa jadi tempat memesan makanan kami.


Bertepatan dengan mereka yang di proyek juga kembali.


"Nona Sandra kau mengorder sendiri di restoran lokal, kau tahu bahasa Vietnam?" Tuan Andy yang heran.


"Ohhh aku sudah mengerjakan PR dari Nguyen Tuan Lui. Cuma mengorder makanan pasti bisa."


"Ayo...ayo, kita makan dulu jika begitu. Sir Oliver, makan siang kita sudah tersedia." Peralatan makan sudah cukup lengkap, aku sudah menyiapkannya dalam waktu singkat. Supaya mereka nyaman bekerja.


"Ayo, ..." Pekerjaanku mengatur kantor beres.


"Sandra, Nguyen kalian juga harus ikut, ayo semuannya, ini hari pertama kita, semoga didepan berjalan lancar." Tuan Lui nampaknya ingin membuat sedikit makan bersama kali ini.


"Semoga semuanya lancar." Aku tak pernah dilibatkan dengan proyek seperti ini. Pengalaman dua minggu dalam tim ini nampaknya akan menyenangkan.


"Tuan Lui, aku belum menyelesaikan tatanan lanscape bibir pantai, sore ini aku akan mengerjakannya mulai sore ini. Kuserahkan pengawasan yang lain padamu..."


"Baik, Sir Oliver..."


Dia nampak pergi membawa tas laptopnya untuk bekerja, aku tak ingin menganggunya. Tapi kemudian jam enam sore dia memberikan pesan padaku.

__ADS_1


"Mau melihat sunset? Turunlah ke bawah." Aku berjalan menuju bibir pantai, beberapa staf yang penasaran juga akhirnya ikut bersamaku.


"Kau membawa keramaian ternyata." Dia duduk di pantai dibawah naungan pohon membawa meja lipat, cara sempurna untuk mendapatkan ide nampaknya.


"Mereka mau ikut." Yang lainnya berlari ke arah pantau sementara aku duduk di dekatnya. Seindah yang kuingat sebelumnya.


"Senang ikut bekerja disini?"


"Iya, aku belum pernah bekerja di proyek seperti ini, menyenangkan bisa membantu."


"Pernah berpikir untuk berganti pekerjaan?"


"Hmm... aku sekarang mengajar di kelas senjata api, di Hongkong memanajeri sebuah klub malam, atau mengajar di kelas self defense untuk umum. Kurasa belum terpikir bekerja di luar itu. Tak punya pengalaman, lagipula pendidikanku memang hanya high school."


"Kau punya kemampuan managerial yang bagus nampaknya, kau bisa mengatur sebuah klub."


"Itu karena terbiasa berada di lingkungan itu kurasa, lagipula beberapa saat aku juga berpikir itu karena dulu Kent ditakuti, tak ada yang berani macam-macam dengan pacarnya juga. Jadi nampaknya itu seperti berjalan lancar, dunia kami agak berbeda Oliver, kami menang berdasarkan level kekuatan bukan berapa proyek yang kau menangkan, atau seberapa design-mu di sukai clien."


"Kau ingin tinggal di Hongkong lagi?"


"Tinggal di Hongkong lagi."


"Entahlah, ..."


"Aku akan bereskan urusanmu dengan Kent sepulang kita dari Vietnam. Tinggallah di Hongkong lagi jika kau mau..." Aku melihat padanya sekarang dam tersenyum. Oliver ini memang baik padaku.


"Oliver terima kasih, kau selalu baik padaku, tapi kau tak perlu turun tangan menghadapinya, organisasi punya aturan soal Kent sia*lan itu, Ko Derrick berkata dia akan membereskannya, dia akan ke Hongkong setelah aku kembali untuk meminta pertanggungan Kent. Terima kasih..."


Air mukanya berubah sekarang, dia menatapku dengan pandangan aneh.


"Sudah kukatakan padamu aku bisa mengurusnya, kenapa kau tak percaya saja padaku."


"Tak apa, kau punya banyak pekerjaan, Kent kepercayaan Boss Philip, harus Ko Derrick yang mengurus ini, lagipula kemarin aku benar-benar takut kau terluka. Kau tanggung jawabku, tapi malah aku membuatmu terluka."


Dia menghela napas panjang. Melihatku dengan ekspresi yang kurasa penuh dengan kecemburuan karena aku lebih mengandalkan Ko Derrick.


"Kau tahu aku tak keberatan terluka untukmu. Kenapa kau tak paham itu."


Aku paham.


Dan dia pergi dari sampingku begitu saja kemudian. Dia marah, karena dia cemburu, karena aku menyingung egonya.


Aku tahu dia akan marah.

__ADS_1


Tapi aku memang berniat melihat bagaimana dia menghadapi rasa marahnya, rasa cemburunya. Mungkin dia akan menyerah? Aku tak keberatan dia menyerah. Walau mungkin akan sedikit kehilangan perhatiannya. Tapi jika dia sudah menyerah hanya karena sedikit ujian.


Anggap saja dia tidak serius.


__ADS_2