TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA

TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA
Part 40. Hongkong 7


__ADS_3

POV Derrick


“Tante Tata, makasih sudah menemani kita.” Aku dan Cecilia mengantarnya kembali ke rumah malamnya setelah kami selesai makan malam. Anak gadisku itu cocok sekali dengan Tata,mereka mengobrol seperti adik dan kakak yang lama tidak bertemu. Sangat kebetulan jurusan kuliah yang diambil Cecilia dan Tata sama. Tata pasti bisa mengatakan  banyak hal untuknya.


“Terima kasih  juga sudah mengajak Tante Cecil.” Kami sudah mencapai lobby apartementnya.


“Ya oke, kalau ada apa telepon saja. Saya hari kerja masih harus ke kantor pusat. Rabu mungkin baru free lagi.”


“Oke, bye.” Kami meninggalkan lobby setelah dia turun.


“Tante Tata orangnya  cool ya Pa.”


“Iyakah?”

__ADS_1


“Iya, suka bercanda. Tahu K-Pop malah, apapun yang diomongin nyambung,  apa dia pacar Papa?” Aku tertawa. They get along well,  aku penasaran apa yang mereka bicarakan sekarang



“Bukan. Cuma teman. Kau harus ingat dia anak tiri Tante Yun, bagaimana mungkin Papa menjadikan dia pacar.”


“Kan cantik Pa, Papa kan masih ganteng. Kurasa Tante Tata juga suka Papa.” Aku tersenyum mendengar putriku bicara. Tata, tak ada siapapun yang mengatakan dia tidak cantik, walaupun kadang dia judes. Aku ingat dia tak segan-segan mengajakku bertengkar saat pertama kali kami bertemu. Biasaya gadis-gadis terpesona padaku, tapi Tata dia malah  langsung mendebatku di tempat.


“Intuisi wanita. Tante tidak  bilang suka Papa, dia bilang butuh banyak hal dari sekedar ganteng atau cantik untuk mengatakan suka ke seseorang. Aku bilang dia suka Papa, tapi aku  bilang Papa yang terlalu pemilih, padahal Papa kan tampan banyak yang suka, teman-temanku saja bilang Papa ganteng.” Benar tebakanku, dia tak mungkin bilang menyukaiku. Di satu  titik kupikir dia sangat menjaga jarak dengan laki-laki, lalu kemudian berubah saat dia memaafkan Ayahnya. Tapi tetap saja dia bukan orang yang gampang terpesona oleh pria, sangat berhati-hati, walaupun sekelas anak pemilik perusahaan belum tentu bisa mendapatkan perhatiannya,


“Anak kecil, kamu tahu apa. Sok tua” Aku tertawa dan mengacak poninya yang menggemaskan. Dan yang disampingku ini, gadis kecil yang merasa bisa menguasai dunia.


“Mantan pacarku sudah dua Papa aku  bukan anak kecil, aku mau mendepak satu lagi beberapa bulan lagi. Mantanku sudah tiga...” Aku ngakak, anak ini memang sudah besar, banyak hal yang tak kusadari. Banyak waktu yang sudah berlalu, sebentar lagi dia akan terbang dari rumah Ibunya. Selanjutnya aku mungkin akan sangat jarang bertemu dengannya. Mungkin nanti hanya setahun sekali saat  dia kuliah. Putriku menginginkan aku punya seseorang dirumah, Tata, tidak mungkin, mungkin sebentar lagi dia akan dijodohkan oleh Brother Lam, plus banyak yang sudah mengejarnya karena dia anak Brother Lam. Gadis cantik itu kurasa terlalu jauh dari jangkauanku, jika dia menyukaipun, itu anak orang yang kuanggap penolongku, aku berhutang nyawa padanya. Bagaimana aku berani meminta putrinya.

__ADS_1


“Jangan ngomong sembarangan ke Tante Tata, nanti dia salah sangka.”


“Papa suka ke Tante Tata bukan?”  Dia  masih penasaran dengan Tante Tatanya.


“Papa anggep Tante Tata orang yang harus dijaga, keluarga adik. Bukan suka  seperti itu.”


“Tante Tata kan lebih  cakep Pa, daripada Tante Cherrie yang pernah ngaku jadi pacar  Papa.”


“Kalau yang itu orang gila. Jangan  disebut lagi.”


Mungkin benar Tata suka padaku, belakangan kami memang cukup dekat. Tapi nanti dia akan menemukan pengalih perhatian yang lain. Banyak pria yang akan mengejarnya.


\=======***========

__ADS_1


__ADS_2