
"Koko, maaf tadi... Ponselku direbut Kent, aku sama sekali tidak bisa menelepon Koko, jika dia membuang liontin itu, hilang sudah kesempatanku buat bertemu orang tua ku. Maaf aku berpikir pendek, menyusahkan Koko."
Boss Philip sudah pergi, tinggal kami bertiga di ruangan aku langsung minta maaf padanya.
"Kau selalu jatuh kepada ancamannya, mentalmu yang sudah jatuh duluan. Aku yang salah meninggalkanmu padanya dulu. Dia tak akan bisa mengganggumu lagi sekarang ... Soal uang yang kau bilang akan didapatkannya, jika Ibumu berniat memberinya, berikan saja padanya supaya tak ada dendam lagi."
"Tapi bagaimana Boss besar langsung memutuskan dia yang salah?"
"Philip bukannya tak tahu penyimpangan perilaku Kent kepada wanita, dia tidak mendengar berita dari hanya satu orang, dia punya banyak orang yang mengawasi untuknya, makanya dia tidak percaya pada hanya satu sumber, untuk kasusmu adalah berbeda karena kau sudah masuk anggota inti. Dalam sumpah persaudaraan kita jelas dikatakan dilarang menyakiti Saudara sendiri. Makanya aku diam saja tadi, dengan dia memaksamu datang kesini, dia sudah terbukti bersalah sebenarnya, dia mengatakannya dengan jelas. Koko hanya mendorongmu sampai titik kritis dimana kau harus mengakui apa ancamannya."
Jadi begitu. Ternyata Boss Philip dan Ko Derrick sudah tahu apa yang sebenarnya terjadi.
"Siapa Nyonya Zhao Lu Xi?"
"Salah satu mitra bisnis di Shanghai. Dia salah satu pemegang kekuasaan di Ping An Group. Suaminya juga punya Group keluarga yang setara dengannya. Kurasa anaknya ada hanya 1 orang laki-laki. Karena dulu mereka masih terbatas pada kebijakan satu anak. Mereka keluarga terkenal di Shanghai dan China daratan."
Aku jadi berpikir jika Kakekku membuangku bisa jadi suaminya mungkin tak ingin melihatku. Bahkan margaku adalah Marga yang berbeda.
"Apa yang kau pikirkan?" Oliver bertanya padaku melihatku terdiam.
"Entahlah, aku takut aku ditolak keluarganya. Aku masih punya pikiran itu walaupun dia berkata aku tidak ada yang membenciku. Bahkan marga kami tidak sama."
"Kau disana untuk bertemu Ibumu, jangan pikirkan yang lain."
"Iya,... lihat saja bagaimana keadaannya dulu. Koko besok harus kembali ke Jakarta, kalau ada masalah teleponlah, disini Oliver jika kau mau minta tolong." Oliver jadi tersenyum mendengar aku boleh minta tolong padanya.
"Baiklah, urus keberangkatanmu ke Shanghai besok. Jika kau mau kembali ke Jakarta lagi kabarkan saja, atau apapun yang kau putuskan nanti setelah bertemu Mamamu..."
"Terima kasih Ko."
"Kita keluarga, jangan bilang terima kasih. Kau masih meninggalkan kopermu di tempatnya?"
"Iya. Aku akan mengambil barang-barangku dulu."
"Kau jaga dia, kalau dia kenapa-kenapa aku akan menyalahkanmu sekarang." Ko Derrick masih sempat mengancam Oliver.
"Big Brothers, terima kasih. Aku akan bertanggung jawab dengan permintaanku sendiri."
"Biar aku yang mengantarmu dimsum." Aku meringis ketika dia memanggilku dimsum.
"Untung kau tak memanggilnya bakpau. Dia tak cocok jadi bakpau sama sekali...." Aku tertawa sekarang dengan perumpaan Ko Derrick.
__ADS_1
Kami mengucapkan selamat tinggal ke Ko Derrick. Dia akan segera menikah beberapa bulan lagi, aku harus hadir dalam pernikahannya, dia kesini juga khusus mengundang semua orang yang ada dalam group kami dulu.
"Kau ternyata pergi lebih cepat." Aku berjalan le mobil dan kembali bersama Oliver, ... "Bagaimana jika aku mengajakmu pergi jalan-jalan. Aku sudah lulus ujian pertama ke Koko Derrickmu." Aku tertawa sekarang.
"Hmm... baiklah, jalan-jalan." Lagipula aku harus pergi besok. Aku mengikutinya ke mobil lagi, kali ini dia yang menyetir. Aku memakai seat beltku dan menyadari dia tidak menjalankan mobil tapi menatapku sekarang.
"Apa? Kenapa kau menatapku begitu..."
"Kita jadi teman lagi kan dimsum."
"Kita jadi teman, species lain jenis."
"Tapi aku sudah mengaku kekasihmu di depan Boss Philip, bukankah sebaiknya kita jadi kekasih saja. Kalau tidak Bossmu akan tahu kita berbohong." Aku mengulum senyumku dan melihatnya. Rasanya akan menjadi terlalu mudah jika aku menyetujuinya sekarang.
"Maaf aku mengacaukan semuanya sebelumnya, tapi aku sudah minta maaf langsung ke Kakakmu. Aku bertanggung jawab atas kesalahanku. Dan aku sudah membuat teras bintang jatuh untukmu." Perkataannya sekarang membuatku tertawa.
"Kau membuat itu untukku, ..." Rasanya mendapatkan seseorang memgatakan hal seperti ini tak terbayang sebelumnya.
"Kalau aku selesai dan hotelnya sudah dibuka kau akan tahu apa yang kubuat untukmu."
"Hmm bukan. Ya tapi restoran itu juga berkaitan dengan perkataanmu, dan mereka setuju dengan ideku."
"Kau hanya ingin membuatku penasaran kan?"
"Aku berjanji akan memperlihatkannya jika hotelnya dibuka."Aku hanya mengulum senyumku. Menunduk, merasa menjadi anak remaja lagi sekarang, sementara dia tidak melepaskan pandangannya padaku.
"Bisakah kau tidak menatapku seperti itu." Aku menyentuh dagunya, berniat mengalihkan pandangannya yang membuat pipiku panas. Bekas cukurannya sekarang membuat jariku tergelitik.
Dia jadi menangkap tanganku.
"Kumohon katakan ya sweetheart, jadilah kekasihku, kau mau apa agar kau mengakuiku sebagai kekasih..." Aku sebenarnya ingin menyiksanya lebih lama lagi. Tapi yang dilakukannya sekarang nampaknya terlalu manis untuk ditolak.
"Bukannya biasanya orang mengatakan cinta memakai bunga, kau sama sekali tidak romantis..."
"Kau boleh memborong bunga apapun yang kau mau setelah ini, setelah kau mengatakan ya padaku..." Aku tertawa dan menatapnya yang masih menggengam tanganku. Aku menatapnya tapi memalingkan wajahku lagi, pipiku panas dan jantungku berdetak terlalu cepat jika melihatnya.
"Iya, ..." Aku mengatakan iya tapi tak berani melihatnya. Tapi dia membawa punggung tanganku ke bibirnya, membuatku harus melihatnya sambil tersenyum. "Apa kau selalu semanis ini ke semua orang."
"Aku membangun teras bintang jatuh hanya untukmu. Aku memintamu menjagaku 30 hari, aku berusaha menjadi teman Kakakmu. Kau masih meragukan aku, Tuhan menghukumku jatun cinta kepada gadis yang sangat jual mahal, tapi kau menang aku akan lalukan apapun. " Aku meringis lebar, tak terbiasa dipuji begini jauh. Rasanya takut ini hanya mimpi dan sesuatu membuatku harus menangis karena cinta.
__ADS_1
"Kau tahu, kadang aku merasa tak percaya padamu. Tapi yah karena kau sudah berusaha sejauh ini, aku hanya bisa menghargai usahamu."
"Kau tidak menyukaiku?"
"Aku ... bukan tidak menyukaimu, hanya di usia yang sekarang aku merasa cinta itu ...hanya perasaan sementara. Mungkin rasanya memiliki seseorang itu menyenangkan, tapi ... semua di dunia ini memang tak abadi. Walaupun rasanya ya memang menyenangkan punya cinta."
"Aku tahu maksudmu, ... tapi aku ingin kita tetap mencoba bersama."
"Aku bukan penganut open relationship, jelas tidak tertarik thre*es*ome, seperti prinsipmu sebelumnya Don Juan, jika kau melakukan itu aku akan dengan senang hati menendangmu dari hidupku."
"Aku tahu yang itu lupakan kumohon lupakan. Pertemuan pertama kita sangat salah. Aku membuka lembar baru denganmu."
"Kita coba, mungkin bisa. Aku tak tahu, aku harus ke Shanghai, mungkin setelah itu kembali ke Jakarta dulu, kita jauh, jika aku bekerja di Hongkong aku jelas tak ingin bekerja di bawah Ken. Harus mencari pekerjaan lain. Kita masih punya banyak masalah..."
"Iya, aku tahu. Aku juga punya proyek padat. Tak sering juga kita bisa bertemu. Aku juga bukan orang yang sempurna sweetheart, tapi rasa ingin bersamamu ini tak bisa kutolak." Dia menggengam tanganku.
Aku menghela napas. Kusisipkan lenganku padanya, menyandarkan diriku padanya untuk yang pertama kali.
"Baiklah, kita coba berjalan saja spesies lain, mudah-mudahan kau memang suka dimsum." Ganti dia yang tersenyum.
"Aku suka dimsum."
"Berhentilah merayuku."
"Sudah bawaan bakat terpendam." Dia mulai menghidupkan mobil.
"Kau terlalu menganggap tinggi dirimu sendiri species lain."
"Hanya kau yang terang-terangan menistakan ku."
"Hanya aku yang bisa menendangmu ke kolam."
"Kau benar. Kau menang sweetheart, hanya kau yang bisa menghajarku. Kau bossnya"
"Diamlah dan mengemudi saja." Dia tertawa.
Aku tak tahu bagaimana ini berakhir, tapi dia sudah mengusahakan kesempatannya. Dan aku hanya memberinya kesempatan yang pantas dia dapatkan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1