TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA

TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA
Part 55. Casual Dinner 2


__ADS_3

“Jangan sampai kamu kasih tahu dia. Boss Koko gak mau ini  di sangkut pautkan sama dia. Ingat itu, udah susah-susah ngatur di belakang layar kalo kebongkar itu nambah masalah gak perlu.”


“Iya-iya, aku juga gak sebodoh itu ngebongkar.”


“Makan,...” Aku mulai makan sudah karena memang kelaparan.


“Koko makannya cuma sayur Ko kalau malem?”


“Iya Non, tuan mah kalo dirumah yang penting sayuran, katanya kalo di luar sudah makannya lemak semua. Nasi aja nasi merah.”


“Sayur itu enak.” Aku menimpali Bibi.

__ADS_1


“Makanya gampang ya Bi.”


“Hooh Non, lalapan juga hayoo aja Tuan. Sambel doyan Tuan lho Non.”


“Ohh gitu. Doyan lalapan dan sambel? Bagus-bagus, udah jadi orang Indo dia.” Bibi ikutan ketawa sekarang.


“Bibi, kebelakang dulu  Non, Tuan.”


“Iya Bi. Makasih ya.”


“Ohh ya? Koko gak tahu. Mungkin ada kerjaan disini.” Brother Lam ke sini? Kalau Cherrie sampai lihat mereka berdua, pasti ketahuan. Jika ketahuan kira-kira apa yang Cherrie lakukan? Kukira dia bakal tambah semangat nyari masalah ke Cherrie, yang bisa menghentikan ini cuma  orang tuanya. Tapi apa dia masih bisa mikirin nyari masalah sama Tata  setelah semua  masalah SCI. Masalah tambahan lainnya, gimana tanggapan Brother Lam kalau tahu Tata suka denganku. ****! Ini tambah rumit.

__ADS_1


“Mikir apa sih Ko.”


“Sementara kamu jangan keluar sama Koko dulu. Nanti orang Cherrie liat, dia bisa ngelacak siapa kamu.”


“Sampai segitunya Ko?”


“Dulu Cherrie itu pernah balas dendam sama satu pendatang baru di  film yang terang-terangan nolak dia di depan umum. Sampai gak dapet kerjaan lagi artist  baru itu. Plus di kerjain, di hajar sama suruhannya Cherrie.  Kamu tahu sampai orang tua anak itu datang minta maaf nyembah-nyembah Cherrie. Bukan sekali dua kali Tuan Putri  itu semena-mena ke orang yang lebih  lemah dari dia. Kamu gak tahu seburuk apa  kelakukan anak boss Wang Le Man itu di Hongkong. Kelakuannya  yang lebih parah dari Ketua Geng, Papanya ngebela dia, dia malah bangga anaknya bisa nganiaya orang. Itu keluarga gila semua.”


“Wuuu, barbar ya... Ya sudah gue yang sekalian gampar biar dia kapok. Sorry Ko, bodoh amat kalau dia berani nyari masalah, saya gak mau ngalah, takut sama dia dan nyembah-nyembah dia kalau dia cari masalah.” Terpaksa aku harus ngomong ke Papa Tata sekarang minus  cerita kalo Tata suka. Jangan dulu yang itu. “Koko takut bener sama Cherrie?”


“Bukan koko bukan takut sama Cherrie, Koko takut kamu yang diapa-apain sama dia. Kamu tahu koko hari ini nelepon orang kesana-kesini bikin onar ke SCI, biar dia ada kerjaan gak usah ngulik-ngulik kamu. Bikin dia sakit kepala dulu ngurus somasi, daripada dia kurang kerjaan nyari info soal kamu.”  Tata terdiam sebentar melihatku,  kemudian tersenyum kecil menatapku.

__ADS_1


“Thanks Ko. Sorry  bikin Koko khawatir.” Dia melanjutkan makannya sambil diam. Kenapa dia tersenyum aku hanya mengatakan kenyataan? Thanks buat apa? Buat khawatir sama dia... aku khawatir sama dia? Tiba-tiba aku sadar apa yang aku lakukan, aku secara tak sadar mengatakan aku khawatir padanya. Itu kenapa dia tersenyum.


“Sudahlah. Ngapain kita ngomongin Cherrie itu, kalau dia berani macam-macam, hadapi saja.” Karena nampaknya Cherrie tak akan melepaskannya, gadis itu punya sifat pendendam yang diketahui banyak orang.


__ADS_2