
Baiklah, kupikir aku tahu kenapa dia jadi begitu menyebalkan setelah pembicaraan singkat tadi.
Pengkhianatan oleh istri dan temannya, satu kantor. Itu pasti tikaman hebat. Siapa yang akan bertahan dari kejadian seperti itu. Dan tidak berubah menjadi semacam a*sshole karena tidak percaya pada wanita lagi.
"Kau tak perlu menungguiku selama aku di kantor, Selasa minggu depan kita ke Vietnam lagi. Tim ku akan sudah memulai land countouring terlebih dahulu, setting kantor proyek, mengatur deal pekerjaan dengan kontraktor lokal."
"Jadi aku cuma menjadi sopirmu saja beberapa hari ini? Kantormu cuma sepuluh menit."
"Iya anggap saja kau sedang liburan beberapa hari ini. Bawa saja mobilku, aku full beberapa hari ini sampai selasa bekerja di kantor untuk mempersiapkan proyek. Sama sekali tidak ada jadwal pergi ke luar."
Begitu entengnya dia memberikanku liburan. Dia membayar kurasa minimal HKD 45,000 jasa bodyguard sebulan, dan dia memberiku liburan dengan mudahnya. Aku tak tahu berapa seharusnya begitu, atau jika dia deal dengan Boss Philip mungkin Boss Besar memberinya potongan.
Tapi bagaimanapun Boss Besar berharap aku tak mengacaukan pekerjaan ini. Bahkan dia bersedia memberiku bonus tambahan.
Deg! Kontrak dengan Boss Besar Philip.
Sesuatu terpikir olehku. Kontraknya lewat boss Philip? Ada kemungkinan Kent tahu aku di Hongkong? Kenapa baru terpikirkan olehku. Bagaimanapun! operasional keamanan Hongkong masih ada padanya. Bagaimana jika sebelum kami ke Vietnam dia muncul di depanku.
"Kau diam sekali? Kau tak ingin libur? Bukankah kau sudah lama tak kembali ke Hongkong?"
"Ehmm tidak. Boleh kutahu siapa yang mengirimkan kontrak kerjaku padamu, yang tanda tangan atas nama agency siapa?"
"Yang tanda tangan atas nama agency? Kurasa seseorang bernama, ehm... David Lang. Kurasa itu namanya." Aku tidak mengenal siapa David Lang, entah bagaimana susunan organisasi di Hongkong sekarang aku juga tak tahu. "Kenapa memangnya?"
"Tidak hanya bertanya."
Aku hanya bisa berharap pada keberuntunganku sekarang. Kent nampaknya sudah naik ke level yang lebih tinggi mungkin dia sudah tidak mengetahui hal detail seperti siapa saja yang sedang punya VIP Quest di Hongkong, orang lain yang mengurusnya. Mungkin jika aku tak membuat masalah dengan Oliver dia tak akan tahu.
"Sebenarnya kenapa kau lama tidak kembali ke Hongkong, kau punya masalah dengan salah seorang di perusahaan?"
__ADS_1
"Tidak. Bukan apa-apa."
"Kau bisa bercerita denganku, anggap saja aku temanmu."
"Teman? Kau klienku Sir Oliver." Aku tersenyum padanya. Size XXXL ini ingin aku menganggapnya teman. Baik hati sekali, karena kucium sekali dia menggangapku teman. Apa sebegitu mudahnya dia memberiku kepercayaan.
Dimana tipikal Don Juannya itu, apa teman ini juga salah satu cara Don Juan menaklukkan targetnya. Ini cuma permainannya.
"Ciuman kemarin harusnya cuma ciuman perpisahan, aku tak punya keinginan punya hubungan denganmu, atau membuatmu teringat padaku. Jika kau salah menduga maksudku. Yang jelas peraturan perjanjian kontrak kita masih berlaku."
Dia cuma mengumam tak jelas di kursinya menanggapiku. Entah apa yang ada di kepalanya, yang jelas pria terlalu complicated untukku, lima tahun hidup tanpa keterlibatan pria itu adalah hidup paling tenang yang kudapatkan. Aku tak berniat menukar ketenangan hidupku dengan terlibat 'teman' dengan species size XXXL ini.
"Ya baiklah, aku hanya mengatakan padamu bahwa aku bersedia berdiri di posisi teman denganmu. Itu tidak melanggar kontrak bukan." Dia tersenyum sendiri padaku. Lagi-lagi dia membawa kontrak kami.
"Thanks. Tapi kau harus ingat masa kerjaku hanya 30 hari. Dan selama 30 hari kau tak akan mendapatkan apapun selain di kontrak itu." Dia tertawa tergelak.
"Aku tahu. Aku tahu aturan walaupun seperti katamu aku ban*gsat." Dia melihatku dengan senyum lebar. Sekarang aku benci senyum lebarnya itu.
"I will. Don't worry..." Tampaknya dia mengatakannya tanpa ragu. Kita lihat saja apa dia bisa memegang kata-katanya.
Kami sampai di apartmentnya kemudian. Apartment tiga kamar itu besar untuk ukuran Hongkong yang harga sewanya apartmentnya bisa dikatakan tertinggi di dunia.
"Kamarmu nyaman?"
"Iya, terima kasih, sangat cukup."
"Baiklah, aku berangkat jam 9 besok. Selamat beristirahat jika begitu."
Dia menghilang ke kamarnya. Aku masuk ke kamarku sendiri.
__ADS_1
Melemparkan diri ke tempat tid*ur. Berpikir kenapa dia bersedia menawariku term teman tanpa mendapatkan apapun. Bukankah doa hanya playboy ba*ngsat, kenapa dia bersusah payah seperti itu.
Teman, ... Entahlah mungkin tadi dia nanya lupa menambahkan kata di belakangnya. Harusnya itu mungkin "teman tid*ur."
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Setelah sarapan dia ke kantor, aku benar-benar jadi sopir sementaranya. Pekerjaan kali ini memang terlalu santai dan aku tak tahu kenapa dia memberiku pekerjaan begini santai. Janjinya itu tak masuk akal dengan semua profile Don Juannya.
Jika dia berhasil memegang janjinya selama 30 hari ke depan aku akan berhenti memanggilnya species XXL dan Don Juan.
"Nikmati liburanmu, nanti kukabari jam berapa aku pulang. Pekerjaanku sedang pada puncaknya sekarang, aku harus mempersiapkan semuanya sebelum keberangkatan tim ke Vietnam. Mungkin aku pulang selalu jam 10. Jika kau ingin beli sesuatu pakai kartuku saja, tidak usah merasa tak enak..." Aku tiba di lobby kantornya tapi dia menyerahkan mobilnya untuk kupakai.
"Terima kasih, setidaknya buat liburannya..."
Tapi sebagai balasan dia mematuhi syarat perjanjian itu. Aku tak memakai kartunya. Bonus 4 bulan gaji, plus pekerjaan ini sangat santai sudah sangat cukup untukku. Aku tak perlu yang lain. Biaya operasionalku cukup untukku.
"Kau mau jalan-jalan kemana?"
"Aku tak tahu. Nanti aku pikirkan."
"Sampai jumpa nanti malam. Jika ada sesuatu telepon saja. Oke."
"Kau tahu Oliver, seharusnya aku yang berkata begitu." Dia tersenyum, harusnya dia yang memberikanku tugas malah jadi dia yang berkata begitu.
"Tak apa, aku pergi dulu. See you." Dia keluar dari mobil dan berjalan masuk ke gedung. Aku menatap bayangannya yang menghilang begitu saja dan berlalu pergi.
Aneh dia tak berusaha merayuku dari kemarin. Seperti bukan Oliver yang kukenal di Bali dan Hanoi. Semua pikiran dia akan merayuku tak terjadi.
Dia menyapa seperti biasa pagi ini, bersikap sangat normal, tak membuat candaan yang menjurus, tak membuat situasi dimana aku ingin mengajaknya bertengkar. Intinya nampaknya dia akan memegang kata-katanya dan ini akan baik-baik saja.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=