TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA

TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA
Part 58. Mau Tau Aja Apa Mau Tahu Banget?!


__ADS_3

Karena ada yang minta dari sisi POV nya Derrick , kita bahas apa yang terjadi pada Koko  tersayang kita yaaa.....


************************************


POV Derrick


Jangan tanya bagaimana aku berakhir di dapur ini. Mulai semalam dia memamerkan dua mawar besar itu didepan mataku, tapi kemudian tidak membiarkan aku tahu apa yang terjadi dengan sengaja. Apa itu?! Kata-kata ‘mau  tahu aja apa mau tahu banget’ aku binggung apa artinya?!


Terpaksa aku tanya Daniel yang keheranan dengan pertanyaanku.



‘Dan, apa arti mau tahu aja apa mau tahu banget?’


Dia langsung menjawabku dengan emoticon tertawa  berguling.


‘Ya artinya, lu mau tahunya kadar 50% apa kadar 200%’ Akhirnya Daniel menjawab pertanyaanku. Kupikir ada arti yang tersembunyi lainnya. Dia sengaja menaruhku dalam pertanyaanku sendiri. Tak memberitahuku apa yang dikatakannya kepada dua pengagumnya itu. Balas dendam karena aku tak mengatakan  apapun padanya.

__ADS_1


‘Ada juga yang bisa bilang begitu ke lu ya  Bro. Cewe ya.’ Daniel  menambahnya dengan emoticon seringai lebar. Yang ini pengalamannya nampaknya berkali-kali lipat dariku. Aku baru kutahu julukannya adalah playboy 4 musim. Katanya itu didapat karena tiap musim dia ganti pacar dulunya. Luar biasa.


‘Iya cewe.’


‘Jawabannya gampang Bro.’


‘Ohh? Apa jawabannya?’ Aku penasaran bagaimana playboy 4 musim menjawab itu.


‘Mau banget sama kamu.’ Dengan emoji ngakak dibelakangnya. Bangsat ini memang playboy, sesuai dengan julukannya.


‘Hahaha, Bisa aja kamu Dan. Noted.’ Tata memang sedang balas dendam denganku.


“Bibi, Tata ada?” Bunga yang kubenci itu masih terpajang di ruang tamu depan seperti mengejekku.


“Pergi Tuan,...”


“Kemana?”

__ADS_1


“Wah gak tahu, udah rapi dari pagi, kayanya jam 10 udah pergi deh.” Aku pulang dengan tangan kosong dan kesal.


Seharian aku kesal tak tahu dimana dia berada, mau kutanya setengahnya aku tahu dia sengaja pergi dariku karena aku tak mengatakan apapun padanya atas kedekatan kami.


Dia kesal padaku dan membiarkan aku kesal juga. Kejadian tak penting  ini sangat bodoh, sangat menganggu, membuatku bolak-balik memikirkannya, gimana kalo dia malah terpesona sama Andrew atau siapalah itu. Mungkin Andrew itu bisa melakukan sesuatu yang membuat Tata luluh, lalu Tata berpikir daripada dia menungguku lebih baik dia pergi dengan Andrew, lebih muda, lebih pasti jelas-jelas mengejarnya.


Astaga lalu kenapa aku  tak melakukan sesuatu, tak mengatakan sesuatu untuk mencegahnya keluar bersama Andrew.


‘Cecil, apa Tante Tata mengatakan padamu semalam?’ Aku mencari info akhirnya chat ke Cecil, karena tak tahu siapa yang harus kuhubungi.


‘Papa yang Payah. Tanya sendiri ke  orangnya! Jarakmu hanya 15 meter darinya! Perlu kau ke HK dulu?!”


‘Papa bertanya serius, dia mengatakan sesuatu padamu?’


‘Papa, jika kau menyukainya katakan saja perasaanmu padanya, perlu aku yang bicara buatmu? Papa kau membuatku malu, kau payah.  Sudahlah aku malas mengurus masalahmu.  Selesaikan sendiri! Jangan chat aku lagi. Byeee!’ Malah  dia memarahiku. Anak ini, kurang ajar, dia juga bergabung mengerjaiku dengan Tata, kutebak  dia sekarang pasti ngakak di depan layar ponselnya.


Payah, Cecil mengatakan aku payah, sekarang apa yang kulakukan disini, berdiri seperti orang bodoh, bertanya kemana dia pergipun tak akan dijawabnya. Dia pasti sedang nonton dan jalan-jalan dengan Andrew untuk membalasku. Dia pergi dari jam 10? Kemana Andrew mengajaknya dari jam 10?! Keluar  kota?! Sial! Keluar kota?! Ini akibatnya aku menunggu  terlalu lama.

__ADS_1


Jam 3 dia belum kembali juga, mobilnya belum ada di dalam. Sekarang aku tak bisa menunggu lagi, aku tak bisa membiarkan dia keluar dengan Andrew lagi. Jika Andrew bisa memberinya bunga aku juga bisa, bahkan aku bisa membuatkannya makan malam dengan tanganku sendiri.


__ADS_2