TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA

TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA
SEASON 3 Part. 33. Kick Out The Enemy 19


__ADS_3

Bel di mulainya waktu 10 menit berbunyi.


"Mulai!" Seorang wasit ada di tengah mengawasi sekaligus memberi perintah.


Koko maju, Nathan malah mundur, sambil memasang melindungi wajahnya. Dasar pengecut!


"Memang dasar tak berguna." Philip melipat tangannya di depan dada melihat gerakan yang terjadi di atas ring.


Koko tak memperdulikannya gerakannya, Nathan mundur maka dia akan merangsek maju. Pukulan pertama melayang. Dua tangannya bahkan tak punya kekuatan untuk menahan pukulan pertama itu, dia terdorong ke belakang dan terpojok begitu saja di ring.


"Hajar dia!" Aku meneriakinya, pengecut seperti dia tak akan sadar kalau tidak dihajar, jika sudah merasakan sakitnya baru dia bisa berpikir.


Koko tidak memberinya kesempatan, benar dia tidak menberikan serangan ke kepala, tapi pukulan bertubi tubinya menghajar perut dan pertahanannya. Dalam hanya satu menit dia sudah meringkuk di lantai.


"Bangsat! Berdiri!Lawan aku!"


"Ampun Brother, aku mengaku kalah! Aku bayar double!" Memang pengecut dia tidak punya keberanian sama sekali. Otak liciknya mencari cara aman untuk selamat dari pukulan Koko.


"Banci, kau tak berani melawan pria, sini lawan aku saja. Aku akan menghajarmu!" Koko melihatku dengan pandangan bertanya.


"Hei...hei...Cherrie, ini perkelahian pria, kau tak bisa ikut." Philip langsung melarangku.


"Aku ikut kelas tarung amatir, aku bisa memukulnya."


"Tidak." Philip memutuskan harapanku mencoba samsak hidup ini. Ayolah!


"Koko?! Aku akan menghajarnya dia sudah kalah darimu. Dia sudah harus membayar padamu. Serahkan dia padaku!"

__ADS_1


Sekarang Koko mendatangiku.


"Kau yakin? Kau benar-benar bisa memukul orang? Kau tak pernah cerita?"


"Bisa aku baru belajar tiga bulan, tapi aku yakin bisa menghajarnya. Semua kejadian yang dipermasalahkan ini aku terlibat...Masih delapan menit, aku bisa menghajarnya sendiri. Koko aku serius! Aku tak takut dipukul."


"Kau belajar apa?"


"Jiujitsu."


"Sudah belajar menangkis pukulan dan menyerang balik?"


"Sudah, aku murid berbakat, aku tak akan kalah Koko. Masih 8 menit. Samsak itu punyaku." Koko menaikkan alisnya. Melihat ke Philip meminta pendapat.


"Kelihatannya dia tak akan kalah, banci itu akan berpura-pura pingsan di lantai." Brother Philip sekarang menyerahkan keputusannya pada Koko.


"Banci! Lawan Cherrie sekarang! Kalau tidak kau tidak akan pergi dari sini. Mica? Sisa waktu?"


"8 menit 15 detik." Mica memberitahu waktu pertarungan kami.


"Pakai pelindung kepala. Tapi aku tak mau pakai sarung tinju, hanya pakai balutan knuckles apa itu namanya hand wrap." Aku memberitahu syaratku. Aku memang tak pernah berlatih memakai sarung tinju, itu berat, hanya balutan tangan yang mencegah tangan terluka.


"Mica, ambilkan dua hand wrap."


Nathan nampaknya bangkit lagi. Dia berani karena aku wanita? Akan kuhajar dia sekarang. Sudah lama aku menyimpan keinginan menghajarnya sendiri.


__ADS_1


...ini namanya hand wrap untuk...


...melindungi buku jari...


"Kau yakin?" Koko bertanya sekali lagi sambil memakaikanku hand wrap.


"Tentu saja, bahkan dia tak bisa menahan satu pukulanpun darimu, akan lebih tepat itu jadi pembantaian. Aku yakin bisa menghajarnya."


"Satu syarat, jika aku bilang berhenti kau harus berhenti."


"Kau tak usah terlalu kuatir."


"Jika kau tak janji, tak usah. Pertandingan ini tak ada." Dia mulai melepaskan balutannya.


"Iya baiklah! Jika kau bilang berhenti aku berhenti!" Aku tak mau kehilangan kesempatan bisa menghajar Nathan dalam delapan menit kedepan.


Koko menghela napas melihatku bersikeras, lalu mulai menggulung kembali hand wrap itu.


"Kau memang keras kepala. Perhatikan arahanku!" Dia memakaikan pelindung kepala.


"Hei Banci, kesini kau! Kau memang hanya berani ke wanita. Sekarang wanita ini yang akan menghajarmu!" Nampaknya Nathan berani maju lagi, mungkin dia pikir pukulanku tak akan sekeras Koko.


Mica datang ke tengah kami sebagai wasit.


"Waktu kalian delapan menit 15 detik."


"Habisi banci itu Nona!" Ramai sorak-sorai mendukungku.

__ADS_1


"Mulai." Waktu berjalan, aku maju. Nathan nampaknya kali ini berani mengambil inisiatif. Jiujitsu efektif dalam mengelakkan serangan dan membaliknya. Aku senang dia menyerang duluan.


__ADS_2