TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA

TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA
SEASON 5 Part 18. New Target 1


__ADS_3

November.


Setelah beberapa kali pertemuan, kurasa aku dan Colin jadi cukup dekat, rasanya entahlah cukup menyenangkan punya teman baru yang bisa diajak mengobrol. Walaupun dia tak pernah mencoba apapun lebih dari mengandeng tangan, itu manis kurasa, dia menungguku nyaman dengannya, itu membuatku suka padanya.


Hari ini aku selesai sebuah pemotretan. Dia menjemputku makan malam. Kebetulan lokasi pemotretan berdekatan dengan kantornya.


"Hi ganteng,..." Aku masuk ke mobilnya, dan duduk disampingnya dengan nyaman.


"Hi cantik." Dia membalas sapaanku dengan senyum manis.


"Bagaimana harimu."


"Cukup baik kurasa. Biasa saja. Mau sesuatu untuk dimakan? Aku punya pizza kecil di belakang. Kupikir kau lapar karena ini sudah cukup malam, kita harus menunggu order di restoran cukup lama." Aku memandangnya, dia sekilas melihatku karena aku memandangnya. Seperti ini rasanya punya seseorang didekatmu lagi. Dia perhatian, aku tak punya keluhan tentang Colin. Aku mulai terbiasa dengan telepon dan pesannya.


"Apa?" Dia heran kenapa aku menatapnya begitu.


"Tidak apa. Hanya rasanya sudah lama tak ada yang menjemput sekaligus membawakanku makanan. Rasanya menyenangkan, terima kasih." Dia tersenyum.


"Itu bukan apa-apa."


"Kau manis." Dia tertawa, mungkin kata-kata itu terdengar lucu untuknya.


"Apa kau menyukaiku?"


"Kurasa kita cukup cocok berdua. Aku menyukaimu." Sekarang aku tersenyum. "Apa kau menyukaiku? Mau jadi kekasihku?" Dia bertanya balik sambil membalas senyumku.


"Well, sepertinya cukup menyenangkan jadi kekasihmu." Aku memeluk lengannya yang hangat, membuat dia tersenyum. "Kau tak usah laporan ke Adam." Aku tidak ingin Adam mencampuri hubungan ini. Kakakku yang satu itu kadang cukup cerewet. Jika dia bertanya tanya ke aku saja.


"Kau pikir itu bisa dilakukan?"


"Dia cerewet melebihi perempuan bukan." Colin tertawa.


"Di dunianya mungkin itu bernama komunikatif." Kami tertawa bersama.


Aku tak tahu apa ini akan berhasil, setidaknya dia baik dan membantuku mengalihkan pikiranku akhir-akhir ini. Setidaknya aku tak kesal lagi teringat dengan Louis.

__ADS_1


"Istirahatlah, kau pasti lelah." Kami sudah sampai di depan lobby dan dia mengantarku kembali dari makan malam. Makam malam yang penuh senyum dan tawa. Untuk pertama kalinya aku memegang lengannya, mengenggam jemarinya di perjalanan kembali.


"Terima kasih untuk makan malamnya." Aku masih ingin bicara dengannya. Tapi ini sudah larut, besok aku masih ada pekerjaan menunggu.


"Selamat istirahat." Dia tiba-tiba memberi kecupan singkat padaku. Aku kaget tapi aku tak menolaknya, hanya aku tidak membalas setidaknya untuk sekarang.


"Aku pergi."


Sebuah ciuman yang manis. Aku akan berhasil, mungkin Colin yang manis dan hangat seperti ini akan membuatku bahagia.


\=\=\=


Baru saja aku pikir aku akan menghabiskan liburan akhir tahun di London, Kelly meneleponku esok harinya.


"Kelly? Jangan bilang kau punya pekerjaan untukku? Kupikir aku akan menikmati liburan akhir tahun di London."


"Sayang aku perlu kau di Paris. Kau akan di temani Charles untuk sebuah operasi penting."


"Ehmm Charles, maksudmu si ganteng Charles itu. Charles Goulet."


Diantara yang lain Charles Goulet adalah rekan pelatihan seangkatan. Yang ini benar-benar terlatih, latar belakangnya militer, IQ nya diatas rata-rata, tampan seperti model, dan pekerjaan samarannya adalah model, dia semacam agen super dan nomor 1, tidak sepertiku yang 80% artis, 20% penyusup yang kadang mengandalkan pesona. Aku dan dia adalah tipe yang berbeda walau penampilan kadang menguntungkan kami.


"Dia sedang di London sekarang, dia akan memberikanmu briefieng segera. Kau harus ke Paris besok lusa. Ini mungkin butuh tiga hari, kami belum tahu perkembangan selanjutnya. Tapi ini untuk awalnya, kasus ini tidak bisa selesai dalam jangka waktu satu kali penugasan." Kelly menjelaskan panjang lebar.


"Lusa, ya baiklah."


"Akan kukirimkan padamu tiketnya segera."


Ini hanya Paris, cukup dekat, mungkin aku akan bisa melewatkan liburan di London.


Dalam dua hari kemudian aku sudah di Paris. Hotel sudah di pesan, Kelly, timnya dan Charles sudah tiba. Aku bergabung mereka di kamar yang mereka sewa.


"Kelly, hanya aku yang belum tahu kasusnya. Aku minta briefing, apa aku hanya akan bekerja pada bagian tugasnya?" Aku duduk langsung di depan Kelly pimpinan tim yang paling sering terlibat dalam kasusku dibanding yang lain.


"Kau belum pernah bekerja dengan Charles bukan?"

__ADS_1


"Belum."


"Charles! Kemarilah." Pria tinggi yang tampan itu menengok ke kami. Dia tersenyum padaku.


"Milady Julie Harris, aku punya kehormatan bekerja dengan bintang ternama sekarang."


"Sir Charles Goulet, aku harus mengatakan aku yang terhormat bisa bekerja dengan agen kenamaan. Nyawaku dalam tanganmu sekarang." Aku membalas senyumnya.


"Kalian berdua nampaknya mengagumi satu sama lain? Baguskah karena kalian harus jadi setidaknya kekasih gelap supaya tidak dicurigai. Kali ini kuberi kau semua brieft kasusnya. Misi kali ini agak berbahaya.


"Aku mendengarkan."


Briefing kasus kali ini cukup berat. Target kami adalah Alberto Tosar, dia punya bisnis legal cukup sukses di US dan Eropa, jaringan chemical company yang kebanyakan punya pabrik di Eropa Timur, bisnis keuangan dan financial yang berpusat di Eropa Barat dan US, berkembang ke bisnis manufaktur, bahkan punya saham di bisnis kasino tapi rupanya dia menjalankan bisnis pencucian uang besar karena dia punya banyak saluran dan koneksi. Tapi yang lebih parah pihak CIA sekarang memburunya karena dia melindungi jaringan hacker internasional yang punya kemampuan mencuri data kredit nasabah kartu kredit di Eropa dan USA, membuat rekening dan data palsu untuk aktivitas pencucian uang ke rekannya di Rusia, membobol data pribadi dengan mudah.


"Banyak sekali dosanya, kenapa kalian tidak menangkapnya?"


"Karena tidak ada satupun yang sebenarnya terlihat terlibat langsung padanya. Dua tahun lalu seorang yang tertangkap di sebuah perusahaan bayangan Alberto Tosar, akhirnya mengungkapkan otak paling di balik operasi ini, dengan imbalan putrinya yang sakit mendapat list awal prioritas transplantasi jantung. Dan sekarang, besok ada event charity Alberto dan kolega-koleganya. Tapi keuntungan besok adalah charity event ini di selenggarakan di rumah mewah alias mansion besarnya di Paris. Dia memang mau pamer dengan teman-temannya. Kau bisa masuk sebagai celebrity dan Charles akan menghilang dan bertugas menghack port server jaringan mereka, memasukkan virus dan biarkan tim yang lain bekerja mengumpulkan data memetakan jaringan bisnis Alberto Tosar."


"Apa pengamanannya tidak ketat." Aku tidak yakin pada peluang kami, justru itu adalah rumahnya kurasa pengamanannya akan sangat ketat.


Pengamanan akan ketat. Tapi yang kita butuhkan adalah kesempatan. Ada empat orang yang menyamar sebagai pelayan, kita bisa masukkan untuk membantu kalian sebagai mata dan pengalih."


"Baiklah, yang kita butuhkan adalah kesempatan."


Carlos kemudian menjelaskan cetak biru rumah itu yang ternyata mereka bisa dapat, lokasi perkiraan letak port yang mereka cari. Cara dan scenario bagaimana kami akan menembus keamanan berlapisnya.


"Jangan sampai kalian tertangkap, Alberto di curigai menghilangkan terlibat penghilangan nyawa banyak orang. Dia tak akan segan pada siapapun.


Aku mendengarkan dengan serius, kali ini kami harus berlatih dengan tim.


Adrenalinku memuncak, ketegangan, perasaan terancam ini, kenapa kadang aku menyenanginya...


Bersambung besok ....


Jangan lupa vote, hadiah dan komennya ya

__ADS_1


__ADS_2