
POV Anthony Cheng.
Tiga hari dari kejadian itu, mereka mendapatkan mobilnya dengan cepat dan orang-orang yang mengemudikannya. Sebuah nomor di dapatkan, orang yang menyuruh mereka dan itu adalah nomor Hongkong.
"Tuan, temanku di Hongkong akan menyelidiki ini untukmu. Kau akan menerima laporannya di Hongkong. Tenang saja Tuan, Tuan Philip sudah memberi perintah langsung untuk menyelidikinya."
"Baiklah, aku memang akan kembali ke Hongkong, terima kasih atas bantuanmu."
Aku kembali ke Hongkong, dalam tiga hari kemudian seseorang meneleponku.
"Tuan saya Wong Ching, kami sudah mendapatkan nama orang yang memerintahkan mobil Anda dirusak, dan setelah diselidiki dia adalah seseorang yang bekerja untuk Nathan Chow." Hasil investigasi yang bukan kejutan lagi, hanya dia yang bermasalah belakangan denganku. Dan nampaknya dia tak berpikir aku akan tahu bagaimana mendapatkan buktinya. "Apa yang Anda ingin lakukan?"
"Apa yang aku ingin lakukan? Tunggu..." Berpikir apa yang aku ingin lakukan. "Kau bisa mengatur semacam menyergapnya dan membawanya ke suatu tempat."
"Bisa tentu saja itu bisa diatur."
"Aku ingin kau membawanya ke satu tempat yang bisa menampung pembicaraan private. Kalau bisa perkelahian pribadi."
"Kami punya tempat latihan beladiri, kau bisa menggunakan. Kau ingin menghajar Nathan Chow?"
"Tepat, di ring."
"Bisa Tuan, kau ingin besok? Aku akan mengatur pengintaiannya."
"Nanti dulu, aku pastikan Nathan Chow datang. Sudah lama aku ingin menghajarnya sendiri dengan tanganku. Kirimkan alamat tempat latihan kalian."
"Baik Tuan. Kalau begitu aku menunggu kabar darimu."
Telepon itu berakhir setelah aku menelepon Ayah untuk memberitahu apa yang terjadi, sekarang aku menelepon Cherrie.
"Koko sayang, kau mau menjemput makan malam hari ini."
__ADS_1
"Aku ada makan malam dengan kolega hari ini, besok malam kau ada waktu? Orang yang menyuruh memukul mobilku sudah ditemukan, aku akan menghajarnya sekalian."
"Siapa? Benar-benar itu Nathan Chow?"
"Tentu saja, siapa lagi."
"Astaga, bang*sat itu tak pernah menyerah membuat masalah." Nampaknya belum cukup perjanjian yang dibuat soal Cherrie, giginya memang perlu dipatahkan sekalian.
Tentu saja dia tak akan menyerah, anak manja seperti dia berpikir uang Ayahnya cukup untuk melindunginya.
"Aku akan datang, dengan senang hati aku melihatnya di hajar besok. Tapi apa kau yakin menang? Kau jangan membahayakan dirimu."
"Dia yang membahayakan dirinya bukan aku, kau akan lihat besok." Ini buat Cherrie juga, jika tak ada perjanjian itu aku sudah membuatnya babak belur dari kasus pertama.
"Baiklah, besok aku akan datang."
Siang hari aku ke kantor Nathan Chow, untuk menyeretnya ke ring.
"Ohh begitu. Boleh aku minta notes untuk pesan tertutup." Receptionist nya memberikan sebuah kertas notes. Kutulis saja disitu.
'Jika dalam 15 menit aku tak bicara padamu, akan kupastikan kau mendekam di penjara dalam dua hari.'
"Berikan ini ke sekertaris boss-mu dan aku akan menunggu." Aku melipat kertas pesannya dan memberikan pada gadis itu.
Dia melihatku yang bicara tanpa senyum padanya.
"Saya akan segera menyampaikan notes ini." Dia meninggalkan temannya berjaga sendiri di meja depan dan naik ke atas dengan cepat.
Seperti yang kuduga dalam kurang dari 10 menit dia sudah turun kembali bersama sekertarisnya.
"Tuan, mari, saya akan mengantar Anda ke atas. Tuan Nathan akan bertemu Anda."
__ADS_1
Aku meringis. Pengecut itu nampaknya tahu membaca situasi juga, sayangnya dia tidak bertindak pintar dengan terus membuat masalah untuk dirinya sendiri.
"Sihlakan Tuan." Sekertarisnya mempersilakanku masuk ke ruangan besarnya.
"Apa lagi yang kau inginkan, kau selalu menggunakan kejadian yang sudah disepakati dan selesai untuk menggangguku? Aku tak punya urusan lagi denganmu.
Aku duduk di kursi sofanya. Menatapnya dengan tangan sudah gatal.
"Urusan yang lalu tak kubawa‐bawa, aku juga tahu itu sudah dalam perjanjian."
"Ini apa yang kau tulis." Dia melempar kertas memo kepadaku. Aku menangkap kertas itu dan langsung berjalan ke depannya, sekarang kucengram saja kerah bajunya.
"Kau memang sangat berani, belum pernah orang menghajarmu heh! Kau pikir aku tak tahu kau menyuruh orang menyergapku di jalanan Shanghai. Memukul mobilku hingga penyok dan rusak berat?! Belum lagi membuat Cherrie shock?!"
"Kau gila?! Aku tak tahu apa yang kau bicarakan?! Kau menuduhku sembarangan, jangan macam-macam!"
"Aku sudah menemukan mobilnya, siapa 4 orang yang mencegatku bahkan nomor orang yang membayar mereka yang adalah salah satu anak buahmu, sekarang juga aku bisa menyeretnya ke kantor polisi dan hari ini juga kau akan terseret! Kau mau coba?! Kau pikir kau bisa main-main di belakangku?!"
Sekarang dia yang diam dan terbelalak. Dasar bodoh!
"Sudah kubilang aku akan menghajarmu sendiri kali lain kau mencari masalah denganku. Kau pikir aku main-main dengan perkataanku?!" Kudorong dia jatuh ke belakang membentur mejanya sendiri.
"Malam ini datang ke alamat yang akan dikirimkan padamu jam 8 malam. Jika kau tidak datang akan kukirim semua buktinya dalam dua hari ke polisi atas tuduhan percobaan pembunuhan. Ingat itu!"
Dan aku pergi sambil membanting pintu. Sekertarisnya melihatku dengan kaget.
"Nona maaf mengagetkanmu. Pastikan Bossmu itu datang ke tempatku malam ini. Besok bossmu libur karena cedera karena kuhajar. Kau bisa santai."
"Iya Tuan." Gadis itu terngangga tak bisa membalasku dengan kata-kata lain.
Malam ini akan menyenangkan, sudah lama tidak ada samsak hidup, jika kali ini dia tidak jera juga, maka lain kali dia benar-benar harus dikirim ke penjara.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=