TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA

TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA
Part 60. Tidak Bisa Hari Ini.


__ADS_3

“Kerjamu bagus-sangat bagus, disini beritanya sudah tersebar, sekarang saham mereka turun lebih  dari tujuh persen dalam dua hari  ini, itu koreksi besar-besaran.” Philip meneleponku Kamis sore. Empat hari setelah berita tentang SCI keluar. “Bagaimana anak Wong Lee Man itu disana.”


“Kurasa cukup pusing, entah dimana uang kreditur di putar sama dia, tiga kreditur mengirimkan surat peringatan penyitaan itu cukup merepotkan, dan karena sudah tahu belang mereka mereka tidak mau mengalah soal pasal denda. Sedangkan perusahaan yang terlibat di subkontraktor, tampaknya menuntut kewajiban yang jatuh  tempo dibayarkan, kalau tidak pengacara akan terus membayar wartawan untuk menjelekkan SCI, karena memang tuntutan denda  dasarnya lemah, mereka memang tak akan menang di pengadilan, kontrak mereka dibuat oleh SCI, tapi mereka tak rugi karena mereka pindah jadi mitra kita.”


“Bagus, jangan sampai mereka tahu kita di belakang ini. Untuk sementara jangan bertemu dengan pihak-pihak sub-kontraktor dan kreditur yang kau provokasi itu terlalu sering, kecuali kau terpaksa dalam 2-3 bulan ini. Fokus saja ke pekerjaanmu di Beautysale.”


“Oke, mengerti.”


Laporan ke boss selesai, pekerjaanku yang berurusan dengan SCI harusnya selesai. Sore ini Brother Lam datang, Tata akan menjemputnya. Dan aku diundang makan malam di rumahnya, untungnya Tante Yun Lan  ikut  juga karena ingin melihat rumah Tata, aku merasa aku punya seseorang dari keluargaku. Mengatakan ini pada Brother Lam cukup membuat nervous.

__ADS_1


Aku sampai di rumah Tata jam 6. Dia sudah bilang makan malam jam 6. Aku masuk ke dalam ruang keluarga, dari ruang tamu depan suara tertawa Brother Lam sudah terdengar.


“Derrick, akhirnya kamu sampai.” Ternyata di sana bukan hanya ada Brother Lam dan Tante Yun Lan, tapi ada pria lain. Aku tak mengenalnya. Seorang pemuda mungkin seumur Tata, tampan, dia bicara bahasa  Inggris campur dengan Canton.


“Ah, kau pasti belum kenal ini Steven Lam, masih sepupu jauh keluarga Paman, walau hubungan nya dari jalur kakek yang bersaudara, sudah generasi ke empat, dia memegang investasi chemical company disini. Kebetulan sekali satu penerbangan, sudah lama tidak bertemu dia, tinggalnya pun ternyata tidak jauh.”


“Ohh hallo, Derrick Tan.” Sekarang aku bertanya alasan dia diundang  ke pertemuan keluarga ini. Tata melihatku, aku melihatnya, dia mengangkat bahu.  Jelas malam ini aku tak bisa minta izin ke Brother Lam. Dan satu lagi alasannya diundang ke pertemuan keluarga ini cukup bisa ditebak. Untuk dijodohkan ke Tata kemungkinan besar, setidaknya diperkenalkan, terus terang aku berpikir dua kali sekarang.


“Derrick sudah hampir delapan tahun sepertinya. Dia sudah native speaker...” Aku tertawa.

__ADS_1


“Ohh masih belum, disini banyak bahasa daerah, mereka suka mencampur, kadang banyak istilah yang sulit dipahami. Tapi untuk sehari-hari sudah lancar.”


Kami makan malam kemudian, Tata disuruh duduk di samping Steven, maksud Papa Tata memperkenalkan mereka sekarang terbuka. Aku tidak bisa berkata apapun tentu saja, ini anaknya. Tidak salah untuknya memperkenalkan seseorang yang menurutnya baik. Aku permisi ke kamar mandi, Tata menyusulku.


“Ko, tinggal sampai Steven pulang saja.” Tata masih ingin aku berbicara sekarang. Tapi aku sudah keburu tidak yakin.


“Tata, jangan hari ini. Bagaimana kalau kita tanya pendapat Tante Yun Lan dulu bagaimana. Papamu baru perjalanan jauh, plus dia bawa orang buat dikenalin ke kamu. Bagaimana Koko bisa memaksa ngomong hari ini. Jangan hari ini...” Aku menjelaskan pikiranku padanya.


Tata diam sekarang. Tadinya akupun mengira, hari ini kami akan bisa meminta izin tapi ternyata... keadaan jadi berbalik.

__ADS_1


Bersambung besok....


__ADS_2