TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA

TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA
SEASON 5 Part 14. Troubled Spy 2


__ADS_3

"Terima kasih. Kuharap doamu terjadi." Aku tersenyum mendapat balasan kata-katanya. Nampaknya dia melonggarkan pertahanannya sekarang.


"Kuminta billnya dulu." Seperti kataku, aku yang membayar makan malam ini. Yang dia berikan padaku lebih berharga dari apapun kurasa.


Dia punya sopir seperti biasa, sopirnya ini kurasa bukan hanya sopir biasa. Dia nampak awas, aku rasa dia memang orang penting bagi salah satu kubu. Mungkin karena kemampuannya menggelapkan uang, dia dilindungi dengan baik. Walaupun sampai sekarang kami tak tahu apa bentuk dan bagaimana organisasi mereka.


Tak lama kami meninggalkan restoran dan kembali ke apartment aku binggung kenapa sopirnya mengambil jalan yang tak biasa.


"Sir, bukannya harusnya tadi kau belok kanan, kenapa kau malah lurus." Aku langsung bertanya, takut dia dan Louis merencanakan sesuatu.


"Tom?" Ohh, ternyata Louis pun tidak tahu.


"Saya sedang mengecek Tuan. Tunggu sebentar." Mengecek apa? Aku melihat ke Louis.



"Apa maksudnya mengecek?"


"Dia sedang mengecek apa kita diikuti atau tidak. Duduk saja yang tenang biarkan dia berkerja. Tak usah menenggok ke belakang." Louis membalas dengan tenang.


Sekarang aku menjadi takut apa yang terjadi. Selama ini aku tak pernah diikuti siapapun.


"Kau punya target belakangan?" Tiba-tiba dia bertanya. Bagaimana ini, apa yang harus kulakukan. Apa aku di curigai di restoran tadi.


"Sebenarnya aku hanya mengambil foto hari ini. Aku hanya mengambil foto, karena hanya aku yang bisa menembus business luncheon eksklusif itu, aku hanya tahu namanya, tidak tahu siapa dia."


"Siapa? Berikan aku nama dan foto." Karena aku butuh bantuannya untuk meloloskan diri aku mengatakan semuanya sekarang. Lagipula dia sudah tahu. Tapi dia juga tahu aku tak memegang deta kasus, aku hanya mengetahui sedikit soal targetku dan bekerja kebanyakan untuk pengintaian di level-level yang tidak tertembus orang biasa.

__ADS_1


Aku sekarang mengakses ponselku dan membiarkan dia melihat melihat fotonya. "Aku hanya tahu namanya Sam Lynch, aku tak tahu siapa dia atau latar belakangnya." Dia mengambil foto dengan kamera ponselnya sendiri.


"Tolong cek siapa dia." Hanya dengan pemberitahuan singkat dia memutuskan kembali hubungan.


Tak lama ponselnya berbunyi dengan sebuah pesan. Dia membaca sekilas.


"Well, temanmu itu businessman, sekaligus penyelundup, dari senjata hingga benda seni."


"Aku bukan temannya, aku hanya di suruh memotret dia makan siang dengan siapa. Siapa dia pun aku tak tahu." Louis hanya meringis.


"Kau memang tak takut apapun. Kau tak tahu sekali mereka menemukanmu memata-matai mereka, kau akan berakhir di kuburan tanpa nama." Aku diam, aku tahu resikonya, tapi aku sudah terlatih dengan alibi dan cover sempurna.


"Positif tuan, kau ingin kami melakukan apa?" Sekarang sopirnya melapor padanya.


"Menghilang diam-diam ke P1"


"Mengerti." Sopir itu langsung memasang headsetnya, dia menelepon temannya. Sebuah layar map menyala di dasboard bawah sebagai panduan. "Perintah Tuan Louis, menghilang diam-diam kembali ke P1." Mapnya sesaat kemudian menunjukkan rute.


Ini pasti sistem operasi mereka, aku yang tak pernah terlibat operasi seperti ini berdecak kagum. Sementara Louis tidak bicara. Dia hanya fokus ke layar ponselnya membiarkan orangnya bekerja.


Mobil berjalan lebih cepat, sopirnya melakukan manuver menyalip, untung kami telah memasang seat belt kami dengan segera dan mungkin di belakang kami ada mobil lain yang berperan sebagai penghambat. Karena sopirnya terus berbicara dengan orang lainnya dan mengatur posisi mereka.


"Sementara kau mungkin tak bisa kembali ke apartmentmu. Tapi mereka akan memutar, karena dia kehilangan jejak, dia akan otomatis kembali ke apartmentmu, kau harus menghilangkan jejak sementara dan kembali ke apartmentku. Kau tinggal saja di kamar tamu. Bilang ke penghubungmu kau di curigai. Dia akan memberimu perlindungan yang kau butuhkan dan bagaimana kau harus mengatasinya. Kurasa sementara kau jangan tinggal di apartmentmu dulu, mungkin kau harus ke hotel, atau di rumah temanmu."


"Iya." Jika aku di curigai apa ini aman. Selama ini aku tak pernah dapat masalah, misiku selalu aman, rapi, tanpa banyak di curigai, baru sekarang aku merasa kuatir dan tak tenang.


"Apa kau berhasil menjalankan tugas lapanganmu tadi?"

__ADS_1


"Iya. Aku berhasil, tapi memang aku harus sedikit berlebihan. Orangnya bahkan sempat memeriksa ponselku, tapi aku berhasil mengambil gambar semua orang. Rupanya mereka masih mencurigaiku."


"Tak apa, dia bukan orang yang punya sumber daya besar, sekali kau menghilang dia akan kesulitan menemukanmu di kota ini."


"Bagaimana kau bisa yakin."


"Aku bisa mengira-ngira dari file yang kudapat. Lagipula yang membuntutimu nampaknya amatir, dia langsung ketahuan oleh Tom. Mungkin single driver. Tapi sayangnya apartmentmu sudah kutahuan. Akan berbahaya sementara untukmu kembali, lebih baik menghilang dulu. Benar single driver Tom?"


"Benar Sir."


Aku mengirim pesan pada Kelly, dia masih ada di NY. Dia tahu harus apa sekarang, dia harus membantuku mengaturnya. Bajuku masih di apartmentku, aku harus menyuruh assitenku membawanya. Terdiam sepanjang perjalanan dengan pikiranku sendiri.


Kelly menelepon tak lama setelah dia menerima pesanku.


"Kau sekarang dimana Julie."


"Aku bersama teman, mereka bisa manuver menghilangkan jejak. Nanti aku cerita lagi siapa temanku. Jadi aku harus bagaimana sekarang?"


"Aku akan mengirim back-up keamanan untukmu, jangan khawatir walaupun dia curiga padamu, orang itu tidak punya sumber daya cukup. Cukup kau menghilang saja dia sudah tak bisa melacakmu. Kau yakin kau bisa menghilang dari orang yang membuntutimu?" Kelly rupanya mengatakan hal yang sama bahwa Sam Lynch tak punya sumber daya mencariku jika dia kehilangan jejak.


"Iya, apa kau yakin. Aku ada pemotretan besok siang, bisa kau assitenku membawa semuanya ke hotel baru tanpa terlacak bukan. Dia tadi siang punya banyak sekali pengawal sepertinya, kau yakin dia tidak punya sumber daya melacakku?"


"Sebagian pengawal itu dari kliennya. Bisa, aku akan mengaturnya. Berikan padamu alamatmu yang baru sehingga aku bisa menjemputmu."


"Ehm, mungkin kau harus pastikan besok pagi-pagi hotelku sudah ada. Dan assistenku sudah di hotel yang sama, bisa suruh back-up keamananku pindahkan dia malam ini juga? Aku sangat perlu barang-barangku."


"Aku akan pastikan dan carikan hotel untukmu. Telepon assistenmu untuk memindahkan barangmu di basement ke hotel. Akan diurus malam ini juga. Atau kau ingin keamanan menjemputmu ke hotel malam ini juga."

__ADS_1


"Tak apa besok pagi saja. Yang penting hotelku siap besok pagi-pagi."


Telepon itu selesai kemudian. Louis memperhatikanku yang diam berpikir. Sekarang aku seperti sebuah buku yang terbuka di depannya. Yang bisa kuminta hanya dia tak membacakan isi halaman bukunya kepada orang lain.


__ADS_2