
Malamnya Cherrie meneleponku, sudah kuduga dia masih penasaran.
“Ko Derrick, siapa cewe itu, anak siapa?”
“Sorry Cherrie, saya gak akan kasih tahu kamu. Kamu seneng banget bikin masalah sama orang? Kamu pikir orang gak bisa tersinggung kamu remehkan.”
“Saya cuma mau tahu siapa dia, dia tahu nama saya, nama Ayah saya tapi dia masih sengaja nyari masalah.”
“Yang nyari masalah itu kan kamu! Kamu datang-datang ganggu kencan orang?!” Dia diam sekarang. Pyschopath ini tidak akan terima jika orang tidak menghormati dia, mentang-mentang dia punya kekuasaan, dia ingin orang berada di bawahnya. Bergaul dengannya membuatmu meradang!
“Sombong sekarang Ko, gara-gara dapet anak boss?”
“Cherrie, sorry kita cuma pernah berteman, bukan berarti kamu bisa mengatur saya. Lagipula kita ketemu sudah hampir 4 tahun yang lalu, latar belakang kita gak cocok, cuma for fun, and done. Saya tidak pernah mengatakan apapun pada kamu. Plus saya tidak pernah berniat jadi pacar kamu.”
“Kamu pernah seranjan*g dengan saya!” Dia menjawabku dengan keras
“So what? Kamu seranja*ng dengan banyak orang? Apa saya harus sebutkan? Kamu pikir saya tidak tahu reputasi kamu?” Aku memutuskan mengalihkan kemarahannya terhadap Tata, mudah-mudahan bisa.
“Jadi kamu memilih menyenangkan pacar kamu.”
__ADS_1
“Jelas sekali! Dia pacar saya, mana mungkin saya pilih menyenangkan kamu? Apa kamu istri saya, sehingga lebih tinggi dari pacar saya? Apa kamu benar-benar tidak bisa berpikir logis! Kenapa kamu harus ganggu hidup saya.” Wanita itu diam di ujung telepon sana. Mungkin setelah ini dia akan memecahkan barang-barang.
“Saya bersedia pindah ke sini, karena saya pikir ada kamu.” Aku tertawa ngakak.
“Cherrie, kamu...benar-benar gila. Kita sudah tak bertemu selama 4 tahun. Selama 4 tahun itu saya tidak pernah menerima telepon kamu. Sekarang kamu tiba-tiba datang dan meneror hidup saya seperti kamu punya kuasa atas semua orang... Kamu gila, dan saya tidak bersedia menuruti kamu. Jangan ganggu hidup saya lagi. Jelas!”
“Kamu lihat saja nanti.” Dia mematikan teleponnya.
Kenapa ada wanita seperti ini. Berurusan dengannya sama saja dengan nasib buruk sekarang.
“Daniel? Hari ini oke surat somasi pertama?” Aku harus memastikan Cherrie mendapat sakit kepala di awal Minggu ini. Biar dia gak sempet nyari info tentang Tata.
“Kamu bisa nelepon, neror atau ngancem dia gak? Biar dia pusing, saya tahu sekarang dia nampaknya agak depresi dikit.”
“Dia lagi depresi?” Mungkin Daniel langsung nanya kenapa saya tahu dia lagi depresi.
“Iya, dan saya ingin dia tambah depresi.” Daniel tertawa.
“Oke, saya ikut saja rencana Bro Derrick, yang penting saya partneran sama Orient. Teror dia dan marah-marah kan!”
__ADS_1
“Yess suruh orang kantor kamu nelepon dia, biarpun gak diangkat, telepon terus, terus kamu boleh marah-marah.”
“Oke. Laksanakan.” Selanjutnya memprovokasi Nicholas Yuen untuk bergabung membuat Cherrie ikut menderita.
“Bro Nicho, apa kabar...” Aku berbasa-basi sedikit sebelum aku sampai ke pembicaraan utama. “Bro Nicho, tahu si Jeremy Komashi yang pegang AIC.”
“Oh Jeremy, tahu.”
“Kemarin saya ketemu dia. Ngobrol sama dia, ternyata sama dia juga terlibat masalah dengan SCI, sudah memberikan surat peringatan penyitaan, kolega saya di Orient bilang sama saya, pemilik proyek menuntut ganti rugi ke SCI, nilainya tidak main-main. Lu gak gabung ke pesta Bro, mumpung Tuan Putri Wang masih bercokol di Jakarta.”
“Ohh begitu. Saya memang sudah kehabisan kesabaran, dia pending-pending saya, kurasa uang saya sudah dialihkan ke mana di rimba pasar modal.”
“Bro Nicho emang sabar. Jangan lama-lama sabarnya Bro, yakin assetnya bisa diuangkan sesuai nilai gak.” Nicholas diam dijung telepon memikirkan perkataanku.
Dengan diamnya Nicholas. Kurasa rasa aku berhasil mengundang tamu tambahan dalam pesta ini.
So Cherrie, I’m so sorry, it’s not personal- just business. Enjoy the Party that I bring to you.
** Maaf\, ini bukan personal- hanya bisnis\, nikmati pesta yang kubuat untukmu
__ADS_1