TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA

TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA
Part 46. Menyusun Rencana


__ADS_3

“Wei Bro Derrick, udah lama gak liat lu disini. Sibuk belakangan?” Oscar Wu sekarang yang menyapaku. Aku bergabung ke pertemuan kolega hari ini.


“Baru balik HK laporan sama boss, nih baru di Jakarta lagi.” Oscar Wu sekarang yang menyapaku. Aku cukup dekat dengan Oscar, dia yang menginisiasi pertemuan ini, dia membawa beberapa korban SCI Energy yang juga temannya.



“Ini Nicholas Yuen, Direktur Keuangan Yuen Group, ini Daniel Wijaya Direktur Marketing Persada Nusantara.”


“Halo, Derrick Tan...” Aku memperkenalkan diriku ke mereka, kami bertukar kartu nama.

__ADS_1


“Katanya lu punya info soal SCI Bro Tan, gue mau marah-marah mulu pengen ngelempar orang gara-gara SCI belakangan.” Daniel yang  menggebu-gebu bicara.


“Saya kemarin memang tergoda masuk jadi kreditur-nya SCI, apalagi yang ikut pertemuan anak Wong Lee Man langsung, tapi setelah ikut pertemuan kok  malah gak sreg sama mereka, laporan diatas kertasnya memang bagus ujungnya, saya jika saya lihat lagi, ada yang aneh- untuk pendapatan yang mereka akui dan biaya operasional lapangan mereka kok gak imbang ya rasionya. Dari situ saya pikir mereka melakukan manipulasi entah loophole di  account pendapatan atau biaya mereka. Karena saya dikasih kuasa penuh buat mutusin, saya tolak mereka, tapi yang kena Nicholas.” Oscar sekarang yang menjelaskan posisinya.


“Gue tahu rasio mereka agak aneh Bro, gue udah bilang sama si boss bilang  tapi dia punya bisnis yang mau dia gol-in di HK sama groupnya Shing Wang Corp, tambahan lagi anaknya di SCI, si Boss tanda tangan akhirnya.” Nicholas Yuen ini pemegang keuangan Yuen Group.



“Daniel, lu kena jebakan Cherrie Wong ya. Wah bisa dicincang Nyonya kalau tahu. Ngaku you...” Semua orang tertawa, Daniel ini ganteng, seganteng artis Korea. Nampaknya dia punya julukan khusus begitu berhubungan dengan wanita.

__ADS_1


“Ehh bukan gue kena jebakan, itu proyek jangka  panjang, walaupun gue harus mob equipment gue jauh, gak mungkin pemilik proyek gagal bayar istilahnya, tadinya gue pikir begitu, ehhh...pelanggaran spesifikasi teknis kontraktor baru 6 bulan kerja, gila! Itupun dia pending 3 bulan pembayarannya. Nah alat gue demobnya milliaran kalo pemilik proyek ganti kontraktor! Pusing gue! Dia bilang lagi runding sama  pemilik proyek, tapi orang gue di  lapangan ngomong pekerjaan sama sekali di stop total! Ya ampun! Kalau di stop alat gue bro demobnya pakai uang siapa! Dia bayar baru  2 bln! Rugi besar kita! Boss Kevin udah marah-marah. Kita cancel suplly banyak ke orang karena supplly ke mereka. Lu orang enak biarpun  keluar uang,tapi seengaknya ada jaminan asset! Lah gue udah  siap-siap nguras kantong kalo demob alat tanpa jaminan. Ini mau untung tapi buntung total!” Tapi dia yang paling semangat marah-marah.



Ini adalah proyek yang Philip bilang akan diberikan ke Orient Energy karena pelanggaran spesifikasi teknis.


“Proyeknya kemungkinan besar akan diberikan ke Orient Energy, itu group saya. Kamu bicara proyek yang  di Papua, Jayapura bukan.” Daniel ngeliat langsung.


“Brother Derrick, are you serious?!” Langsung pindah duduk. “Awas  pindah-pindah lu orang, gue mau ngomong ke Bro Derrick, ini masalah hidup mati gua....”  Semua orang tertawa karena dia benar-benar menggeser posisi Oscar yang duduk disebelahku.

__ADS_1


“Iya, you mau deal peralihan, saya kenalin ke CEO Orient. Nanti kita omongin.”


__ADS_2