
Panggil aku Cherrie,... 31 tahun single dan free. Tidak tertarik dengan kata pernikahan. Menurutku itu hanya proses memperoleh keturunan dan bisnis keluarga yang harus kujalani suatu saat.
Bayangan di kepalaku adalah jika aku beruntung aku akan bertemu dengan seseorang yang normal, itupun mungkin dari perjodohan yang di setujui keluarga, ya hidup agak lebih baik.
Keluargaku rumit, sangat rumit, aku punya Ayah masa kecil yang sangat baik hati mengakuiku sebagai putrinya sampai sekarang, Ayah kandungku yang menjadi suami Ibuku, aku lahir dari hasil perselingkuhan, Ayah kandungku dan Ayah masa kecilku saling ingin menghancurkan tentu saja, dan di usia 12 tahun aku menghadapi itu seperti mimpi buruk.
Ibuku menjelekkan Ayah habis-habisan, aku jadi membenci 'mantan' Ayahku setelahnya, tapi belakangan aku tahu dia sangat berbesar hati menganggapku sebagai putrinya. Dan kebalikannya Ayahku sekarang punya banyak istri, yang menyebabkan Mama mendeklarasikan perang, keluarga kacauku bertambah kacau.
Aku malas melihat mereka saling bertengkar di Hongkong, jadi aku sudah mengungsi ke Shanghai lebih dari setahunan ini.
Setahun di Shanghai, aku dan temanku mengelola sebuah butik barang mewah di Shanghai bernama LUXE , tempat kau bisa mendapatkan akses ke pakaian mewah perancang terkenal, mendapatkan tas-tas mewah yang harus mengantri bertahun-tahun membelinya. Tadinya aku hanya memasukkan modal kesini, dan memberinya akses untuk memakai privilege yang kupunyai untuk berbelanja.
Aku punya akses membeli tas-tas seperti Hermes sejak aku kuliah, Ibuku adalah pelanggan royal, dia menjadikan tas mewah sebagai bisnis, begitu pula aku yang sudah mendapatkan lisensi pembeli tetap di berbagai butik barang mewah sejak usia remaja.
Dan China daratan adalah tempat dimana barang mewah berlaku sebagai tiket masuk ke lingkungan yang kau inginkan. Setiap orang perlanggan kami bahkan rela membayar biaya membership platinum untuk memperoleh akses penawaran pertama. Bisnis kami berkembang sangat baik sejak meledaknya ekonomi China.
"Cherrie,..." Sahabatku Li Qin memanggilku.
Dia adalah CEO LUXE, sementara aku hanya mengirimkan seorang akuntan berpengalaman untuk membantunya memanage tempat ini, dia yang punya pendidikan mode sangat mengerti bagaimana memberikan saran-saran terbaik untuk pelanggan-pelanggan kayanya, plus tahu bagaimana memberikan karyawannya manner yang baik kepada pelanggan. Karyawan disini dilatih memperlakukan pelanggan bagai raja.
"Apa?"
"Aku butuh bantuan."
"Aku mendengarkan..."
"Aku ingin punya akses menyewa pesawat pribadi. Tapi bukan untuk terbang, untuk foto. Katakanlah tiga jam... jamnya terserah, pagi juga boleh, yang penting kami boleh masuk dan berfoto..." Aku meringis tertawa.
Ini rahasia, LUXE punya cabang perusahaan bernama MIRACLE. Khusus penyewaan barang branded, jika kau tak mampu membeli maka sewalah, jika kau belum mampu maka berpura-puralah kau mampu.
Itu caranya naik kelas di sini. Kau boleh menamai mereka sosial climber. Itu lumrah disini, uang cepat, pengikut banyak, pamer foto-foto kau hidup di surga, cantik, dan mendapatkan akses ke boss yang sebenarnya.
"Jadi sekarang mobil tak cukup, kalian perlu pesawat heh..." Aku tertawa dengan permintaannya.
MIRACLE di jalankan oleh teman Li Qin bernama Liu Shishi seorang mantan model berpengalaman, MIRACLE ini lebih gila lagi, selain menyewakan barang branded yang itu saja punya antrian mengagumkan sehingga aku tak segan-segan mengelontorkan uang ke sana, mereka menyediakan panduan untuk sosial climber, bagi para kalangan menengah untuk naik ke level atas. Karena 1 item balik modal kadang mungkin tak sampai satu tahun.
Tapi tentu saja kau harus punya modal, cantik sudah pasti, punya otak juga harus, punya pekerjaan jelas dan kau harus membuktikan uang di rekeningmu sudah punya saldo setidaknya senilai RMB 100,000 untuk masuk keanggotaan.
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=❤❤❤\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
** RMB 100,000 ( Red: Sekitar USD 17,000 / 217 juta rupiah)
** Yang aku cerita ini bener yaa, emang ada agensi kaya ngajarin orang jadi social climber di sana. Ce*we-cew*e cakep diajarin cara punya banyak pengikut di social media, jualan produk, sampai bagaimana cara bisa jadi istri artis.
Yang jadi kakaknya bisa promoin anaknya ke acara-acara sosialita sehingga bisa kenalan ke lingkaran celebrity dan pengusaha.
Dan yang pengen jadi celebrity dadakan media sosial itu sangat banyak. Uang mudah, liburan banyak, kerjaan cewe cantik, bahkan yang gak cantikpun bisa pura-pura cantik pake filter buat jualan produk. Jumlah diatas pun benar adanya soal minimal tabungan, ada biaya keanggotaan.
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=❤❤❤\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
"Cherrie bisakah?" Gadis-gadis ini bahkan ingin berpura-pura pergi liburan dengan private jet.
__ADS_1
"Ya, kupikir aku bisa menelepon seseorang untuk itu."
"Jaringanmu memang hebat... Please buatlah kesepakatannya. Kabarkan padaku, Shishi punya banyak orang yang mau menyewa seperti itu. Tapi usahakan jangan terlalu mahal, kau tahu dompet mereka tidak begitu tebal. Kecuali mereka sudah dapat boss sebenarnya, mereka akan pindah ke LUXE."
"Iya, aku akan menelepon segera. Nanti aku kabarkan padamu."
Private jet, well, Group Chow, mereka punya private jet company. Nathan Chow, sudah lama aku tak pernah bertemu dengannya. Kami pernah ngobrol beberapa kali, pembawaan yang seperti bintang pop star itu tak pernah gagal membuatnya gagal jadi pusat perhatian di manapun.
Aku mengerakkan jariku untuk mendapatkan sambungan ke ponselnya. Tak lama dia mengangkatnya.
"Cherrie-ku yang manis, kejutan kau meneleponku."
"Nathan, kau selalu kedengaran bersemangat. Sudah berapa pacarmu sekarang?"
"Ayolah, kau dan aku tak menghitung pacar, sebelum Ayah dan Ibu kita menunjuk sebuah nama, semuanya hanya bernama teman." Aku tertawa dengan pernyataannya. Dia sama denganku, nampaknya sebelum sebuah nama resmi diumumkan semuanya bernama teman.
"Baiklah, kau benar." Aku tertawa.
"Ada apa? Apa yang bisa kubantu? Kau di mana sekarang, aku tak pernah melihatmu belakangan."
"Aku sekarang di Shanghai, jarang kembali ke Hongkong, aku ingin tanya apa aku bisa menyewa pesawat jet pribadi, mungkin sekitar 3 jam tapi hanya untuk foto, tapi mungkin ini akan sering."
"Pesawat untuk foto?" Dia tertawa di ujung telepon sana.
"Iya misal sekitar tiga jam pemakaian, saat pesawat sedang tidak ada jadwal penerbangan, cuma di sana. Jangan terlalu mahal, penyewanya bukan orang berdompet tebal."
"Baiklah, aku menunggu kabarmu secepatnya oke, ini mungkin akan sering, jadi jika kau bisa memberikan harga yang bagus mungkin banyak yang akan tertarik, aku berjanji ada repeat order."
"Oke, baiklah. Tunggu kabarku oke."
"Baiklah, akan kukabarkan segera."
Aku harus punya pembanding, siapa lagi yang punya bisnis yang sama, aku mencari data orang yang kukenal.
Ahh, Emerald Group, Anthony Cheng, aku hanya pernah sekali bicara dengannya, tapi aku ingat aku pernah menyimpan nomornya. Kurasa dia tak ingat padaku, saat bicara denganku dia mengabaikanku, lebih tertarik bicara dengan Ayahku.
Ini dia, Anthony Cheng. Dering pertama, dering kedua, tiga, empat... Benar, dia tak merasa penting menyimpan nomorku, sepertinya aku akan di-mute atau mungkin dia sedang dalam pertemuan.
Dering ke-lima, akhirnya ada yang mengatakan hallo di ujung sana.
"Hallo, Kak Cheng, ..." Aku ingat dia punya muka serius, aku memanggilnya Kakak saja, aku kira umurnya pasti diatasku. Dia agak seram di bayanganku.
"Iya siapa?" Suara lugasnya menadakan dia menyangka aku semacam petugas pemasaran.
"Saya Cherrie Wong, Putri Wong Lee Man, kita pernah bertemu sebelumnya mungkin dua tahun lalu..." Aku harus menyebutkan nama Ayah menjaga dia menyangkaku Wong yang lainnya.
"Ohh Miss Wong, apa yang bisa kubantu."
"Aku ingin tahu apa kami bisa menyewa pesawat untuk acara pemotretan model, di darat, lebih spesifiknya di Shanghai, mungkin sekitar tiga jam, mungkin bukan cuma sekali, akan ada berkali-kali repeat order, ...mungkin kau bisa menekannya lebih murah karena memanfaatkan pesawat mengangur. Ini pasti repeat order." Dengan perasaan agak takut diremehkan aku meminta penawaran bisnis.
__ADS_1
"Ohh... Kau di dalam bisnis apa sekarang, semacam agensi iklan atau sejenisnya." Agensi iklan, aku ingin tertawa, agensi iklan social climber. Tapi jika aku mengatakan itu dia tak akan memberikan akses kurasa.
"Ahh iya, itu memang untuk pemotretan model iklan. Tapi mungkin bukan untuk satu kesempatan saja, ada berkali-kali repeat aku jamin."
"Apa nama perusahaanmu?"
"LUXE, di Shanghai." Lebih baik aku memakai nama Luxe daripada MIRACLE, apa katanya jika dia tahu yang menyewaan adalah perusahaan penyewaan tas. Jika LUXE aku bisa berdalih itu adalah modelku.
"Berapa banyak model yang terlibat di pemotretan, ditambah kru, kami bukan tak pernah menerima term seperti ini, tapi jumlah orang yang bisa masuk hanya maksimal 5, semua kru yang termasuk fotographer."
"Hmm ya oke. Lima orang kurasa cukup." Nampaknya dia lebih menguasai detail bisnis ini daripada Nathan.
"Kirimkan nama bisnismu dan permintaan resmimu padaku ke email, nanti ku forward, kau bilang akan banyak repeat order, kucoba lihat setelah 3x pemesanan, akan kuberikan diskon oke."
"Baiklah, terima kasih Kak Cheng. Aku menunggu alamat emailmu."
Beres sudah ada dua yang bisa dijadikan perbandingan, pemain disini terbatas, aku tak yakin aku bisa memikirkan yang lain. Semoga harganya cocok dengan mereka.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Aku membaca berita, sebuah berita drama yang tiba-tiba muncul di layar tentang gundik Ayah yang mengatakan Ibuku tidak adil kepada anak-anaknya.
Persidangan mereka nampaknya masih sangat panjang. Kututup layarnya walaupun baru memeriksa judulnya saja. Hubunganku tak begitu baik dengan Papaku belakangan ini, pertama karena aku merasa dia menyalahkanku di perusahaan dan kedua karena masalahnya dengan gundik-gundik terkenalnya itu.
Selama beberapa saat aku kabur ke Shanghai tanpa dia tahu aku kemana. Walaupun akhirnya dia tahu dan dia meminta maaf belakangan, aku sudah terlanjur tidak ingin bicara banyak padanya.
Mama meneleponku kemudian.
"Cherrie, Papamu menelepon?"
"Ehm, tidak, kenapa dia harus meneleponku, sudah kubilang aku tak ingin terlibat masalah pertengkaran keluarga."
"Kudengar dia berusaha mencari dukungan modal ke keluarga Chow untuk membatalkan rencana Mama menganti CEO." Chow? Kurasa maksud Mama adalah keluarga yang sama dengan Nathan Chow?
"Lalu hubungannya denganku?"
"Ya,...kurasa entah sampai di titik mana dia akan menjadikanmu jaminan keluarga."
"Jaminan keluarga?!"
"Menjodohkanmu..." Aku langsung meringis.
"Sejak kapan Ayah seperti dia bisa berpikir menjodohkanku."
"Mama hanya memberitahumu perkiraan Mama... Mama sudah tahu pikiran Ayahmu itu, lihat saja dalam waktu dekat dia akan berusaha berbaikan denganmu."
"Tenang saja Ma, Papa tak akan bisa berbuat apapun."
Dengan rayuan apapun aku tak akan mau di jodohkan olehnya. Titik!
❤❤❤❤❤
Terima kasih sudah bergabung di Season Cherrie 😘🤗
__ADS_1