
"Aku mau makan malam dengan siapapun itu bukan urusanmu." Ryohei yang menjawabnya dengan ketus. "Bisa kau pergi saja." Nampaknya tak usah aku yang terlibat bukan mantan pacarnya bisa menangganinya sendiri.
"Seleramu turun ya, sekarang suka perawan tua dengan kacamata." Ternyata ular ini memang harus diberi pelajaran agar tahu diri. Dia pikir aku akan diam saja setelah pemukulan yang di lakukannya.
Perawan tua dengan kacamata. Aku akan membalasmu disini juga.
Kuambil teh dingin di meja dan kusiramkan ke bajunya. Teriakan kagetnya membuat seisi restoran menoleh. Rasakan kau.
"Jika tak pergi sebentar lagi akan kusiram shoyu sekalian padamu. Yuna Aize, berita perselingkuhanmu nampaknya masih belum cukup. Kau ingin membuat berita lagi disini?" Karena dia sudah menyinggungku jangan harap aku akan tinggal diam. Perawan tua? Kau pe*lac*ur rendahan!
**shoyu\=kecap asin
Bisik-bisik terdengar di restoran itu, beberapa mengenalinya. Ryohei nampaknya cukup kaget dengan apa yang kulakukan, untung ini bukan teh panas, tapi dibanding apa yang dilakukannya padaku itu belum ada apa-apanya.
"Pergilah, kecuali kau ingin mempermalukan dirimu sendiri disini." Ryohei menunjuk pintu keluar dengan tenang.
"Kalian berdua, jangan kira aku akan diam saja menerima ini." Dia pergi setelah mengatakan itu. Aku dan Ryohei-san mengikuti kepergian dengan menghela napas. Untungnya tidak ada serial drama tambahan dalam episode ini.
"Mantanmu itu benar-benar berbeda." Aku meringis sendiri dan melanjutkan makanku.
"Bagus kau menyiramnya, setidaknya dia pergi."
"Kata Derrick-san Ayahnya itu geng Yakuza, kau tak tahu itu."
__ADS_1
"Aku baru tahu saat Derrick mengatakannya padaku. Yang aku tahu Ayahnya hanya pengusaha beberapa jaringan toko kebutuhan sehari-hari, sungguh aku tak punya bayangan dia adalah semacam oyabun." Yuna Aize jelas menutupinya, bahkan diapun tak mau memakai nama belakang Ayahnya.
"Setelah kejadian di Hanoi, dia menghubungimu lagi."
"Tentu saja, dia mengemis padaku untuk tidak menyebarkan videonya. Tapi aku memutuskan teleponnya segera dan tidak ingin mendengar omong kosongnya."
"Apa dia akan mencoba lagi membalas kita seperti yang dikatakannya."
"Dia sudah habis, namanya sudah sangat buruk. Bagaimana dia bisa menbalasmu kita lagi. Aku sudah mengancamnya akan membawanya ke polisi, kau pikir dia masih berani. Sudahlah jangan bicarakan dia, jika orang yang memukulku ditemukan dia akan habis."
"Setuju. Tak ada gunanya membicarakan wanita itu."
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Ohh bersama anaknya?" Papa bertanya dengan heran.
"Iya, anaknya terobsesi ingin masuk Harvard. Dia ingin menjadikanku semacam mentor mungkin untuk anaknya."
"Ohh, kelihatannya anaknya sangat pintar?"
"Sepertinya begitu, test SATnya sudah melampaui 1460, padahal dia belum tingkat akhir. Gadis itu sepertinya sangat bertekad."
Sebuah ketukan di pintu. Apa mereka datang ke sini. Kupikir Ryohei akan menelepon jika mereka sudah dekat.
__ADS_1
"Apa itu mereka."
Ibu yang membuka pintunya.
"Selamat siang Bibi." Suara seorang gadis. Apa itu anaknya Tuan Ryohei. "Selamat siang Bibi." Baru suara Ryohei terdengar kemudian.
"Ahh selamat siang, rupanya ini anak gadis yang bertekad masuk ke Harvard itu."
"Bibi, maafkan kami menganggu. Kami membawa oleh-oleh untuk Bibi dan Paman."
"Kalian ini senang sekali membawa makanan, semalam juga Shiori membawa makan malam. Terima kasih banyak. Ayo masuklah, kita mengobrol di dalam sebentar." Ibu menerima makanan yang mereka bawa.
"Nama saya Sayuri Matsumoto. Senang bertemu Bibi, Paman dan Kakak." Dia membungkuk dengan pantas memberi salam kepada kami semua. Gadis muda itu kelihatan bersemangat.
"Paman dan Bibi maaf kami menyusahkan kalian lagi." Ryohei memberi salam kepada Mama dan Papa.
"Kau punya anak yang sangat pintar belajar nampaknya." Papa nampaknya sudah berusaha tak menyalahkan Ryohei-san lagi.
"Saya bersyukur Paman. Dia yang terobsesi dan mau berusaha sendiri kesana."
"Itu bagus Paman usahakan kau berhasil. Bersemangatlah Sayuri."
"Saya akan bersemangat Paman, saya ingin menjadi seperti Kakak Shiori." Aku tersenyum, nampaknya hari ini akan menjadi obrolan yang sangat panjang. Gadis remaja cantik berambut panjang sebahu itu sangat antusias.
__ADS_1
"Kau akan berhasil. Tapi jaga kesehatan, jangan terlalu memforsir apapun, kata Ayahmu tahun depan tahun terakhirmu. Kau masih punya banyak waktu sebenarnya."