TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA

TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA
Part 69. Aku Tak Pernah Membuangmu 2


__ADS_3

“Karena kau meninggalkanku! Papa tahu rasanya dibuang! Kau sudah punya istri baru, anak laki-laki, apa gunanya aku, jangan  terlalu manis padaku Paman Lam.”


“Papa tak pernah membuangmu! Jika kau mendengar itu, Mamamu dan Papamu yang mengatakannya. Papa dilarang menemuimu dengan surat perintah pengadilan, kau tahu terakhir waktu Papa berusaha menemuimu, mengabaikan perintah pengadilan, sebuah gudang Papa dibakar oleh orang suruhan Ayahmu, Papa dipenjara 15 hari, sampai Nenek dan Kakekmu turun tangan sendiri meminta Papa tidak menemuimu lagi, atau lain kali entah apa lagi yang mungkin di bakar olehnya. Apapun yang dikatakan mereka, itu tidak benar.”


Sekarang Cherrie diam.  Arnold Lam juga diam, hari ini semua ganjalan diantara mereka   dibicarakan sampai tuntas.


“Papa, tak pernah ingin menganggapmu mantan anak, tak pernah ingin melihatmu merasa dibuang, perceraian salah orang tuamu, dulu Papa berusaha agar  kau dan adikmu menanggu akibatnya, tapi disisi lain mereka benar, Papa tidak punya hak untuk menemuimu. 12 tahun menyayangimu lalu dilempar begitu saja oleh hasil tes DNA.  Bukan hanya duniamu yang runtuh saat itu,.... Tapi  mungkin karma berlaku pada Papa.” Dia ingat dia menyalahkan dirinya yang tak pernah bisa mengakui Tata sebagai Putrinya menentang keluarganya, dan kemudian dia harus melepaskan putrinya yang disangka anak kandungnya. Saat-saat itu dia menyalahkan dirinya, semua terasa begitu kacau.

__ADS_1


Cherrie diam mendengarkan orang yang pernah dia panggil Papa itu. Mungkin yang dia ingat di masa-masa itu adalah  saat  paling bahagia dalam hidupnya, tak bisa disangkal, saat dia mendengar alasan perceraian orang tuanya dia berharap itu hanya mimpi. Tapi itulah kenyataan, dunianya langsung jungkir balik, dalam mimpi terliarnya pun dia tak pernah punya bayangan sejauh itu. Dan disaat dia sudah jauh menyalahkan dunia dan semua orang atas tragedi di hidupnya, Arnold Lam- Papanya itu datang lagi. Semua luka yang dulu pernah ditanggungnya diungkit lagi, saat dia sudah terlalu jauh menyalahkan dunia.


“Papa hanya memberimu saran. Derrick  adalah orang yang Papa kenal, Papa anggap teman keluarga, melawannya tak akan menghasilkan apa-apa, tak usah melawan semua orang, ...” Cherrie tak menjawab apapun, bahkan tak menatap Arnold Lam. “Ohh ya, Papa bawa mochi, dan bakpau daging merah,  dulu kamu senang sekali makan ini. “ Arnold Lam menaruh sebuah kantong makanan ke meja Cherrie sekarang. Cherrie menatapnya , ternyata Papa masa kecilnya itu masih ingat makanan kesukaannya yang sederhana itu.


“Papa pulang, ... kalau kamu mau cari Papa ngobrol, telepon saja, tapi jangan memberi tahu Mamamu, mungkin dia akan memarahimu lagi... Jangan terlalu keras pada dirimu sendiri, jangan suruh orang mengikuti Derrick lagi, tak ada gunannya mencari masalah untuk dirimu sendiri. Jaga kesehatanmu cece...” Dia memanggil Cherrie cece, karena dia putri tertua. Panggilan itu membuat Cherrie  terlempar ke  masa dimana semuanya terasa sebagai mimpi dan penuh  pelangi.


Kenangan itu abadi, tak ada  yang bisa menghapusnya. Kesalahan orang tua yang tak bijak selalu ditanggung anak. Penyesalan terbesarnya membuat  gadis yang manis itu berubah seperti sekarang. Dia bersalah, merasa bersalah pada Cherrie kecilnya.

__ADS_1


Cherrie melihat kantong makanan itu, sebuah bulir air mata turun  begitu saja ketika dia membuka isi  kantong itu. Belasan  tahun ini dia hidup dengan kebencian, melewati hari dengan melawan dunia, dunia baik yang membuangnya, dunia mimpi yang dulu membuatnya terlalu baik. Saat orang terbaik dalam dunianya itu membuangnya, dia juga membuang dirinya yang lama disana.


Tapi hanya dengan  sekantong makanan ini, dia menangis tersedu-sedu. Kenapa bisa begini. Dia sendiri tak tahu.


\======****========


Dikit dulu hari ini besok banyakan. Oceee

__ADS_1


Jangan lupa like,coment and giftnya


__ADS_2