TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA

TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA
Part 96. Apa Ada Yang Harus Kau Ceritakan?


__ADS_3

"Wow, tujuan yang sangat mulia. Semoga kalian berdua sama-sama mendapat pencerahan." Aku mau tak mau tertawa ngakak mendengar kata-katanya itu. Mungkin mereka akan mendapat hubungan benci dan rindu didepan. Mungkin pula ini akan bagus untuknya, Oliver ini nampaknya jelas-jelas penasaran padanya, sementara Sandra memandang laki-laki terutama yang seperti Oliver adalah musuh besar. "Begini saja Sandra, jika kau bisa menghadapinya 30 hari ini tanpa insiden yang membuatnya protes , kuberi kau bonus empat bulan, tiga bulan adalah bonus yang diberikan dari boss, satu bulan kutambahkan, nampaknya dia tidak mudah dihadapi."


"Kau yang bilang sendiri, tentu saja aku bersedia untuk bonus 4 bulan. Yess...yesss! Aku akan berangkat dengan segera ke Hongkong, ingat kontrakku adalah pengawalan pribadi, aku mau membaca kontraknya dengan teliti."


"Kau akan dapatkan, kontrak kita memberikan perlindungan ke agent, walaupun kita harus menackle hal pribadi, tapi ada pasal khusus yang bisa kau gunakan untuk melindungi diri dan bisa mengakibatkan pinalti. Tapi jika kau bisa bertahan 30 hari tanpa insiden itu akan sangat bagus."


Telepon selesai kemudian, ada-ada saja kejadian belakangan ini. Jonny memberi kabar pengawal yang akan menangani Tata sudah dikirim.


Aku bisa mengerjakan pekerjaanku sendiri. Tapi aku mungkin harus mengatakan masalah ini pada Brother Lam. Dia akan datang ke Jakarta bulan depan.


"Brother Lam, ada yang harus ku ceritakan padamu..." Kuceritakan semua kejadian empat hari yang lalu sampai sekarang.


"Situasi Wong Lee Man tidak menguntungkan sekarang, keluarga Janice Chan membuat perhitungan dengannya, nampaknya akan terjadi perceraian, akan terjadi pemisahan asset besar-besaran, perusahaannya goncang, terjadi perebutan pendukung CEO, boss-mu juga sedang mengamati ini banyak pihak yang akan masuk dan mengambil keuntungan, banyak hal yang terjadi di Hongkong segera setelah Janice Chan kembali dan mengambil keputusan. Dia tak akan punya waktu mengurusi Tata, dan bagi Cherrie kurasa memang lebih baik buatnya menyingkir ke Shanghai sementara waktu. Di Shanghai ada kantor utama perusahaanku, jika dia mau bantuan akan mudah. Nanti aku akan meneleponnya.."


Ternyata begitu. Jangan remehkan istri yang marah. Wong Lee Man bertemu lawan yang sepadan, untuk sementara mungkin dengan menjauhkan Cherrie maka masalah kami juga selesai. Tapi tindakan pencegahan akan tetap dilakukan sampai aku yakin dia benar-benar tidak menggangu Tata lagi.


Aku sedikit lega sekarang.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


POV Tata


Aku harus pindah ke rumah Koko, untuk sementara waktu. Bibi memindahkan stok bajuku ke kamar tamu. Walaupun aku cukup terbiasa dengan rumah ini, tetap saja aku masih lebih nyaman berada di rumah sendiri.


"Non, makan? Tuan belum pulang." Bibi langsung bertanya saat aku mendekati dapur.


"Iya Bi." Kulihat makanannya, makanan versi Ko Derrick, gak ada rasa.


"Bi, beli sate dong." Ada tukang sate yang mangkal disini.

__ADS_1


"Ohh iya Non." Aku pergi mandi duluan baru turun kembali.


Suara mobil Ko Derrick dan pintu dibuka, kulihat dia sudah pulang. Dia melihatku dan menghampiriku yang duduk di meja makan.


"Udah makan?"


"Belum Bibi lagi beli sate. Ngantri masih mungkin."


"Gak suka ya makan ini?" Aku tersenyum. Dia menggambil air dingin di kulkas.


"Aku mau sate saja."


"Pengawal disini bukan?"


"Udah, dia sudah di tunjukkan kamarnya sama Pak sopir tadi. Katanya dia sudah biasa bertugas di sini."


"Oh oke, berarti yang dikirim Rudy atau Petra?"


"Hmm ya sudah, dia disana dulu saja..." Koko sedikit cerita tentang keadaan keluarga Cherrie yang sedang kacau. Ibunya nampaknya tidak terima skandal yang melibatkan Wong Lee Man dan mengancam ke 3 anaknya itu.


Ya sudah Koko mandi dulu. Laper juga." Dia beranjak dari sampingku.


Sebuah bunyi getar notifikasi ponsel, rupanya Koko meninggalkan ponselnya di meja.


'Pak, biaya jasa konsultasi hukum Bu Lisa Liman sudah di redeeem..." Aku tak bisa melihat lagi karena hanya setengah pop-up notifikasi yang muncul.


Lisa, aku hanya tahu satu orang Lisa. Apa mantannya itu terkena kasus hukum, redeem ke dia? Kok bisa?


Dia kembali ke meja makan kemudian. Aku sudah mulai makan tak menunggunya.

__ADS_1


"Ayo makan." Dia nampaknya tak mempermasalahkan aku makan duluan.


"Ko, ada sesuatu yang harus diceritakan?"


"Maksudnya ada sesuatu yang harus diceritakan?"


"Entah, mungkin lupa cerita sesuatu." Aku tak melihatnya, menunggunya sadar bahwa sesuatu harus diceritakan padaku.


"Apa? Koko mesti cerita apa?" Aku hanya mengangkat bahu. Dia melihatku dengan heran. "Kamu sebenarnya ngomong harus cerita apa?"


"Saya cuman nanya apa ada yang aturannya harus di ceritakan. Tapi belum ..." Aku menatapnya lekat. Dia menatapku tak tahu apa yang kubicarakan.


"Gak ada..., ini soal siapa? Cherrie, siapa?"


"Fine." Sekarang aku menghela napas dengan kesal.


"Tata kalo ngomong yang jelas Koko mesti cerita apa?"


"Ya sudah katanya gak ada." Aku tak ingin melihatnya lagi, dia bilang tak ada yang harus dia ceritakan. Kesal, jadi masalah Lisa itu bukan harus diceritakan. Katanya kalo ada masalah, bantuan yang diberikan ke Lisa itu hak saya memutuskan?!


"Ayo makan dulu. Kamu gak makan sayur?"


"Ga."


"Mau ikan tim apa ayam garam?"


"Ga."


"Nih Koko ambilin." Dia mengambilkan sayuran dan ikan ke piringku. Apa dia tidak merasa bersalah, aku makan dengan perasaan kesal membuncah dalam hati.

__ADS_1


------


next episode muncul jam 00


__ADS_2