TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA

TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA
SEASON 3 Part 26. Kick Out The Enemy 13


__ADS_3

Sayang sekali aku tak tahu apa yang terjadi beberapa hari ini, bagaimana si ular Camilla itu menghadapi berita ini, dia tak mau memunculkan wajahnya semenjak gosip itu merebak. Tapi selama beberapa hari ini Papa juga tak masuk kantor.


"Apa dia tidak berani muncul?" Aku bertanya ke investigatorku yang masih memantau pergerakannya.


"Dia memang tak berani muncul Nona, tak ada yang tahu dimana dia. Wartawan berkumpul di apartmentnya tapi tak ada yang melihatnya. Kurasa dia tidak ada di sini.


"Kalau begitu bisakah kau dapatkan kontak media yang cukup besar, untuk membuatku bisa melakukan wawancara soal apa yang kutahu soal hubungannya dengan Ayahku. Aku ingin melakukan wawancara."


"Bisa Nona. Akan kucari."


"Bagus, aku menunggu darimu jika begitu."


Dia benar-benar bersembunyi dari kejaran wartawan sekarang. Mungkin dia sudah pergi dari Hongkong. Aku penasaran apa Papa melakukan tes DNA kepada anaknya, sudah tiga hari sejak dia tahu. Atau dia terlalu bodoh untuk percaya perkataan ular itu.


Sementara Papa tidak masuk kantor, selama beberapa hari ini otomatis pekerjaan di tangani oleh Paman. Ini bagus kurasa, lebih lama Papa sering absen, Paman yang akan menghandle lebih banyak urusan kedepannya.


Tapi karena aku masih in-charge harus menangani hubungan dengan investor kami Paman belum memintaku membantunya di urusan lain.


'Sudah kubilang kau akan pindah me Vietnam.' Aku mengirim sebuah pesan singkat untuk mengejeknya.


Dan dia meneleponku balik tak lama setelah itu. Aku mengangkatnya tentu saja. Tak seru jika berkelahi lawannya hanya diam saja.


"Wei, Nyonya, kau meneleponku. Wartawan mencarimu seantero Hongkong. Kau tak menampakkan mukamu? Atau mungkin sedang ditampar suamimu hingga mukamu sedikit kacau." Aku langsung menghinanya terang-terangan.


"Jadi ternyata kau yang membuat semua kekacauan ini?!"


"Kenapa kau berkata aku yang membuatnya? Kau membebankan skandalmu yang sangat memalukan itu padaku sebagai perbuatanku? Sebentar lagi kau akan tamat karena perbuatanmu sendiri."


"Ini pasti pekerjaanmu. Aku akan membalasmu! Ternyata kau yang menyebarkan kebohongan ini!" Dia masih mengelak dan mengatakan itu kebohongan.


"Ohhh itu kebohongan, kurasa tidak, hasil test DNAnya harusnya akan keluar sebentar lagi. Siap-siap dalam seminggu kau di ceraikan segera. Kau ternyata memang ular."


"Tunggu saja kau." Sekarang dia mengancamku?


"Seperti kau punya kemampuan melakukan ancamanmu saja." Aku mencibirnya dengan rasa menang. Ini belum selesai tunggu saja acara berikutnya.


Dia menutup telepon. Mau mengurusku lebih baik kau mengurus hasil tes DNAnya karena itu pasti tak bagus.


Dua hari kemudian aku mendapat kesempatan wawancara dengan tabloid yang pertama memuat berita soal Camilla Chai, akhirnya aku bisa membersihkan nama Mama, yang dituduh ingin membunuh anaknya, dari wawancara tabloid berlanjut ke wawancara beberapa program televisi. Dan sekarang Mama bisa tersenyum lega namanya sudah dibersihkan, karena mereka berburu informasi, Camilla tidak bisa ditemukan mereka bahkan mencari Papa di kantor. Di titik ini semua orang membicarakan urusan pribadi Papa, mustahil untuknya mendapatkan respect lagi dari bawahannya, jalan Paman untuk mengantikannya semangkin jelas dan terbuka lebar.

__ADS_1


Papa bertambah lama lagi tidak masuk ke kantor. Terhitung sudah seminggu sejak berita itu. Aku sangat penasaran.


Aku mencari informasi dan menelepon ke Bibi, adik Papa.


"Bibi, kau tahu perkembangan berita soal Jonathan? Benarkah dia anak artis China itu?" Bibi diam di ujung telepon.


"Bibi tak menyangka akan ada berita seperti ini. Kemarin setelah menerima hasil testnya, Papamu tak mau bicara apapun, Bibi tak tahu kemana dia pergi."


"Dia tak bilang apa hasil testnya?"


"Tidak tapi dengan wajah terpukul seperti itu kau bisa menebaknya kurasa." Sudah kuduga, 99% hasilnya tak bisa di sangkal lagi.


"Papa tak bilang kemana?"


"Tidak, dia pergi dari apartmentnya di Sing Woo, anak-anak itu bersama Ibunya. Mungkin ke rumah Emily di Shanghai. Bibi tak tahu." Emily adalah nama selingkuhan Ayahku juga, dia punya anak laki-laki satu, tapi dia tidak sekurang ajar Camilla.


"Hmm jadi bisa disimpulkan berita gosip itu kebenaran."


"Bibi rasa begitu."


"Kasihan, dia diperdaya mentah-mentah oleh wanita ular itu." Aku hanya tertawa sinis. Bibi tak berani menjawabku.


"Oh, Bibi tak tahu dia sudah mencoretku dan adikku dari daftar keluarganya?"


"Dia hanya emosi sesaat, dia mengatakannya tapi tak melakukannya Cherrie." Bibi mencoba membujukku aku tahu, tapi orang yang seharusnya mengatakan maaf bukan Bibi tapi Ayah.


"Entahlah Bibi, aku tak tahu. Terserah saja, yang jelas aku hanya membela Mamaku, Mama tak pantas di perlakukan seperti itu oleh wanita ular itu dan dia diam saja membela wanita ular itu. Sekarang sudah terbuka semuanya, semuanya sudah terlanjur."


"Kuharap kau tak menyimpan perkataannya yang penuh emosi itu, bagaimanapun dia tetap Ayahmu." Aku tertawa miris.


"Ya, sudahlah Bibi, aku hanya ingin bertanya kebenaran gosipnya."


Semuanya terbukti, Papa sedang meratapi kesalahannya sendiri sekarang.


Papa Lam meneleponku kemudian, pasti dia penasaran soal berita itu juga.


"Cherrie, ..."


"Papa? Ada apa?"

__ADS_1


"Ada berita menggegerkan beberapa hari ini, kau tahu bukan. Semua orang membicarakannya." Bibi Yun Lan yang bicara, teryata mereka kompak meneleponku.


"Soal anak Camilla Chai, tentu saja aku tahu. Akulah sumber beritanya."


"Benarkah?! Kau yang menemukan gosip itu?! Jadi itu benar rupanya. Kau tahu itu mengingatkan Papamu pada kejadian bertahun-tahun yang lalu. Sungguh aneh itu terulang kepada Ayahmu."


"Hmm, entahlah Bibi. Mungkin itu yang namanya karma."


"Jadi itu berita benar, bukan gosip murahan? Anak laki-laki Ayahmu memang bukan anaknya?" Sekarang Papa yang bertanya.


"Ya begitulah akibatnya percaya dengan wanita ular."


"Astaga, berita yang sangat mengejutkan. Bagaimana dia bisa menyimpan rahasia seperti itu." Bibi langsung menanggapiku. Aku bisa membayangkan ekspesinya Bibi Yun Lan. "Tapi bagaimana kau bisa tahu."


"Aku melakukan riset sendiri, membaca berita gosip sampah tentangnya. Dan ada teman yang pernah melihatnya dengan aktor itu. Dan tak disangka mukanya mirip sekali dengan anaknya."


"Dan kau membuatnya jadi berita gosip?"


"Tentu saja, aku mana mungkin melewatkan kesempatan menghancurkan wanita itu."


Bibi Yun Lan tertawa. "Kau dendam karena dia membuat Mamamu seperti penjahat." Dia mengomentari tindakan yang kuambil. Dan menceritakan padaku gosip liar yang beredar di luar sana soal cerita ini.


"Selain itu ada satu keanehan lagi. Pamanmu tiba-tiba mengajak Papa makan siang."


"Mungkin Paman hanya ingin minta maaf Papa, setelah bertahun-tahun."


"Benarkah? Dia mau minta maaf? Kau yakin?"


"Iya, tak ada salahnya saling memaafkan bukan."


Keadaan jadi berbalik sekarang, Papa Lam malah mungkin menjadi teman, sebaliknya Papaku dibenci keluarga Chan.


Hidup memang aneh. Kau tak pernah tahu kemana takdir berbalik membawamu.


\=\=/\=/\=\=


Hai hari ini dikit dulu yaa 🤗😘


Besok Senin, selamat menjalankan aktivitas kembali semuanya.

__ADS_1


__ADS_2