TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA

TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA
Part 34. Hongkong 2


__ADS_3

“Tata!” Tante Yun Lan dengan  heboh melambai padaku, dia meluangkan waktu menjemput kami di bandara saat kami tiba. Istri Papa ini sehati sekali dengan Papa, dia begitu baik mencoba merangkulku. Apa yang Mama perjuangkan semuanya dikabulkan.


“Tante Yun,...” Aku berjalan  padanya dan memeluknya,  tersenyum senyum lega sudah keluar dari  penerbangan panjang itu.


“Akhirnya kalian sampai. Papa kamu dari tadi sudah nanya sudah liat kamu belum. Cerewet bener Papa kamu itu. Derrick kamu ikut makan malam dulu di rumah, nanti baru ke hotel.”  Aku tersenyum saja menanggapinya.


“Ok.”


“Cecilia lagi libur sekolah?” Tante Yun bertanya. Cecilia adalah nama anak Ko Derrick.


“Engga, makanya janjian sama dia cuma bisa weekend, besok saya masih harus laporan sama Boss besar dan Boss Philip, sama udah janji ketemu beberapa teman bisnis   disini.” Ternyata Ko Derrick punya kerjaan bukan full liburan kesini. “Tata katanya mau diajak makan, coba nanti pas weekend ya Ta .”


“Ajak Cecilia ke rumah juga kalau dia lagi free. Dia sudah mau kuliah bukan.”


“Iya, tahun ini.” Nampaknya anaknya juga dekat ke Tante Yun, nampaknya dia memang pembawaannya ramah ke banyak orang. Tipe-tipe Tante yang dikenal sebagai tante baik hati oleh keponakannya.


“Papa sudah dirumah?”


“Ahh iya, tadi dia masih ada ketemu dengan orang, tapi biasa jam 5an sudah pulang biasa buat  makan malam.”

__ADS_1


Kota yang asing bagiku,  aku ingat pernah kesini, dulu sekali waktu  kecil, diajak Mama, sebelum aku tahu siapa Papa. Baru sekarang  aku kembali  lagi ke kota ini.  Tante Yun menjelaskan rumah mereka berada di sebuah apartment di Mid Level East, bisa dikatakan ini kawasan elit. Aku tak melihat flat-flat kecil disini, tapi apartment high end, Ko Derrick juga mengatakan memang ini kawasan elit, tempat tinggal expatriate dan orang berkecukupan. Kawasan ini dekat dengan Victoria Peak yang merupakan titik tertinggi di Hongkong.



“Oh ya, nanti kenalan dengan saudaramu, Daniel dan Ronald, anak Tante, mereka juga bilang akan pulang tepat waktu untuk makan malam bersama kita. Mereka juga sudah tak sabar kenalan dengan kamu.”


“Bukankah Papa punya dua anak lagi Tante? Dengan istri pertamanya?” Tante Yun diam sebentar.


“Sebenarnya, ... hubungan dengan istri pertamanya agak... renggang.” Dia kebinggungan mencari kata-kata yang tepat.


“Ohh...”


“Mungkin hanya putra keduanya yang baik, tapi dengan  istri dan putrinya, sudah tidak baik. Derrick kamu dan Cherrie masih berhubungan, dulu Cherrie suka sama Derrick,  Cherrie itu nama anak Papa kamu.” Tante Yun menjelaskan.


“Kenapa Tante kok tidak baik?” Aku jadi kepo sekarang. Tante tampak sulit menjelaskannya.


“Karena mereka cerai-nya karena perselingkuhan.  Cherrie ternyata bukan anak Papamu. Tapi bertahun-tahun Papamu tak tahu. ” Malah Ko Derrick yang menyebutkannya.


“Oooo.”

__ADS_1


“Sudahlah, jangan dibahas. Adikmu satunya lagi itu namanya Liam, cuma beda 3 tahun sama kamu. Daniel bilang dia ada bilang minta dia datang. Tidak tahu apa dia datang atau tidak, dia tidak gabung kerja dengan Papamu, tapi punya usaha sendiri.” Aku baru  tahu kejadian seperti itu. Pelik juga, anak pertama bukan anak Papa.


“Berarti anak pertama anak selingkuhannya? Apa itu juga suaminya yang sekarang?” Aku bertanya pada Tante.


“Iya.” Nampaknya cerita cinta Papa sangat berliku panjang. Kasihan juga. Mungkin Mama juga tahu semua lika-liku ini.


“Eh Derrick, kamu hati-hati, katanya Cherrie sekarang di Jakarta lho, nanti dia cari kamu lagi mungkin.”


“Benarkah?”


“Iya. Nanti dia nyewa rumah di sebelah rumah kamu lagi.” Tante Yun langsung ketawa ngakak.


“Pantas saja, dia pernah telepon kemarin, tapi tak kuangkat karena meeting. Aku sengaja gak balas chat-nya.” Salah satu  penggemarnya Ko Derrick.


“Napa Ko penggemarmu?”


“Dulu dia tergila-gila sama Derrick. Sampai pernah ngejar Derrick ke Singapore, sengaja tinggal di sebelah Derrick, sampai Derrick kabur cari apartment baru. Umurnya cuma beda setahun sama kamu. Cewe itu gila sama seperti Mamanya. ” Tante Yun bisa nge-gosip juga ternyata. Ko Derrick senyum-senyum dan geleng-geleng. Nampaknya  kenekatan penggemarnya ini sangat membekas.


Waduh? Dia di Jakarta, nelepon Ko Derrick, masih nyari Ko Derrick. Saingan berarti? Bisa gawat.

__ADS_1


“Pcsyho. Sakit kepala ngadepin dia,  nekat. Jangan dibicarakan lagi. Ku -blok saja nomornya nanti.” Tapi nampaknya  Ko Derrick langsung black list. Berarti Cherrie ini bukan saingan, sainganku cuma Lisa.


Bersambung besok.............


__ADS_2