TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA

TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA
SEASON 3. Part 14. Anthony Cheng


__ADS_3


POV Anthony Cheng


Apa yang gadis ini lakukan tadi? Dia menciumku?


Cherrie Wong, wanita yang katanya bisa menghancurkan karier seseorang jika kau melakukan kesalahan padanya.


Dia masih tersenyum lebar melihatku. Dia merasa sekarang dia menang bukan. Aku tak bisa menahan rasa penasaranku sekarang. Dia jelas bukan gadis baik hati lemah lembut yang akan menurutimu jika dia tak setuju padamu. Masalahnya adalah aku tak tahu apa aku bisa menghadapi sifatnya yang kadang meledak-ledak dan mau menang sendiri itu.


Walaupun sekarang yang kulihat adalah dia adalah orang yang bisa diajak berkompromi setidaknya.


"Itu hanya ciuman, jangan terlalu memikirkannya."


Dia tersenyum lebar. Dia merasa menang bisa menciumku tadi kurasa. Kau tak bisa menduga tindakannya.


"Hanya ciuman, baiklah." Aku masih tak menyangka dia berani melakukan itu.


"Aku pulang saja ya Ko." Sebenarnya aku tahu sekarang dia tidak ingin membiarkan aku membalasnya.


Hit and Run! Gadis licik ini tak membiarkan aku membalasnya disini. Dia beranjak dari sofa dan setengah berlari ke pintu. Mengamankan jalur pelariannya dulu.


Aku menyusulku tepat setelah dia keluar.


"Kau akan membayarnya kembali nanti." Aku memegang tanganku dan membuatnya menoleh padaku. Tapi dia malah tersenyum lebar dengan kata-kataku.


"Membayarnya? Koko tadi kau bahkan tak mau aku masuk ke kamarmu. Kau yang duluan mulai mengancamku, kenapa aku harus membayarmu..." Dia mengulum senyumnya dan meletakkan jari tangannya menunjuk di dadaku tanpa takut.


Dia senang memegang kendali permainan. Aku sadar itu, walau tadi cukup mengejutkan, aku tak akan terpancing membalasnya sekarang.


Kami memang belum mengenal dengan baik, lebih baik tidak terpancing apapun saat ini. Dia perlu dukunganku sampai enam bulan ke depan. Aku sudah bilang akan kembali ke Hongkong, dia tidak akan kemana-mana.


"Jika kau sudah sampai ke Shanghai lagi bilang padaku. Kapan tepatnya kau ke Shanghai?"


"Aku tak tahu, aku menunggu kabar dari Kakak Ipar, aku dan Paman harus punya persiapan proposal sebelum bertemu dengannya."

__ADS_1


"Jika ada kesulitan, katakan padaku."


"Iya. Terima kasih." Kami bertatapan sekarang karena aku mengalihkan pembicaraan ke yang biasa dia tidak bisa melanjutkan permainannya lagi.


"Kau benar ingin kembali."


"Iya aku ingin kembali."


"Kalau begitu nanti kutunggu kau di Shanghai. Nathan Chow meneleponmu lagi atau mengatakan sesuatu?"


"Tidak, kurasa dia tidak akan bisa melakukan apapun lagi. Tinggal menunggu aku mendapatkan dukungan Philip saja."


"Ya sudah, terima kasih juga sudah mendengarkan ceritaku."


"Aku senang kau bercerita. Aku kembali, kutelepon kau jika aku sudah di Shanghai."


Dia pergi, pamit kepada Papa dan Mama dengan sopan kemudian, melambai padaku akhirnya.


"Anthony, bagaimana Cherrie? Kau menyukainya?" Mama tak tahan untuk tak bertanya padaku sesaat setelah mereka kembali.


"Mama, kau tahu kami baru beberapa kali bertemu. Aku tak bisa memutuskan hal seperti ini terlalu cepat Mama."


"Ya baik, setidaknya kami bisa berteman Mama."


"Ya baiklah, terserah padamu. Mama tak akan memaksa."


\=\=\=\=\=πŸ’™πŸ’™πŸ’™


Aku menelepon Philip Leung sehari setelah aku kembali ke Shanghai.


"Nathan Chow itu terkenal tukang pesta di Hongkong. Dia itu aib keluarga Chow, dia mau masuk ke executive Shing Wang, kurasa itu terlalu berlebihan." Philip Leung tertawa mendengar perkataanku.


"Begitulah kenyataannya. Mungkin dia sudah tobat pesta, dan berencana jadi kebanggaan keluarga, kami mau mengeluarkan Wong Lee Man dari CEO, Paman Kedua di Keluarga Chan yang sekarang jadi Wakilnya yang mau naik."


"Iya aku mendengar itu dari Derrick, dia menyampaikan tawaran kerjasama keluarga Chan. Sebenarnya aku memang tertarik dan mengamati perselisihan mereka, aku sudah bicara dengan beberapa orang direktur, bisa dibilang ada beberapa bisnis yang menarik untuk menjalin kerjasama dengan Shing Wang. Karena kau sendiri yang meneleponku sekarang, sampaikan ke mereka aku bersedia duduk dan membicarakan kesepakatan."

__ADS_1


"Iya dia memanggil Derrick orangmu itu Kakak Ipar, keluarga yang unik. Akan kusampaikan padanya segera. Terima kasih Philip." Philip bersedia bergabung ke Shing Wang, itu akan bagus untuk kami.


Tapi sebelum aku sempat bicara dengan Cherrie, seorang dari keluarga Nathan Chow meneleponku. Maggie Chow?


"Anthony, bagaimana kabarmu."


"Baik Maggie, bagaimana juga kabarmu." Dulu aku pernah berkencan dengannya, sebelum aku menikah. Tapi kami sekarang sama-sama janda dan duda, dia bercerai dua tahun lalu dengan suaminya. Sebelum ini dia kadang meneleponku bertanya mungkin kami bisa bertemu lagi."


"Aku baik, tapi aku dengar kau berniat melawan kami, padahal selama ini kita tidak pernah berseberangan?" Dia tidak perlu basa-basi nampaknya untuk bertanya, sekarang Nathan tak bisa menghadapiku, Maggie yang dikirim


orang lain.


"Ibuku dekat dengan Janice Chan, Nathan, itu keputusan Ayah dan Ibuku. Jadi ya aku akan melawan keluargamu tidak diragukan lagi."


"Tidak bisakah kita bicarakan ini Anthony."


"Ini keputusan keluarga Maggie, aku tak bisa merubah apapun. Lagipula aku tak terlibat, tugasku hanya mewakili keluarga kemarin, apa yang terjadi selanjutnya di tangan keluarga Chan. Aku tidak terlibat, jadi kau salah melobbyku, kau lebih baik bicara dengan Ibuku."


"Bicara dengan Ibumu, baiklah, bawa aku kepadanya. Kapan kau ke Hongkong lagi."


"Maggie, maaf aku tak bisa terlibat melawan Ibuku, aku akan di cap anak tak berbakti."


"Benarkah, kau terlihat sangat cocok dengan Cherrie Wong beberapa hari yang lalu. Benariah kau tak terlibat. Jadi kau mengambil kesempatan untuk memperistrinya juga kurasa."


"Masalah pribadiku bukan urusanmu sayangnya."


"Kau tak akan menang sia-sia saja kau berusaha. Lebih baik kita bergabung kembali. Paling kau hanya bisa mengumpulkan 40% suara. Enam bulan lagi masih lama akan kuusahakan 35% untuk mempermalukanmu jika kau masih mencoba, ayolah sayang dimana logikamu."


"Maggie, kau salah meneleponku, yang menghadapimu bukan aku tapi Cherrie , Janice Chan dan orang tuaku. Aku ada di Shanghai dan tidak akan terlibat dengan Shing Wang, tugasku hanya menemaninya kemarin. Kau jelas. Kukatakan sekali lagi masalah Shing Wang aku tak dapat membantumu."


"Kau bicara berputar-putar, mana mungkin kau tidak terlibat. Demi masa lalu kita Anthony, begini saja kita bicara dulu oke. Dalam beberapa hari ini aku akan ke Shanghai. Tunggu aku disana."


"Tunggu..." Tapi semua perkataanku tak berguna dia langsung memutuskan percakapan kami.


Bagus. Wanita keras kepala dan pemaksa lainnya. Sekarang yang ini memutuskan menjadikan aku target juga.

__ADS_1


------πŸ’™πŸ’™πŸ’™


Hari ini dikit dulu ya πŸ€—


__ADS_2