
“Ayo pergi Tata.”
“No. Dia yang harus pergi.” Tata kembali melepas tanganku. Tidak memperdulikan ajakanku, sementara mereka tatap-menatap ingin membunuh satu sama lain.
“Kamu memang sangat berani, kamu tahu latar belakang saya? Sekarang siapa kamu.” Cherrie menyilangkan kakinya, nampaknya dia akan melayani perdebatan ini. Tak usah diragukan lagi.
“Saya adalah saya,tidak perlu bawa orang lain. Apa kamu selalu membanggakan latar belakang keluarga kamu? Sihlakan kamu pergi, jangan menjadi penganggu disini.”
“Kamu nampaknya sangat membela Derrick, mungkin saja dia hanya menggunakan kamu.”
“Maksudnya seperti dia menggunakan kamu ‘for fun’. Jika dia melakukan itu saya akan menanganinya sendiri.” Cherrie tertawa.
“Wow! Koko Derrick pacarmu ini nampaknya sangat luar biasa.’
“Kamu bisa pergi saja Cherrie.” Cherrie melihatku dan mengabaikanku.
“Ini menarik. Kamu yakin bisa menanganinya, dia mantan Triad, mungkin sekarang masih? Kamu tahu apa itu Triad sayang?” Tata melihat ke arahku.
“Saya tahu, tak usah kamu yang kasih tahu. Mereka manusia, mau Triad, mau Yakuza, itu tergantung mereka berpihak pada siapa.” Tata ini entah kenapa bisa setenang ini, kupikir dia akan cepat tersulut, tapi ternyata dia bisa mengimbangi permainan Cherrie.
“Jangan melewati batas Tata. Kamu sudah janji satu hal.” Aku bicara berbisik dalam bahasa , jika dia mau mengalah setidaknya dia tidak membuat keributan melebar.
__ADS_1
“Siapa kamu, kelihatannya kamu tahu banyak hal? Boleh kenalan?”
“Tidak tertarik.” Tata memberikan senyum poker face-nya.
“Saya bisa mencari tahu siapa kamu.”
“Jika kamu kurang kerjaan sihlakan.” Tata tak perduli dengan ancaman Cherrie. Aku yang kebat-kebit jika Cherrie tahu siapa dia di sini.
“Siapa dia Ko Derrick?” Cherrie bicara padaku dengan Cantonese.
“Dia pacar saya. Saya tidak bisa makan malam dengan kamu jelas sekarang.” Aku membalasnya dengan English jadi Tata tahu apa yang kubicarakan.
“Cuma pacar, pacarmu banyak setahuku. Mungkin yang ini yang ke 10.” Dia senyum-senyum didepanku. Masih berniat membuat Tata marah. Wanita ini memang keras kepala.
“Iya, dia kan gila, gak mau ngalah, suka mancing orang biar dia menang. Kan koko udah bilang gak ada gunanya berantem sama orang gila, yang ada kita yang emosi gak jelas, ngabisin waktu,dapet duit juga kaga, yang ada kesel doang. Tapi untung kamu gak naek darah duluan. Hebat, tapi udahlah ayo kita pergi saja gak ada gunanya ngeladenin dia...” Aku kasih jempol ke Tata. Tata tersenyum lebar.
“Bukannya stoberi ini dia handling perusahaan konstruksi energy dan pertambangan, kok bisa bentukannya kurang kerjaan gini.”
“Engga, dia gak pegang teknis, dia tahu duit, SCI cukup besar, dikirim buat mastiin lalu lintas duit, memotong biaya sebisa-bisanya, supaya perusahaan dia menguntungkan di atas kertas, akhirnya menaikkan laporan perusahaan induk, makanya sekarang kreditur dia ngamuk semua dia maen minta penjadwalan ulang pembayaran.”
“Ohh begitu.” Dia melirik Cherrie yang mulai kesal karena dia tak mengerti pembicaraan kami. “Ini stoberi gak punya sodara tiri.”
__ADS_1
“Ehm, ada ada cowo satu cewe satu, tapi setahu Koko masih umur belasan, jauh umurnya dari dia, pas Papa kamu cerai kan itu dia udah umur 12, makanya dia pegang kekuasaan. Adeknya belum bisa apa-apa. Ada satu anak dari istri pertawa cewe tapi udah cerai. Gak masuk perusahaan, jadi dia otomatis yang jadi tuan putri.”
“I see... Jadi emang tuan Putri kaya dan manja ya.”
“Hmm... manja, terlalu over PD, nekat, gila dikit, merasa dirinya tuan Putri, ya hasilnya ya gini. Berantem sama dia gak produktif, ngabisin waktu. Makanya saya gak mau frontal sebenernya sama dia. Males berantemnya, lagipula dia gak bisa ketemu saya. Ya biarin aja dia digantung, lagi sibuk, keluar kota, nanti dia cape sendiri.” Tata ketawa, kami bisa menganggap dia tak ada. Tata hebat bisa mengendalikan dirinya, tapi kalau cuma berdua dia akan marah-marah padaku. Dia tidak bisa ditebak juga sikapnya, kupikir dia akan langsung tersulut, tapi dia menangani situasi ini dengan elegan.
“Lu kok bisa kejebak for fun sama dia Ko, itu beneran.”
“Saya minum, okey, gak usah omongin lagi.”
“Eh kalian berdua saya disini, kalian berniat mengabaikan saya.” Cherrie sekarang yang bicara. Tata melihat kearahnya. Menghela napas panjang, lalu kembali padaku lagi.
“Koko bener sih, ya udahlah kita pergi aja deh. Dipikir-pikir ngadepin orang gila kaya dia memang gak ada abisnya.”
“Udah saya bilang juga apa dari tadi. Kamu yang gak denger.” Aku mengetuk kepalanya karena gemas, tapi itu penghargaan juga karena di depan Cherrie yang melihat kami bercanda satu sama lain, sementara dia tak mengerti pembicaraan kami. Tawanya sekarang membuatku lega.
“Cherrie , kita mau pergi. Kamu disini saja. Meja ini milikmu.” Aku berdiri, Tata mengikutiku. Dia dengan otomatis memegang lenganku. “Tapi Koko tampan ini milikku. Bye darl stoberi.” Dia masih memanggil cherrie dengan stoberi, melambai sambil mengedipkan mata pada stoberi. Kami berjalan pergi.
“Astaga gue puas banget.” Tata ngakak sekarang.
Tata tertawa puas, saya yang kebat-kebit sekarang. Karena si stoberi itu gak mungkin menganggap ini selesai sampai disini saja. Ini pasti ada lanjutannya. Besok aku harus membuatnya sibuk dengan masalahnya sendiri secepatnya. SCI harus segera mendapat masalah besar.
__ADS_1
\=====***=====