TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA

TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA
SEASON 2 Part 33. The Reason 2


__ADS_3

"Kau bisa bicara sendiri Sandra apa aku mengancammu? Apa yang terjadi lima tahun yang lalu." Sekarang Kent memerintahkanku untuk menjawabnya di depan Derrick.


Ko Derrick akan memarahiku setelah ini, kuharap dia mengerti kenapa aku melakukan ini. Aku maju ke depan untuk bicara dengan Boss Philip.


"Aku kesini untuk mengatakan yang terjadi lima tahun lalu hanya kesalahpahaman, aku minta maaf karena telah menimbulkan masalah, itu hanya suka sama suka, aku pergi karena keinginanku sendiri. Kuharap masalah ini tidak dilanjutkan lagi." Semua orang melihatku. "Aku minta maaf Boss Besar, semua masalah ini karena aku? Salahkan aku saja..."


"Kenapa kau minta maaf. Apa yang dikatakan bangsat ini padamu?!" Oliver tidak menerima apa yang aku katakan. "Ada kami kau tak perlu takut dengannya.


"Aku hanya mengatakan kebenaran, aku minta maaf sudah membuat masalah." Sekarang aku bahkan tak berani mengangkat wajahku di depan Ko Derrick dan Oliver.


Boss Philip menghela napas panjang. Ko Derrick melihatku tapi tak mengatakan apapun. Tapi dia melihat Kent dengan pandangan gusar.


"Kent minta maaf ke Oliver karena sudah memukulnya, dan terima tiga pukulan dari Derrick. Kau perlu hidup 2x lagi untuk belajar menipuku. Terima hukumanmu! Dan masalah ini selesai sampai disini." Tiba-tiba kata-kata Boss Besar membuatku terperangah, bagaimana dia memutuskan itu sementara aku mengaku bersalah, apa aktingku terlalu buruk.


"Tapi Boss..." Kent protes tapi Boss Philip memberikan lirikan tajam padanya. Ini berarti Boss Philip tak mempercayai apa yang kukatakan. Aktingku memang terlalu buruk.


"Kau salah, terima kesalahanmu jangan jadi pengecut. Kau melanggar kode etik melindungi saudaramu sendiri. Itu tidak dapat diterima. Aku memberimu jabatan lebih tinggi bukan kau gunakan untuk menindas Saudaramu sendiri! Apa kau masih pantas jadi Kakak jika kerjamu menghisap darah Saudaramu sendiri?!" Aku tak akan bisa bertemu Mamaku sekarang. Aku harus mencoba lagi.


"Saya tidak .... Maaf saya yang membuat kekacauan... Tidak terjadi begitu, kami hanya suka sama suka. Tidak ada penganiayaan. Saya yang salah, saya yang membuat keributan disini, jika ada yang disalahkan itu harusnya saya, saya yang membuat masalah, mohon salahkan saya saja...." Aku masih berusaha.


"Apa ancaman Kent, Sandra?" Boss Besar sama sekali tak mempercayaiku malah bertanya apa yang diancam oleh Kent.


"Tidak, saya mohon. Salahkan saya saja Boss Besar. Saya bersedia menerima hukuman." Aku berlutut didepan Boss Philip, asal aku bisa memperbaiki ini aku akan melupakan masa lalu.


"Kent kuberi kau kesempatan sekarang! Terima hukumanmu atau tidak?! Buktikan apa kau pantas disini! Atau kau memang pengecut!" Boss Philip menghardik Kent. Dia tetap tidak mempercayaiku. Aku duduk lemas, hadapanku hilang sudah. Ko Derrick yang bergerak sekarang.


"Apa yang dikatakan Kent padamu? Kenapa kau begini? Katakan disini, Boss Besar akan membantumu. Kau jangan takut." Ko Derrick sekarang yang mengangkatku berdiri. Tak ada jalan lain karena jika mengharapkan Kent dia tidak akan memberiku kompromi. "Katakan pada Boss Besar sekarang, dia akan membantumu, kau diancam apa? Cerita sekarang... Percayalah kata-kata Koko."


"Dia memegang nama Ibuku, dan liontin kelahiranku yang direbutnya lima tahun lalu juga ditangannya, liontin itu dikenali oleh seseorang wanita yang mengaku Ibuku, dia mencegatku hari ini saat aku di panti asuhan dan memintaku mengatakan semua ini. Aku hanya mau bertemu Ibuku dan dia mengacamku mengatakan semua ini. Ko Derrick aku minta maaf. Boss Besar maaf saya harus mengatakan semua kebohongan ini." Sudah terlanjur hilang harapanku. Hanya Boss Besar yang sekarang bisa menolongku.


"Kau memang bangs*at Kent!" Ko Derrick nampaknya sudah kehabisan kesabarannya.


"Kent, kembalikan liontinnya dan berikan nama, nomor teleponnya. Derrick konfirmasikan sekarang juga nomor teleponnya." Sekarang boss Besar sendiri yang memerintahkannya.


"Berikan padaku." Derrick menegadahkan tangannya. Kent tidak bisa menolak perintah, memang dia hanya bisa diperintah Boss Philip. Dia menarik liontin di lehernya, dan menaruhnya ke tangan Ko Derrick.


"No telepon? Nama?" Sekarang Kent membuka dompetnya dan memberinya sebuah kartu nama.


"Semua milikmu, kau puas."


"Zhao Lu Xi? Salah satu pemilik Ping An Group?" Derrick melihat ke Boss Philip. Siapa Zhao Lu Xi.

__ADS_1


"Benarkah?" Derrick memberikan kartu nama itu pada Boss Philip. Yang melihat catatan nomor teleponnya sendiri di ponselnya.


"Iya ini nomor Nyonya Zhao."


"Kau harus berterima kasih padaku. Jika tidak adik tersayangmu itu tidak akan menemukan Ibunya." Satu buah pukulan ke rahang Kent. Dia terhuyung ke belakang. Tapi dia belum selesai jab ke dia menghantam ulu hatinya.


"Kau benar aku berterima kasih padamu, aku memukulmu hanya 2x." Sekarang dia membawaku duduk bersamanya dan Oliver.


"Kau punya keluhan tentang hukumanmu Kent?" Boss Besar Philip yang bertanya sekarang.


"Tidak Boss..."


"Lalu apa yang kau tunggu, bukankah hukumanmu ada dua?"


Kent maju ke arah Oliver dan membungkuk. "Saya minta maaf sudah memukul Anda."


"Sekali lagi kau berani datang padanya, kau tidak akan selamat." Aku melihat Oliver yang marah-marah, dia mengakuiku sebagai kekasihnya di depan bossku. Manis sekali...


"Jika ada kudengar kau memanfaatkan saudaramu sendiri, kau tidak akan berada di posisimu yang sekarang. Aturan kita cukup jelas Kent. Aku mendengar beberapa hal yang menganggu soal itu. Jika mayoritas tak mau kau pimpin lagi, aku tak akan menjamin posisimu. Kau mengerti? Kau harus hati-hati dengan kelakuanmu sekarang."


"Saya mengerti Boss."


"Baiklah. Kau boleh keluar."


"Selamat siang, Nyonya Zhao, saya Derrick Tan dari Hong Lung." Dia membiarkan speaker menyala.


"Tuan Derrick Tan, apa yang bisa saya bantu..."


"Ada seorang mengatakan pada saya, Anda mencari pemilik sebuah kalung giok dengan tulisan nama Sandra Liu di belakangnya."


"Kenapa Anda bisa tahu? Iya, itu putri saya yang menghilang 40 tahun yang lalu, apa Anda menemukan pemiliknya." Dia ke intu masalahnya. Sementara aku berdebar menanti apa yang dia akam katakan selanjutnya.


"Boleh saya switch ke video call, supaya Anda bisa memastikan."


"Iya tentu saja..." Suaranya terdengar bergetar, benarkah dia orang tuaku. Ko Derrick memberikan ponselnya padaku.


"Ayo, kau harus memastikannya." Sedetik kemudian aku melihat wajahnya. Wanita itu tidak terlihat terlalu tua. Aku bisa melihat gurat-gurat wajah yang sama di garis wajahnya.


"Hallo, aku Sandra..." Dia yang menutup wajahnya ketika dia melihatku. Aku melihatnya terisak begitu saja.


"Akhirnya aku menemukanmu, Pencipta masih punya belas kasihan padaku." Aku melihat Ko Derrick, sebenarnya ingin bertanya kenapa dia begitu yakin pada aku putrinya.

__ADS_1


"Perlihatkan liontinmu, ..." Ko Derrick menyerahkannya padaku.


"Bibi, apa kau mencari liontin giok ini?" Aku membawanya ke depan kamera supaya dia bisa melihat.


"Iya, tapi tanpa liontin itupun kau tahu kita punya wajah yang sama kan.... Kau sehat putriku. Apa kau hidup dengan baik?" Apa aku hidup dengan baik? Dia menyebutku Putrinya. Apa yang harus kukatakan lagi. Aku ternyata masih diinginkan. Tangisanku sekarang tak terbendung lagi.


"Kau yakin kau Mamaku?"


"Tentu saja, itu liontinmu, wajah kita sama, jika kau tidak yakin kita bisa melakukan tes DNA bersama. Datanglah ke Shanghai, aku akan menunggumu di Bandara. Kau di Hongkong sekarang, aku akan menjemputmu besok bagaimana."


"Tidak, aku akan kesana... Tapi apa keluarga akan menerimaku? Katamu kakekku membuangku, bagaimana jika bagian dari keluargaku juga membenciku?"


"Tidak, tidak ada yang membencimu. Kumohon datanglah ke Shanghai secepatnya. Aku sangat ingin bertemu dengammu, secepatnya."


"Tentu saja, aku akan memberikan teleponku sendiri nanti. Aku sekarang bersama dengan Kakak angkatku. Dia International Director dari Hong Lung, bisa dibilang dia yang menjagaku selama ini. Namanya Derrick Tan."


"Ohh kau belum bersuami Putriku?"


"Belum."


"Baiklah. Datanglah jika begitu, besok. Kau bisa besok?"


"Aku masih punya pekerjaan...." Aku melihat ke Oliver.


"Gadis bodoh, kau masih memikirkan pekerjaanmu, Ibumu sudah menunggu 40 tahun untuk melihatmu." Oliver langsung menjawabku.


"Baiklah Bibi, aku akan mencari tiket besok. Nanti kukirimkan padamu."


"Baiklah-baiklah. Aku akan menunggumu. Jika Kakakmu bisa ikut datanglah juga Ibu ingin berkenalan dengannya."


"Nyonyq Zhao, Anda tidak ingin berkenalan dengan saya juga."


"Siapa yang bicara?"


"Dia Boss Besar Hong Lung, Philip Leung. Aku akan menyambungkannya ke Bibi."


"Boss Philip? Kenapa kau bisa bersama Putriku sekarang?"


"Nyonya Zhao, aku boss besarnya, bagaimana dia sampai kesini nanti dia akan cerita padamu. Yang jelas aku ikut senang kau menemukan putrimu.


Mereka bicara sebentar. Aku menggengam tangan Ko Derrick dan Oliver.

__ADS_1


"Terima kasih." Hanya terima kasih yang bisa kuucapkan. Seumur hidupku terima kasihku mungkin tak cukup.


__ADS_2