TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA

TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA
HAPPY ENDING SEASON 1


__ADS_3

POV TATA


"Mama... Nihh lihat siapa yang Tata bawa."


Kuletakkan mawar pink yang kubeli di pusara Mama. Aku tersenyum melihat fotonya yang tersenyum padaku. Tapi tak dapat ditolak air mataku bergulir begitu saja tanpa bisa kutahan melihat wajah tenangnya yang tersenyum padaku.


Koko duduk disampingku ikut membawa bunga tabur untuk disebarkan.



"Kakak, ... Mungkin aku harus memanggilmu Mama Mertua." Aku tertawa kecil sambil menghapus air mataku mendengar panggilan Koko, "Kami minta izin padamu kami akan menikah. Saya akan menjaga Tata, menghormatinya, membahagiakannya." Koko mengatakan itu sambil memegang tanganku. Membuatku merasa kami berdua benar-benar bicara kepada Mama.


Aku sekarang ingat kembali dengan perkataannya ...


'Gak ngaco anak Mama yang cakep. Kamunya aja yang ngaco, Koko sebaik dan seganteng itu gak ditaksir.' Mungkin sekarang dia tertawa diatas sana, menertawalan aku yang jatuh cinta duluan ke Koko yang baik hati ini. Mungkin tersenyum memandangku dan mengatakan, 'Nah, sudah Mama bilang apa..."


Mama yang tahu, dia yang tahu apa yang terbaik untukku. Apa lagi yang bisa Tata bantah Ma.


"Mama, berkati Tata dengan doa Mama. Semoga kami berdua sampai nanti, saling setia, saling menjaga. Mama jangan kuatirin Tata. Yang tenang ya Ma." Kutebarkan kelopak mawar itu, warna merah diantara putih yang membaur itu mungkin mengatakan selalu sukacita setelah hidup baru. Kematian meninggalkan kenangan, meninggalkan cinta untuk menguatkan apa yang ditinggalkannya.


Sore itu sebuah lembaran dibalik. Setahun berlalu dengan begitu banyak yang terjadi, melihat ke belakang aku tak percaya dari kepingan aku bisa mengumpulkan diriku lagi.


Berkat cinta dan doa Mama, aku percaya itu. Dia yang menggerakkan semuanya menjadi begitu indah untukku. Ketika aku bisa berjalan lagi dengan tegak, dia diatas sana tersenyum bahagia selalu untukku.


๐Ÿ’š๐Ÿ’š๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ๐Ÿ’š๐Ÿ’š๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ๐Ÿ’š๐Ÿ’š


Hari ini akhirnya tiba juga...


Papa, Tante Yun, Cecilia, adik-adikku membuat aku merasa aku mempunyai keluarga penuh yang sangat diberkahi.


Seseorang Papa yang menyerahkanku berjalan ke altar, dengan gaun pengantin, Tante Yun Lan yang sangat perhatian, memperlakukanku sebagai putrinya sendiri, Cecilia yang menganggapku sebagai temannya, adik-adik yang memberikan selamat padaku dan mendoakanku. Apalagi yang bisa kuminta, semua kebahagiaan sudah ditambahkan secara luar biasa dalam hidupku.


"Papa, nanti jika aku punya adik baru jangan lupakan kau masih punya Putri sulung." Kami tertawa ketika Cecilia menyenggol Papanya.


"Anak tak tahu aturan, sejak kapan kau bisa bicara pada Papamu seperti itu, adik maafkan aku tak mengajar anal ini dengan benar." Ibunya menjewer kupingnya. Iya, mantan istri dan ayah Tiri Cecilia bersedia datang bersama Cecilia memberi selamat pada kami. Perลฃama kali aku bertemu dengan Mama Cecilia.


"Kakak, dia memang sudah terlalu dewasa, pacarnya saja sudah putus tiga katanya." Aku menjawabnya, sekarang Mamanya tertawa.


"Ini anak memang sok tua, semua orang bisa di nasehatinya."

__ADS_1


"Mama, apa kau tak tahu yang mencomblangi Papa dan Tante Tata itu aku. Harusnya aku yang menerima angpau paling besar disini. Papa itu payah Ma! Nanti aku akan cerita padamu." Semua orang tertawa sekarang. Aku tak lupa memang Cecilia yang mendorong kami bersama. Jika tak ada dia Koko mungkin tak akan memikirkan ini, apalagi umur kami cukup jauh.


"Sini kau, terakhir kau bilang apa. Urus urusanmu sendiri Papa, darimana kau punya keberanian minta angpau?" Ko Derrick mengetuk keningnya. Sekarang dia tertawa.


"Dasar Papa pelit. Tante Tata, kalau begitu kuras saja tabungannya, kuserahkan dia padamu, kita bagi hasil 50:50." Semua orang tak bisa tak tertawa ngakak mendengar ucapan kurang ajarnya.


"Tunggu saja kau anak kurang ajar uang jajanmu kupotong setahun." Papanya hanya bisa membalasnya begitu.


"Mamaaaa, Papa membuangku..." Dia pura-pura menangis memeluk Mamanya. Sekarang siapa yang tak tertawa sampai sakit perut melihat kelakuannya yang begitu absurd.


Aku masih tertawa sendiri mengingat kelakuan Cecilia yang menyuruhku menguras tabungan Ayahnya sesampainya kami di hotel.


"Apa yang kau tertawakan." Koko duduk disampingku sekarang. Mencium keningku sehingga mau tak mau aku tersenyum memeluknya.


"Cecilia, dia memang punya pikiran luar biasa menyuruhku menguras tabunganmu. Anak itu benar-benar luar biasa." Aku tertawa mengatakannya. Masih teringat semua orang dibuat terpingkal-pingkal olehnya.


"Jadi kau akan mendengarkannya rupanya." Koko merangkul pinggangku, menyeret aku dalam rangkulan hangatnya.


"Well, itu bukan ide yang buruk, ..." Aku tertawa sendiri menjawabnya begitu.


"Rupanya begitu."


"Gak boleh ya... Lisa aja ditanggung masa saya engga."


"Sorry, aku gak sengaja, bercanda doang. Gak nyindir cuma nyenggol aja." Aku meringis sendiri.


"Kamu masih punya ganjalan sama uang itu?" Dia melihatku dengan serius, mungkin dia menyangka aku tadi serius dengan ucapanku.



...bonus terakhir ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ...


"Engga Koko, aku bercanda doang. Dia single mother, Mamaku juga, jadi aku tahu posisinya, tapi lain kali seperti janji Koko, aku yang akan bicara padanya jika dia ingin meminta bantuan. Itu aja..." Sekarang dia menghela napas.


"Iya, sorry buat yang terakhir." Aku menatapnya, jantungku berdebar lagi sekarang. Malam ini akhirnya aku tak akan iri lagi pada Lisa, ataupun wanita lain yang pernah disentuhnya. Kucuri ciuman kecil darinya, sebelum dia membalasku.


"Masih aneh rasanya kita punya status suami istri, tapi rasanya juga terbiasa bukan. Selama setahun belakangan kita cuma terpisah 20 meter, kadang cuma 20 cm."


"Makasih Koko mau menunggu." Aku menciumnya sekarang, melekat padanya, merasakan napasnya dan pelukan hangat lengannya. Jantungku berdebar untuk apa yang terjadi setelahnya.

__ADS_1


"Saya selalu bilang pada diri saya, saya terlalu tua untuk menghadapi perawan tak berpengalaman." Aku tertawa pada kata-katanya.


"Aku seneng yang pengalaman." Giliran dia yang tertawa. Meman*gut leherku menggodaku membuatku terlalu menikmati sentuhan kecilnya diseluruh tubuhku, dia dibawah sana, mengodaku tapi tak memaksa. Aku terlalu terlena sekarang...


"Ko pengen dapet, Ko, ehm lagi kaya gitu ..." Dia selalu tahu bagaimana melakukannya tanpa harus menyentuhku, hanya dengan tangannya atau dengan gesekannya yang tepat dibawah sana. Aku memejamkan mata menikmatinya.


"Kamu pengen sayang, enak ya, kaya gini..." Tapi kali ini dia melakukan sesuatu yang lain. Membuatku tersengat kaget. Aku membuka mata menatapnya. "Sorry, ... kamu bukan pera*wan lagi sekarang." Sebuah ciuman membungkamku saat pelan-pelan dia menguasaiku seluruhnya, menjadi pemilikku yang utuh untuk pertama kali.


Bertanya dengan simpatik padaku apa dia harus berhenti, aku hanya menggeleng, semua orang mengatakan pengalaman pertama bukanlah yang terbaik, tapi dia sudah bersikap sangat baik dengan bahkan bersedia menunggu jika aku tak nyaman. Mendengarkan dengusan napasnya yang tertahan dan era*ngan disamping telingaku. Rasa hangat yang terasa mengalir membuatku tahu aku adalah istrinya sekarang.


Berada di pelukannya adalah hal terbaik kemudian. Aku istrinya, dia suamiku?, kami sudah menjadi keluarga.


"ไฝ ๅ–บๆˆ‘ๅฟƒ็›ฎไธญๅฅฝ้‡่ฆ." Aku mendengar nya mengatakan sesuatu .tapi aku tak mengerti...


**(nei5 hai2 ngo5 sam1 muk6 zung1 hou2 zung6 jiu3... Terjemahan bebas: Keberadaanmu sangat berarti untukku)


"Koko mengatakan sesuatu?"


"I love you so much, kau sangat berarti untukku." Aku hanya memeluk nya erat sebagai jawabanya.


"Sepertinya aku harus cari kursus Cantonese, semua orang bisa Canton, aku aja yang enggak." Dia tertawa kecil.


"Kau memang harus belajar. "


"Bentar lagi New Year kita harus ke Hong Kong , aku udah kaya orang bego disana gak ngerti bahasanya."


Kau punya guru privatenya langsung.... Free charge, bayaran ditagih seiklasnya kalo malem." Aku tertawa dengan candaan mesu*mnya .


""Tidur sayang... Besok masih banyak hari buat kita bicara."


"Love you Koko." Aku memejamkan mataku. Sebuah kecupan menyentuh keningku membuatku tersenyum. Tertidur dengan perasaan aman dan dicintai. Seseorang ada di sampingku, akan terus ada sampai nanti.


Selalu bersama dalam suka maupun duka.


...\=\=\=\=\= SEASON 1 DERRICK โค TATA \=\=\=\=\=\=...


...END...


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Season 1 selesai , kita besok langsung masuk ke cerita Oliver dan Sandra yaaa


Part 1 dan 2 nya jam 9 malam release


__ADS_2