
POV Author.
"Kenapa kau memintaku ke sini?" Kimberly melipat tangannya ke depan dada. Sementara Louis melihat Julie itu pergi dari jendela kamarnya setelah dia mengirimkan pesan perpisahan.
"Aku tak ingin dia punya harapan lebih padaku."
"Jadi kau memang ingin mengusirnya. Kau memang kejam. Kasihan gadis cantik itu, dia langsung patah hati dan pergi." Kimberly juga melihat meninggalkan rumah. "Dia sekilas mirip dengan Chelsea."
"Iya. Dengan pekerjaan sama, kurasa aku setengahnya menganggapnya sebagai Chelsea. Itu tak adil bagi siapapun. Aku bersalah pada Chelsea, dan aku merasa dia adalah Chelsea yang harus aku lindungi." Louis menghempaskan dirinya ke sofa, dunianya langsung kacau ketika tahun lalu dia melihat gadis itu. Awalnya dia melonggarkan pertahanannya, tapi begitu dia tahu gadis itu juga bertemu Nathan dia tahu Julie adalah agen lapangan.
Tapi itu mungkin pekerjaannya, dia pikir dia tidak akan bertemu lagi dengannya. Tak dianya mereka bertemu lagi di Jepang dan dunianya yang sudah tenang menjadi seperti gelap lagi.
"Aku sudah mengatakan padamu itu bukan salahmu berkali-kali, kapan kau berhenti menyalahkan dirimu?"
"Bukan salahku. Aku selalu menganggap itu salahku. Harusnya aku bisa menangkap pembunuhnya."
Lima tahun lalu, Louis dan Chelsea, mereka adalah agen lapangan yang karena keberhasilan tugasnya, mereka akan diangkat menjadi kepala tim di IRS (Internal Revenue Service, sebuah badan intel yang menyelidiki kejahatan keuangan, seperti pencucian uang, penggelapan pajak, aktivitas keuangan *******) mereka menikah setelah mereka tahu, mereka tidak akan bertugas di lapangan lagi. Tidak lagi dalam posisi dimana mereka harus melakukan operasi berbahaya, mereka berharap bisa membangun keluarga.
Tapi siapa sangka, mimpi itu musnah dalam satu malam, seorang pembunuh profesional menargetkan Chelsea. Saat liburan honeymoon mereka ke Paris, Chelsea tewas ditembak di kepalanya, pelurunya datang dari dari gedung di seberang hotel mereka, hanya clear single shot dan sampai saat ini pembunuh itu belum tertangkap.
Saat Louis kembali ke hotel, membeli makanan yang diinginkan Chelsea, dia pikir dia ada di dalam mimpi buruk. Mimpi buruk yang tidak bisa dia lupakan seumur hidupnya. Melihat istrinya bersimbah darah dan sudah tak ada lagi di dunia ini.
Sampai dia depresi untuk berjuang mencari petunjuk siapa pembunuh istrinya.
Bahkan tiga bulan setelah itu kasus apa dan siapa yang menyebabkan kematiannya belum bisa di ketahui. Penyelidikan berhasil melacak satu orang yang mencurigakan yang keluar dari gedung. Tapi orang ini memakai samaran, penyelidikan macet lagi karena tidak bisa menemukan indentifikasi yang sesuai.
__ADS_1
Akhirnya Louis menyelidiki dua kasus terakhir yang ditangani eleh Chelsea. Dia menemukan, saat Chelsea keluar kasus terakhir, jejaknya kemungkinan tidak bersih. Tapi dia juga tak bisa membuktikan bahwa 'Alberto Tosar' adalah orang dibalik pembunuhan Chelsea. Sampai kemudian sebuah tulisan dikirimkan untuknya.
...'Kujamin kau tak bisa menemukanku, tapi yang memerintahkanku adalah Alberto Tosar. Salahkan dia jika kau ingin menyalahkan seseorang.'...
Chelsea yang berhasil menarik jatuh salah satu perusahaan Alberto Tosar, dengan dugaan penipuan dana investasi dan pencucian uang rupanya telah di incar. Saat itu dia menyusup sebagai salah pegawai. Walau masing-masing agen seperti mereka telah di lindungi oleh indentitas palsu. Enam bulan setelah Julie selesai dengan kasus itu dia ternyata masih bisa dilacak.
Soal notes itu, entah siapa yang mengirimnya, tapi yang diduga oleh Louis adalah salah seorang di dekat Alberto Tosar ingin dia jatuh. Dia menggunakan Louis sebagai alat untuk memuluskan jalannya. Entah siapa tapi dia tak perduli, notes yang tak bisa dilacak dari mana asalnya itu cukup untuk Louis memulai tujuan hidup baru. Membunuh Alberto Tosar.
Dia pindah kerja, memasuki tes ke CIA, sekarang pimpinan timnya adalah Nathan Garcia di CIA. Seseorang yang dia anggap punya benteng yang bisa membantunya menyelesaikan dendam pribadinya.
Bahkan jika harus menjalani secara ilegal, karena dia sama sekali tak punya bukti. Dia menunggu kesempatan, mendekati Alberto Tosar dengan mengubah nama, penampilan dan indentitas barunya secara perlahan, dia punya banyak uang yang didapatnya dari keloyalan kelompok Nathan. Dia bisa mengubah penampilannya, namanya dan bahkan siapa dirinya.
Nathan tahu apa tujuannya. Louis bicara jujur, dan bersedia membantunya. Selama dia bisa membantu Nathan mengurus perusahaan dan memberikan nasehat di belakang layar, Nathan memberikan apa yang dia mau, perlindungan dan jalan untuk balas dendam.
Dan Julie, ... dia bahkan mengangapnya adalah Chelsea yang dulu harusnya dia bisa lindungi, terlalu mirip, bahkan membuatnya lebih putus asa untuk membalaskan lebih cepat. Julie, adalah beban tambahan jika dia berada di dekatnya. Perasaan bersalahnya bertambah dalam, dan pikirannya terpecah jika gadis itu ada di sekelilingnya.
Tidak ada yang adil jika gadis itu mendekatinya, banyak hal dari dirinya sendiri yang belum dia selesaikan, dia tidak punya masalah mengirimnya menjauh, itu untuk kebaikannya sendiri.
"Kau jadi bertemu tangan kanannya Alberto?"
"Iya tentu saja. Aku mendekati lingkarannya sudah sejak lama."
"Kau tetap harus hati-hati, kau masih tidak tahu siapa yang mengirim notes itu."
__ADS_1
"Indentitas dan penampilanku sudah banyak berubah, tak akan ada yang tahu, kau tenang saja. Kau pikir aku sudah sejauh ini hanya untuk tertangkap." Dia sudah berubah menjadi iblis untuk memburu sang Iblis. Dulu dia menangkap pencuci uang, penggelapan, sekarang dia menjadi ahlinya. Bekerja dengan orang yang lebih kuat demi memburu Alberto Tosar.
"Baiklah, kau baru masuk ring luarnya. Jangan terlalu terburu-buru untuk menawarkan diri, biar dia sendiri yang mencarimu. Jika tidak malah kau akan dicurigai, semua usahamu selama ini akan sia-sia." Kimberly salah sahabatnya yang selama ini membantunya mengingatkannya lagi.
"Aku tahu."
"Julie. Dia cantik bukan." Kimberly tersenyum padanya. Kimberly hanya sahabatnya, tidak mereka tidak punya hubungan sama sekali. Louis hanya ingin gadis itu menjauhinya.
"Tentu saja dia cantik."
"Dia terpikat padamu. Dia bukan Chelsea, kau menghancurkan hatinya. Apa kau tidak menyukainya sama sekali."
"Lebih baik sekarang daripada nanti. Kau pikir aku bisa memegang tanggung jawab seperti itu. Anak keluarga Harris, anak orang kaya sejak lahir. Tuan putri keluarga, mungkin Ayahnya akan dengan sukarela membunuhku daripada aku masuk keluarganya."
"Kau tidak seburuk itu Louis. Citramu tetap bersih."
"Kau jangan memberiku harapan kosong. Jangan bicarakan Julie lagi, di masa depan kami tidak akan bertemu lagi."
"Baiklah. Aku kembali dulu. Dia sudah pergi seperti katamu. Oh ya, Nathan bilang dia akan kembali ke New York minggu ini. Kau sudah melapor padanya bukan soal pertemuan ini?"
"Sudah, dari awal aku tak melanggar kepentingan siapapun disini."
"Ehm baiklah. Aku pergi dulu."
"Thanks Kim."
__ADS_1
Kimberly pergi. Louis menghela napas panjang. Semoga dia tidak bertemu dengan Julie lagi. Terlalu berbahaya baginya atau bagi Julie.